Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Bisa Memengaruhi Kenyamanan Lambung
Tata - Tuesday, 06 October 2026 | 04:07 PM


Makan merupakan aktivitas sehari-hari yang terkadang dilakukan dengan terburu-buru karena kesibukan. Ketika waktu makan terbatas, seseorang mungkin menghabiskan makanan dalam waktu singkat tanpa menyadari bahwa kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan.
Saat makan terlalu cepat, makanan cenderung tidak dikunyah selama yang seharusnya. Padahal, proses mengunyah membantu menghancurkan makanan menjadi bagian yang lebih kecil sehingga lebih mudah ditelan dan diproses oleh sistem pencernaan.
Makan terburu-buru juga dapat membuat seseorang menelan lebih banyak udara. Udara yang masuk bersama makanan atau minuman dapat terkumpul di saluran pencernaan dan membuat perut terasa penuh, begah, atau sering bersendawa.
Selain itu, tubuh membutuhkan waktu untuk memberikan sinyal bahwa perut sudah mulai terisi. Ketika makanan masuk dengan cepat, seseorang dapat mengonsumsi lebih banyak sebelum rasa kenyang terasa. Kondisi ini dapat membuat perut terasa terlalu penuh setelah makan.
Porsi makanan yang terlalu besar juga dapat menambah rasa tidak nyaman. Karena itu, bukan hanya kecepatan makan yang perlu diperhatikan, tetapi juga jumlah makanan yang dikonsumsi dan jenis makanan yang dipilih.
Pada sebagian orang, makan terlalu cepat juga dapat memperburuk keluhan pencernaan tertentu, terutama jika langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Makanan yang berlemak, terlalu pedas, atau jenis makanan tertentu yang memang menjadi pemicu pribadi dapat membuat rasa tidak nyaman semakin terasa.
Agar proses makan lebih nyaman, luangkan waktu untuk mengunyah makanan dengan baik dan tidak terburu-buru menelan. Makan sambil duduk dengan tenang juga dapat membantu seseorang lebih memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Minuman bersoda juga sebaiknya diperhatikan jika seseorang mudah mengalami begah karena minuman tersebut dapat menambah gas di saluran pencernaan. Selain itu, kebiasaan langsung berbaring setelah makan sebaiknya dihindari, terutama bagi orang yang mudah mengalami keluhan asam lambung.
Makan dengan lebih perlahan bukan berarti harus menghitung jumlah kunyahan secara berlebihan. Yang terpenting adalah memberikan waktu yang cukup untuk mengunyah, menikmati makanan, dan mengenali sinyal kenyang dari tubuh.
Jika rasa tidak nyaman pada lambung sering terjadi, terasa berat, atau disertai gejala seperti muntah terus-menerus, sulit menelan, penurunan berat badan tanpa sebab, atau nyeri yang menetap, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Dengan membiasakan makan secara lebih perlahan, memilih porsi yang sesuai, dan memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi, kenyamanan selama dan setelah makan dapat lebih terjaga.
Next News

Asap Kebakaran Hutan Bisa Menyebar Jauh, Ini yang Membuatnya Terbawa Angin
in 6 hours

Mengapa Lintah Banyak Muncul Setelah Hujan di Lingkungan Tertentu?
in 6 hours

Lidah Bisa Terluka karena Tergigit, Begini Proses Pemulihannya
in 6 hours

Biji Ceri Tidak Dimakan, Ini Alasan yang Perlu Diketahui
in 6 hours

Kiwi Terlihat Kecil, tetapi Memiliki Beragam Kandungan yang Menarik
in 6 hours

Rasa Kantuk yang Muncul Terus-Menerus Perlu Diperhatikan, Ini Alasannya
in 6 hours

Sinar Matahari Membantu Kehidupan di Bumi, tetapi Paparan Berlebihan Perlu Diperhatikan
in 5 hours

Mengapa Kuku Kaki Tumbuh Lebih Lambat daripada Kuku Tangan?
in 5 hours

Sering Merasa Tidak Punya Waktu Luang, Ini yang Bisa Terjadi pada Pikiran
in 5 hours

Sering Merasa Tidak Punya Waktu Luang, Ini yang Bisa Terjadi pada Pikiran
in 5 hours





