Benarkah Kebanyakan Makan Es Bikin Batuk dan Flu? Ini Penjelasan Medisnya
RAU - Tuesday, 02 June 2026 | 02:50 PM


Sejak kecil, banyak dari kita mungkin sering mendengar nasihat dari orang tua agar tidak terlalu sering makan es karena bisa menyebabkan batuk dan flu. Meski terdengar seperti mitos turun-temurun, ternyata ada penjelasan medis yang membuat anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah.
Hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa batuk, pilek, dan flu bukan disebabkan oleh es. Penyakit tersebut terjadi akibat infeksi virus, seperti rhinovirus atau virus influenza. Artinya, seseorang tidak akan langsung sakit hanya karena mengonsumsi es atau minuman dingin yang bersih dan steril.
Namun, suhu dingin dari es dapat memberikan efek tertentu pada tubuh, terutama di area tenggorokan dan saluran pernapasan bagian atas. Saat seseorang mengonsumsi makanan atau minuman dingin dalam jumlah banyak atau terlalu sering, pembuluh darah di tenggorokan dapat mengalami penyempitan sementara atau yang dikenal sebagai vasokonstriksi.
Kondisi ini membuat aliran darah ke jaringan tenggorokan berkurang untuk sementara waktu. Padahal, darah membawa berbagai sel imun yang bertugas melawan kuman dan virus yang masuk ke tubuh. Ketika aliran darah berkurang, pertahanan lokal di area tersebut juga bisa menjadi kurang optimal.
Selain itu, suhu dingin juga dapat menyebabkan lendir di hidung dan tenggorokan menjadi lebih kental. Akibatnya, kemampuan lendir dalam menangkap dan mengeluarkan partikel asing, termasuk virus dan bakteri, menjadi tidak seefektif biasanya.
Dengan kata lain, es bukanlah penyebab langsung batuk dan flu. Namun, kondisi dingin yang ditimbulkannya dapat membuat pertahanan alami tubuh sedikit menurun sehingga virus yang berada di sekitar lebih mudah menginfeksi saluran pernapasan.
Faktor lain yang juga perlu diperhatikan adalah kebersihan es yang dikonsumsi. Es yang dibuat dari air yang tidak higienis atau disajikan dengan cara yang kurang bersih berpotensi menjadi media penyebaran berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Oleh karena itu, kualitas air dan kebersihan proses pengolahan es juga sangat penting.
Agar tetap bisa menikmati es tanpa khawatir berlebihan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Konsumsilah es saat kondisi tubuh sedang fit, pilih es yang dibuat dari air bersih dan terjamin kebersihannya, serta hindari mengonsumsi minuman sangat dingin secara berlebihan setelah beraktivitas di bawah terik matahari karena perubahan suhu yang terlalu drastis dapat membuat tubuh merasa tidak nyaman.
Jadi, jika Mama sering mengingatkan agar tidak kebanyakan makan es, sebenarnya ada sedikit dasar ilmiah di balik nasihat tersebut. Bukan karena es membawa virus, melainkan karena suhu dingin dapat memengaruhi pertahanan alami tubuh sehingga risiko infeksi menjadi lebih besar apabila ada virus yang sedang beredar di sekitar kita.
Next News

Penyebab Jerawat Tiba-Tiba Muncul dan Cara Menghilangkannya
in 5 hours

Yuk Mulai Gerak! Ini Alasan Kita Sering Malas Jalan Kaki
in 5 hours

Bukan Kolot, Ini 7 Ciri Orang yang Memiliki Jiwa Tua Menurut Psikologi
in 4 hours

Hari Sepeda Sedunia 3 Juni: Sejarah, Tujuan, dan Manfaat Bersepeda bagi Kehidupan Modern
9 hours ago

Sejarah Es Krim: Perjalanan Hidangan Dingin Favorit Dunia dari Zaman Kuno hingga Modern
in 3 hours

Rutin Makan Yogurt? Ini Deretan Manfaat yang Bisa Didapatkan
in 3 hours

Kenapa Makan Es Krim Bisa Bikin Sakit Kepala? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 3 hours

Waspada! Kebiasaan Mengonsumsi Gula Berlebihan Bisa Merusak Organ Tubuh
in 3 hours

Warna Hijau Bukan Sekadar Warna Alam, Ini Makna Mendalam di Baliknya
in 3 hours

Kenali Gejala Kecemasan yang Sering Dikira Penyakit Fisik
in 3 hours





