Bukan Sekadar Kenyang, Pilihan Karbohidrat di Usia 40-an Bisa Bantu Menua Lebih Sehat
RAU - Saturday, 19 September 2026 | 01:25 PM
Menu makanan yang dikonsumsi saat usia paruh baya ternyata dapat berhubungan dengan kualitas hidup ketika memasuki usia lanjut. Salah satunya adalah pilihan sumber karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam JAMA Network Open menganalisis data sekitar 47 ribu perempuan yang berusia di bawah 60 tahun pada 1984. Para peneliti kemudian mengikuti pola makan dan kondisi kesehatan peserta selama sekitar 30 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan hanya sekitar 8 persen peserta yang masuk dalam kategori healthy agers, yaitu kelompok yang berhasil menua dengan kondisi kesehatan yang relatif baik. Mereka tidak mengalami sejumlah penyakit kronis utama, tidak memiliki gangguan memori atau keterbatasan fisik yang berarti, serta melaporkan kondisi kesehatan mental yang baik.
Peneliti menemukan bahwa kualitas karbohidrat lebih penting daripada sekadar jumlah yang dikonsumsi. Karbohidrat yang berasal dari biji-bijian utuh, buah, sayuran, dan kacang-kacangan dikaitkan dengan peluang lebih besar untuk menua secara sehat.
Makanan tinggi serat dari sumber nabati utuh juga menunjukkan hubungan positif dengan kesehatan fisik dan mental di usia lanjut. Sebaliknya, konsumsi karbohidrat olahan seperti gula tambahan, roti putih, dan produk berbahan biji-bijian olahan dikaitkan dengan kualitas penuaan yang kurang baik.
Karena itu, pilihan karbohidrat dapat mulai diperhatikan sejak usia 40-an dan 50-an. Nasi putih atau pasta, misalnya, dapat sesekali diganti dengan nasi merah, oat, quinoa, bulgur, atau sumber biji-bijian utuh lainnya.
Buah dan sayuran juga bisa ditambahkan ke dalam menu sehari-hari. Sementara itu, kacang merah, lentil, dan chickpea dapat menjadi pilihan makanan yang mengandung karbohidrat sekaligus serat dan protein nabati.
Untuk camilan, buah segar, kacang-kacangan, chickpea panggang, atau roti gandum dengan selai kacang dapat menjadi alternatif dibandingkan makanan olahan seperti keripik dan biskuit.
Pada akhirnya, menjaga pola makan seimbang sejak usia paruh baya dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mempertahankan kesehatan ketika memasuki usia lanjut. Namun, pola makan bukan satu-satunya faktor yang menentukan proses penuaan karena aktivitas fisik, kondisi kesehatan, tidur, dan faktor lainnya juga berperan.
Next News

Kenapa Satu Hari Dibagi Menjadi 24 Jam? Ini Sejarah di Baliknya
in 7 hours

Asap Kebakaran Hutan Bisa Menyebar Jauh, Ini yang Membuatnya Terbawa Angin
9 hours ago

Mengapa Lintah Banyak Muncul Setelah Hujan di Lingkungan Tertentu?
9 hours ago

Lidah Bisa Terluka karena Tergigit, Begini Proses Pemulihannya
9 hours ago

Biji Ceri Tidak Dimakan, Ini Alasan yang Perlu Diketahui
9 hours ago

Kiwi Terlihat Kecil, tetapi Memiliki Beragam Kandungan yang Menarik
9 hours ago

Rasa Kantuk yang Muncul Terus-Menerus Perlu Diperhatikan, Ini Alasannya
9 hours ago

Sinar Matahari Membantu Kehidupan di Bumi, tetapi Paparan Berlebihan Perlu Diperhatikan
10 hours ago

Mengapa Kuku Kaki Tumbuh Lebih Lambat daripada Kuku Tangan?
10 hours ago

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Bisa Memengaruhi Kenyamanan Lambung
10 hours ago





