Benarkah Tulang Diam-Diam Menyusut Setelah Usia 30?
Nanda - Sunday, 01 March 2026 | 02:49 AM


Secara biologis, tubuh manusia terus mengalami proses pembentukan dan penghancuran tulang (remodeling). Saat muda, pembentukan tulang lebih cepat daripada penghancurannya. Namun setelah memasuki usia 30-an, keseimbangan itu mulai berubah.
Menurut National Institute on Aging, kepadatan tulang mencapai puncak pada akhir usia 20-an hingga awal 30-an. Setelah itu, massa tulang mulai berkurang secara bertahap.
Mengapa Tulang Bisa Menyusut?
Beberapa faktor utamanya:
1️⃣ Penurunan hormon
Pada wanita, hormon estrogen berperan besar menjaga kepadatan tulang. Saat memasuki perimenopause dan menopause, penurunan estrogen mempercepat kehilangan massa tulang.
Wanita bisa kehilangan hingga 10% massa tulang dalam lima tahun pertama setelah menopause.
2️⃣ Kurang aktivitas fisik
Tulang membutuhkan tekanan dan beban untuk tetap kuat. Gaya hidup sedentari membuat tulang kehilangan rangsangan pembentukan.
3️⃣ Asupan kalsium & vitamin D kurang
World Health Organization menekankan pentingnya nutrisi dan paparan sinar matahari dalam menjaga metabolisme tulang.
4️⃣ Kebiasaan tertentu
Merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan kurang protein dapat mempercepat penurunan massa tulang.
Apakah Hal Ini Berbahaya?
Penurunan ringan adalah proses alami. Namun jika tidak dikontrol, dapat berkembang menjadi:
Osteopenia → kepadatan tulang mulai menurun
Osteoporosis → tulang rapuh dan mudah patah
Menurut International Osteoporosis Foundation, satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria di atas usia 50 tahun berisiko mengalami patah tulang akibat osteoporosis.
Waspada Jika Mengalami Beberapa Tanda Berikut yang Sering Tidak Disadari:
•Badan terasa lebih cepat pegal
•Tinggi badan sedikit berkurang
•Postur mulai membungkuk
•Nyeri punggung tanpa sebab jelas
Karena sering tanpa gejala awal, pemeriksaan kepadatan tulang (DEXA scan) dianjurkan bagi kelompok berisiko.
Bagaimana Cara Mencegah Tulang Menyusut?
✔ Latihan beban ringan (squat, jalan cepat, naik tangga)
✔ Konsumsi kalsium (susu, ikan teri, sayur hijau)
✔ Vitamin D dari matahari pagi 10–15 menit
✔ Asupan protein cukup
✔ Hindari rokok & alkohol berlebihan
Pencegahan sejak usia 30-an jauh lebih efektif dibanding mengobati saat sudah osteoporosis.
Next News

Puasa Bikin Mata Berkunang-kunang? Ini Penjelasan Ahli Kesehatan
in 6 hours

Misteri Timbangan Naik Padahal Lagi Puasa? Mungkin Jam Tidurmu yang Berantakan
in 6 hours

Waspada Saat Membeli! Kenali 3 Ciri Kurma Oplosan dengan Pemanis Buatan
in 6 hours

Benarkah Banyak Makan Micin Bisa Ganggu Otak?
6 hours ago

Ingin Hidup Mapan Sebelum 30? Coba Deh Pelan-Pelan Stop 4 Kebiasaan Toxic Ini
in 5 hours

Ubah Kulkas Jadi Tempat Segar, Bukan Gudang Makanan Lama
in 6 hours

Hati-Hati, 7 Alat Dapur Ini Ternyata Diam-Diam Nyumbang Mikroplastik ke Perut Kita
in 5 hours

Mi Instan Boleh Dimakan, Tapi Ada Batasnya! Ini Kata Dokter
in 4 hours

Benarkah Kita Makan Plastik Setiap Hari?
10 hours ago

Nail Art Bisa Sebabkan Infeksi Jamur dan Gangguan Pernapasan, Benarkah?
10 hours ago





