Banteng Benci Warna Merah? Ini Fakta Sebenarnya yang Sering Disalahpahami
Nanda - Monday, 23 March 2026 | 11:30 AM


Kalau kamu pernah menonton pertunjukan matador di arena, pasti familiar dengan adegan klasik: seorang matador melambaikan kain merah, lalu seekor banteng langsung menyeruduk dengan penuh amarah. Dari situlah muncul anggapan populer bahwa banteng sangat membenci warna merah.
Tapi, apakah benar warna merah yang membuat banteng marah? Atau ini hanya mitos yang terlanjur dipercaya?
Mitos yang Terlanjur Populer
Pertunjukan adu banteng seperti dalam tradisi Corrida de toros memang selalu menggunakan kain merah (muleta). Hal ini membuat banyak orang mengasosiasikan warna merah sebagai pemicu kemarahan banteng.
Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Fakta Ilmiah: Banteng Tidak Bisa Melihat Warna Merah
Secara biologis, banteng termasuk hewan yang mengalami buta warna parsial (dichromatic vision). Artinya, mereka tidak bisa membedakan warna seperti manusia.
Banteng tidak benar-benar melihat warna merah sebagai "merah". Bagi mereka, warna tersebut kemungkinan terlihat seperti abu-abu atau warna gelap lainnya.
Jadi, jelas bahwa warna merah bukan penyebab utama banteng menjadi agresif.
Lalu Kenapa Banteng Menyeruduk?
Jawabannya ada pada gerakan, bukan warna.
Banteng adalah hewan yang sangat sensitif terhadap gerakan. Ketika matador mengibaskan kain (apa pun warnanya), banteng akan merespons gerakan tersebut sebagai ancaman atau sesuatu yang perlu diserang.
Dengan kata lain, kalau kainnya diganti warna putih, biru, atau bahkan hitam sekalipun, banteng tetap akan menyeruduk selama ada gerakan yang menarik perhatiannya.
Kenapa Harus Warna Merah?
Kalau bukan karena banteng, lalu kenapa matador menggunakan kain merah?
Ada beberapa alasan:
- Menyamarkan darah: Dalam pertunjukan, banteng sering terluka. Warna merah membantu menyamarkan noda darah agar tidak terlalu mencolok.
- Tradisi dan estetika: Warna merah dianggap dramatis dan menarik secara visual bagi penonton.
- Simbol keberanian: Dalam budaya tertentu, merah melambangkan keberanian dan kekuatan.
Jadi, penggunaan warna merah lebih untuk manusia, bukan untuk banteng.
Sifat Asli Banteng
Banteng memang dikenal sebagai hewan yang kuat dan bisa agresif, terutama jika merasa terancam atau terganggu.
Namun, mereka tidak serta-merta menyerang tanpa alasan. Lingkungan, perlakuan manusia, serta kondisi stres sangat memengaruhi perilaku banteng.
Mitos atau Fakta?
Jawabannya jelas: mitos.
Banteng tidak membenci warna merah. Mereka bereaksi terhadap gerakan, bukan warna. Anggapan ini muncul karena pengaruh budaya dan pertunjukan yang sudah berlangsung lama.
Mitos tentang banteng dan warna merah adalah contoh bagaimana persepsi bisa terbentuk dari kebiasaan visual yang kita lihat berulang-ulang. Tanpa disadari, kita menganggapnya sebagai kebenaran.
Padahal, sains menunjukkan fakta yang berbeda. Jadi, lain kali kalau kamu melihat banteng menyeruduk, ingat—itu bukan karena warna merah, tapi karena gerakan yang memancing insting alaminya.
Next News

Jalan Paling Berbahaya di Dunia: Dari Tebing Himalaya hingga Death Road Bolivia
10 hours ago

Mengenal Christopher Columbus dan Ekspedisi yang Mengubah Peta Dunia
10 hours ago

Manfaat Nanas untuk Marinasi Daging dan Alasan Dapur Tradisional Sering Menggunakannya
10 hours ago

Daging Wagyu A5 dan Alasan Harganya Bisa Setara Gaji Sebulan
10 hours ago

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Gigi Sedang Sakit
10 hours ago

Mengenal Paracetamol dan Cara Kerjanya dalam Meredakan Nyeri
10 hours ago

Mengenal Socrates dan Warisan Pemikiran yang Mengubah Filsafat
10 hours ago

Warna yang Paling Sering Digunakan Manusia dan Alasan di Baliknya
10 hours ago

Kota Paling Sepi di Dunia: Kota dengan Satu Penduduk
10 hours ago

Mengapa Air Mata Keluar Saat Mengupas Bawang?
10 hours ago





