Minggu, 1 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Benarkah Kita Makan Plastik Setiap Hari?

Nanda - Sunday, 01 March 2026 | 02:37 AM

Background
Benarkah Kita Makan Plastik Setiap Hari?

Isu mikroplastik bukan lagi sekadar persoalan pencemaran laut. Penelitian dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter ini telah masuk ke rantai makanan manusia.

Menurut laporan World Health Organization (WHO), mikroplastik ditemukan di lingkungan air tawar, laut, tanah, dan bahkan udara.

Artinya, paparan terhadap manusia hampir tidak terhindarkan.

Dari mana saja manusia terpapar mikroplastik?

1️⃣ Buah dan Sayur yang Tercemar dari Tanah dan Air



Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research pada 2020 menemukan mikroplastik dalam buah dan sayuran seperti apel, pir, wortel, kentang, dan selada.

Partikel tersebut diduga terserap melalui akar tanaman dari tanah dan air yang telah terkontaminasi.

Apel termasuk buah dengan konsentrasi mikroplastik tertinggi dalam penelitian tersebut.

Prof. Margherita Ferrante, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa partikel berukuran sangat kecil memungkinkan masuk ke jaringan tanaman, bukan hanya menempel di permukaan.

2️⃣ Seafood: Sumber Paparan Paling Tinggi



Laut adalah tempat akhir dari sebagian besar sampah plastik dunia. Tak heran, ikan, kerang, dan udang menjadi sumber mikroplastik yang signifikan.

Laporan Food and Agriculture Organization (FAO) menyebutkan bahwa organisme laut penyaring seperti kerang sangat rentan mengakumulasi mikroplastik karena mereka menyaring air dalam jumlah besar setiap hari.

Studi lain menemukan bahwa manusia yang rutin mengonsumsi seafood bisa terpapar ribuan partikel mikroplastik per tahun.

3️⃣ Garam, Air Minum, dan Teh Celup

Penelitian global menemukan mikroplastik pada garam laut di berbagai negara. Bahkan air minum kemasan juga terdeteksi mengandung partikel plastik mikro.



Studi oleh Orb Media pada 2018 menemukan mikroplastik dalam lebih dari 90 persen sampel air minum kemasan yang diuji dari berbagai merek internasional.

Tak hanya itu, penelitian dari McGill University menunjukkan bahwa satu kantong teh berbahan plastik dapat melepaskan miliaran partikel mikroplastik saat diseduh dengan air panas.

Yang lebih mengkhawatirkan saat ini, mikroplastik kini ditemukan dalam tubuh manusia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environment International tahun 2022 menemukan mikroplastik dalam sampel darah manusia untuk pertama kalinya. Studi lain juga melaporkan partikel mikroplastik dalam jaringan paru-paru.

Menurut WHO, bukti ilmiah mengenai dampak jangka panjang terhadap kesehatan manusia masih terus diteliti.



Namun beberapa kekhawatiran yang muncul meliputi:

-Potensi peradangan kronis

-Gangguan hormon akibat bahan kimia seperti BPA dan phthalates

-Efek toksik pada sel

Penelitian lebih lanjut tentu sangat dibutuhkan untuk memahami risiko jangka panjang, namun pengurangan polusi plastik tetap menjadi langkah penting pencegahan global.



Apakah Kita Benar-Benar "Makan Plastik"?

Sebuah estimasi yang sering dikutip menyebutkan manusia dapat mengonsumsi hingga sekitar 5 gram mikroplastik per minggu—setara berat satu kartu kredit. Namun angka ini masih menjadi perdebatan ilmiah karena metode pengukuran berbeda-beda antar studi.

Yang jelas, mikroplastik telah menjadi bagian dari paparan lingkungan modern.

Bagaimana Cara Mengurangi Paparan?

Meski tidak mungkin sepenuhnya menghindari mikroplastik, beberapa langkah bisa membantu:



1.Mengurangi konsumsi makanan ultra-proses dalam kemasan plastik

2 Menggunakan botol minum kaca atau stainless steel

3.Mencuci buah dan sayur dengan air mengalir

4.Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai

5.Memilih teh daun lepas dibanding teh celup berbahan plastik



Langkah kecil di rumah bisa berdampak besar dalam jangka panjang—terutama bagi kesehatan keluarga dan anak-anak.

Tags