Bosan Gaya Potong Rapi? Ini Tips Pilih Model Rambut Pria
Nanda - Tuesday, 07 April 2026 | 03:20 PM


Dari Mullet Sampai Comma Hair: Menelusuri Potongan Rambut yang Ogah Lengser dari Tren
Pernah nggak sih kamu duduk di kursi barbershop, dipakaikan kain penutup leher, terus tiba-tiba mendadak amnesia mau potong model apa? Mas barber-nya sudah siap dengan clipper di tangan kanan dan sisir di tangan kiri, sementara kamu cuma bisa bilang, "Anu Mas, potong rapi aja deh, tapi jangan kependekan ya." Kalimat sakti itu biasanya jadi pelarian saat kita bingung menentukan identitas kepala kita untuk sebulan ke depan.
Rambut itu katanya mahkota, tapi buat sebagian orang, rambut adalah ajang eksperimen yang nggak ada habisnya. Menariknya, tren rambut itu kayak roda yang berputar, tapi kadang rodanya macet di gaya itu-itu saja karena saking ikoniknya. Ada potongan rambut yang dulu dianggap aneh, sekarang malah jadi standar kegantengan atau kecantikan paripurna. Dari gaya ala oppa Korea sampai gaya pemberontak tahun 80-an, yuk kita bahas gaya potongan rambut yang sampai sekarang masih betah nangkring di daftar permintaan pelanggan barbershop maupun salon.
Si Paling Klasik: Two Block Haircut
Kalau kita bicara soal gaya rambut yang paling "aman" tapi tetap terlihat modern, Two Block adalah juaranya. Jujurly, gaya ini meledak barengan sama invasi drakor dan K-Pop di tanah air. Potongan ini ciri khasnya adalah bagian samping dan belakang yang dipangkas pendek (atau di-undercut), sementara bagian atasnya dibiarkan panjang dan bervolume.
Kenapa gaya ini awet banget? Karena Two Block itu versatile banget, alias serbaguna. Mau kamu sisir rapi ke samping buat kondangan bisa, mau dibuat agak berantakan ala bangun tidur biar kelihatan indie juga masuk. Two Block memberikan ilusi wajah yang lebih tirus dan rapi tanpa harus kelihatan kaku kayak mau ikut upacara bendera. Nggak heran kalau sampai sekarang, cowok-cowok di kampus atau di kantor masih banyak yang setia sama potongan ini.
Kebangkitan Sang Pemberontak: Mullet
Nah, kalau yang satu ini agak unik. Dulu, sekitar sepuluh atau dua puluh tahun lalu, potongan Mullet sering diidentikkan dengan gaya yang "nggak banget" atau bahkan dibilang kurang rapi. Tapi lihat sekarang? Dari panggung catwalk dunia sampai tongkrongan di Jakarta Selatan, Mullet ada di mana-mana. Gaya "bisnis di depan, pesta di belakang" ini benar-benar melakukan comeback yang epik.
Mullet modern sekarang lebih halus transisinya. Nggak lagi sekadar panjang di belakang kayak ekor kuda, tapi lebih ke arah Wolf Cut yang punya tekstur layer yang kuat. Tren ini membuktikan kalau selera estetika itu cair. Sesuatu yang dulu dianggap norak bisa berubah jadi sangat edgy kalau dipakai dengan kepercayaan diri yang tinggi. Ditambah lagi, Mullet sekarang sering dikombinasikan dengan teknik pewarnaan rambut yang berani, bikin siapapun yang memakainya langsung jadi pusat perhatian.
Pesona Poni Belah Tengah: Comma Hair
Pernah perhatiin nggak, banyak aktor Korea yang rambut depannya melengkung kayak tanda baca koma? Itulah yang disebut Comma Hair. Gaya ini sebenarnya turunan dari gaya rambut belah tengah klasik, tapi dikasih sentuhan styling pakai catokan atau hair dryer supaya bagian depannya melengkung ke dalam.
Gaya ini masih hits banget karena memberikan kesan yang "soft" tapi tetap maskulin. Comma hair cocok banget buat kamu yang punya dahi lebar tapi tetap pengen pamer fitur wajah. Masalahnya cuma satu: styling-nya butuh niat. Kamu nggak bisa cuma bangun tidur terus berharap rambut kamu melengkung sempurna kayak tanda koma di skripsi. Butuh sedikit pomade atau hairspray supaya lengkungannya nggak cepat loyo kena angin knalpot motor.
Low Maintenance Hero: French Crop dan Buzz Cut
Nggak semua orang punya waktu 15 menit di depan cermin cuma buat ngurusin rambut. Buat kaum antiribet, French Crop dan Buzz Cut adalah jalan ninja mereka. French Crop dengan ciri khas poni pendek di atas alis dan bagian samping yang sangat tipis (fade) memberikan kesan bersih dan tegas. Potongan ini sempat viral banget gara-gara karakter Park Saeroyi di drama Itaewon Class, meskipun sebenarnya gaya ini sudah ada sejak zaman dulu.
Kalau dirasa French Crop masih terlalu panjang, Buzz Cut atau yang sering kita sebut "cepak" tetap jadi primadona. Dulu mungkin orang potong cepak karena tuntutan profesi atau sekolah, tapi sekarang Buzz Cut adalah pernyataan gaya. Apalagi kalau ditambah garis rambut (hairline) yang presisi, rasanya tingkat kegantengan naik drastis tanpa perlu sisir sama sekali. Ini adalah pilihan paling rasional buat kita yang tinggal di negara tropis yang panasnya kadang nggak masuk akal.
Wolf Cut: Si Berantakan yang Estetik
Nggak cuma buat cowok, tren rambut yang masih bertahan sampai sekarang juga banyak didominasi oleh gaya gender-neutral, salah satunya Wolf Cut. Ini adalah perpaduan antara gaya Shaggy yang sempat hits di awal 2000-an dengan sentuhan Mullet. Hasilnya? Rambut yang penuh layer, bervolume di atas, dan tipis di bawah.
Wolf Cut digemari karena memberikan kesan yang rebel, bebas, tapi tetap cantik atau ganteng secara artistik. Gaya ini sangat terbantu oleh media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak anak muda yang suka bereksperimen memotong Wolf Cut sendiri di rumah (meskipun hasilnya kadang untung-untungan). Kelebihan gaya ini adalah semakin berantakan rambut kamu, malah makin kelihatan bagus. Definisi nyata dari "I woke up like this" yang sebenarnya.
Rambut Adalah Soal Karakter
Pada akhirnya, mau pilih potongan rambut yang lagi tren atau yang klasik, kuncinya cuma satu: kenyamanan. Percuma potong gaya Mullet kalau kamu malah merasa risih dan nggak pede. Tren itu cuma referensi, tapi karakter kamu yang menentukan apakah potongan rambut itu terlihat cocok atau nggak.
Satu hal yang pasti, gaya-gaya di atas kemungkinan besar masih akan bertahan lama. Kenapa? Karena mereka menawarkan keseimbangan antara estetika dan kepribadian. Jadi, buat kunjungan kamu ke barbershop atau salon berikutnya, jangan bingung lagi ya. Pilih satu yang paling mewakili siapa kamu saat ini, dan jangan lupa kasih tip buat mas-mas yang sudah berjuang bikin garis rambut kamu jadi lurus sempurna. Karena di balik rambut yang keren, ada kapster yang menahan napas supaya potongannya nggak miring sebelah.
Next News

Rahasia di Balik Teman yang Makannya Lama Banget
in 7 hours

Pergeseran Cita-Cita Mengapa Konten Kreator Begitu Populer
in 7 hours

Mengenal Generasi dari Masa ke Masa: Yang Mana Kamu?
in 7 hours

Rumah Sakit Masa Depan: Diagnosa dengan AI dan Robot
7 hours ago

Kenapa Langit Terlihat Hitam Saat Mau Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
9 hours ago

Mitos atau Fakta: Menatap Matahari Bisa Menyembuhkan Katarak?
in 3 hours

Kenapa Sandal Baim Digandrungi Gen Z? Tren Lama yang Bangkit Lagi
in 3 hours

Manfaat dan Risiko Tidur di Ubin Saat Siang Hari Bolong
in 3 hours

Barca Femení vs Levante Badalona: Dominasi Tak Tertandingi di Liga F Spanyol
in 2 hours

Benarkah Pisang Bisa Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia?
in 2 hours





