Cândido Godói-Desa Orang Kembar Di Brazil. Benarkah Hasil Eksperimen Nazi?
RAU - Wednesday, 08 April 2026 | 09:44 AM


Desa Kecil yang Dijuluki "Kota Kembar"
Cândido Godói adalah sebuah kota kecil di negara bagian Rio Grande do Sul, Brasil selatan.
Populasinya tidak terlalu besar, hanya sekitar beberapa ribu penduduk.
Namun desa ini terkenal di dunia karena memiliki jumlah kelahiran bayi kembar yang sangat tinggi.
Bahkan di salah satu distrik desa bernama Linha São Pedro, hampir setiap keluarga memiliki anak kembar.
Secara global, rata-rata kelahiran bayi kembar adalah sekitar 1 dari 80 kelahiran.
Tetapi di Cândido Godói, angka tersebut jauh lebih tinggi, bahkan pernah tercatat sekitar 1 dari 5 kelahiran merupakan bayi kembar.
Fenomena ini membuat desa tersebut sering dijuluki sebagai "Land of Twins" atau Kota Kembar.
Perhatian Ilmuwan dari Berbagai Negara
Tingkat kelahiran kembar yang sangat tinggi membuat para ilmuwan tertarik meneliti fenomena ini.
Salah satu penelitian penting dilakukan oleh Universidade Federal do Rio Grande do Sul di Brasil.
Para peneliti mempelajari sejarah keluarga dan struktur genetika masyarakat desa tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk desa ini merupakan keturunan imigran Jerman yang datang ke Brasil pada abad ke-19.
Dalam komunitas kecil yang relatif terisolasi, gen tertentu yang meningkatkan kemungkinan kelahiran kembar bisa menyebar lebih luas di antara penduduk.
Fenomena ini dikenal dalam genetika sebagai founder effect, yaitu ketika populasi kecil berasal dari nenek moyang dengan karakteristik gen tertentu.
Teori Kontroversial tentang Eksperimen Nazi
Selain penjelasan ilmiah, fenomena desa kembar ini juga sempat memicu teori kontroversial.
Beberapa orang berspekulasi bahwa dokter Nazi terkenal Josef Mengele, yang dikenal melakukan eksperimen pada anak kembar selama Perang Dunia II, pernah datang ke daerah tersebut setelah melarikan diri dari Eropa.
Teori ini menyebutkan bahwa ia melakukan eksperimen genetika pada penduduk desa untuk meningkatkan kelahiran kembar.
Namun sebagian besar ilmuwan menyatakan tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung teori tersebut.
Penelitian yang lebih modern menunjukkan bahwa fenomena kelahiran kembar di desa ini lebih mungkin disebabkan oleh faktor genetika alami.
Faktor Genetik dan Populasi Terisolasi
Menurut para ahli genetika, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan peluang kelahiran bayi kembar.
Beberapa di antaranya adalah:
•faktor keturunan dalam keluarga
•mutasi gen tertentu
•populasi kecil dengan hubungan kekerabatan dekat
•faktor biologis ibu
Dalam kasus Cândido Godói, faktor utama yang diduga adalah gen yang meningkatkan ovulasi ganda pada wanita.
Ketika gen tersebut tersebar dalam populasi kecil selama beberapa generasi, angka kelahiran kembar dapat meningkat secara signifikan.
Profesor genetika Dr. Ursula Matte dari Universidade Federal do Rio Grande do Sul menjelaskan bahwa pola kelahiran kembar di desa ini menunjukkan hubungan kuat dengan faktor genetika keluarga.
Berapa Banyak Jumlah Orang Kembar Di Sana?
•Total penduduk Cândido Godói: sekitar 6.000 orang
Dilaporkan setidaknya lebih dari 700 orang di kota tersebut adalah kembar.
Dan hampir 50% dari pasangan kembar tersebut, adalah kembar identik.
•Fenomena kembar paling banyak terjadi di distrik kecil bernama Linha São Pedro.
Sekitar 10% kelahiran di desa itu adalah bayi kembar, sementara
rata-rata dunia hanya sekitar 1–2% kelahiran kembar.
Artinya, angka di desa itu sekitar 5–10 kali lebih tinggi dari rata-rata global.
Fenomena yang Menjadi Identitas Desa
Saat ini fenomena bayi kembar justru menjadi bagian dari identitas budaya desa tersebut.
Cândido Godói bahkan sering mengadakan festival khusus untuk anak-anak kembar yang menarik perhatian wisatawan dan peneliti.
Bagi masyarakat setempat, kelahiran bayi kembar bukan lagi hal yang aneh, melainkan sesuatu yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Fenomena ini menjadikan desa kecil tersebut terkenal di seluruh dunia sebagai salah satu komunitas dengan jumlah kembar terbanyak di dunia.
Next News

BPJS Kesehatan Gandeng Kapal Rumah Sakit untuk Jangkau Daerah 3T di Indonesia
7 hours ago

Misteri Pulau Buta Warna di Pingelap
7 hours ago

Adakah Makhluk Hidup yang Berusia Ribuan Tahun di Dunia?
7 hours ago

Inilah Kota-Kota dengan Udara Paling Bersih di Dunia.
7 hours ago

Ini Alasan Kenapa Ada Mobil yang Setir Kiri, dan Ada yang Setir Kanan.
7 hours ago

Kenapa Ada Negara yang Mengemudi di Kiri, dan Ada yang Mengemudi di Kanan? Ini Sejarahnya.
7 hours ago

Mengenal Buah Mete: Si Unik yang Sering Dikira Kacang
in 4 hours

Ketika Sistem Imun "Salah Sasaran": Memahami Penyakit Autoimun dan Pemicunya
in 4 hours

Tak Perlu Ritual Berjemur Tiap Pagi, Ini Cara Lebih Aman Penuhi Vitamin D Bayi
in 4 hours

Jangan Salah Sangka, Asam Urat Bukan Cuma Penyakit Orang Tua: Anak Muda Juga Bisa Kena
in 4 hours





