Mengenal Paracetamol dan Cara Kerjanya dalam Meredakan Nyeri
Nanda - Wednesday, 01 April 2026 | 07:41 AM


Paracetamol, yang di beberapa negara dikenal sebagai acetaminophen, adalah obat pereda nyeri dan penurun demam yang telah digunakan secara luas selama puluhan tahun. Dalam literatur medis internasional, obat ini disebut acetaminophen, sementara di banyak negara termasuk Indonesia lebih dikenal sebagai paracetamol.
Secara kimia, paracetamol pertama kali disintesis pada akhir abad ke-19. Penggunaannya sebagai obat mulai berkembang pada awal abad ke-20, dan semakin populer setelah dinilai memiliki efek samping lambung yang lebih ringan dibandingkan aspirin. Saat ini, paracetamol tercantum dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia yang diterbitkan oleh World Health Organization karena dianggap efektif dan relatif aman bila digunakan sesuai dosis.
Cara Kerja dalam Tubuh
Paracetamol bekerja terutama di sistem saraf pusat. Obat ini menghambat produksi prostaglandin di otak, yaitu zat kimia yang berperan dalam munculnya rasa nyeri dan peningkatan suhu tubuh. Berbeda dengan obat antiinflamasi nonsteroid seperti Ibuprofen, paracetamol tidak memiliki efek antiinflamasi yang kuat di jaringan perifer.
Itulah sebabnya paracetamol efektif untuk meredakan sakit kepala, nyeri gigi, nyeri otot, serta demam, tetapi kurang optimal untuk kondisi peradangan berat seperti radang sendi tertentu.
Digunakan untuk Siapa Saja
Paracetamol tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari tablet, sirup anak, hingga supositoria. Obat ini sering direkomendasikan sebagai lini pertama untuk demam pada anak, tentu dengan penyesuaian dosis berdasarkan berat badan.
Pada orang dewasa, dosis umum yang sering direkomendasikan adalah 500 hingga 1000 miligram per kali minum, dengan batas maksimal harian yang umumnya tidak melebihi 4000 miligram. Namun banyak panduan klinis modern menyarankan batas yang lebih konservatif, terutama pada individu dengan gangguan hati.
Karena relatif tidak mengiritasi lambung, paracetamol kerap menjadi pilihan bagi pasien yang tidak dapat mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi lainnya.
Risiko yang Sering Diabaikan
Meski tergolong aman, paracetamol bukan tanpa risiko. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati serius. Overdosis paracetamol merupakan salah satu penyebab utama gagal hati akut di sejumlah negara menurut laporan medis internasional.
Kerusakan hati terjadi karena metabolit toksik yang dihasilkan saat tubuh memproses paracetamol dalam jumlah besar. Bila dosis berlebihan tidak segera ditangani, kondisi ini dapat berakibat fatal. Itulah mengapa penting membaca label kemasan, terutama karena paracetamol juga sering terkandung dalam obat flu kombinasi. Tanpa disadari, seseorang bisa mengonsumsi lebih dari satu produk yang sama-sama mengandung paracetamol.
Bagi individu dengan penyakit hati, konsumsi alkohol berlebihan, atau kondisi medis tertentu, penggunaan paracetamol sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Kenapa Tetap Jadi Pilihan Utama
Meski ada risiko, paracetamol tetap menjadi salah satu obat paling banyak digunakan di dunia karena profil keamanannya yang baik bila digunakan sesuai aturan. Obat ini tidak menyebabkan ketergantungan, tidak mengganggu pembekuan darah seperti aspirin, dan relatif aman untuk berbagai kelompok usia bila dosis diperhatikan.
Sejumlah panduan klinis internasional masih merekomendasikan paracetamol sebagai terapi awal untuk demam dan nyeri ringan hingga sedang. Kombinasi antara efektivitas, harga yang terjangkau, dan ketersediaan luas membuatnya hampir selalu ada di rumah tangga.
Memahami cara kerja dan batas aman penggunaannya adalah langkah penting agar manfaatnya tetap optimal tanpa menimbulkan risiko yang tidak perlu. Paracetamol bukan sekadar obat warung, melainkan bagian penting dari praktik medis modern yang harus digunakan dengan bijak.
Next News

Jalan Paling Berbahaya di Dunia: Dari Tebing Himalaya hingga Death Road Bolivia
6 hours ago

Mengenal Christopher Columbus dan Ekspedisi yang Mengubah Peta Dunia
7 hours ago

Manfaat Nanas untuk Marinasi Daging dan Alasan Dapur Tradisional Sering Menggunakannya
7 hours ago

Daging Wagyu A5 dan Alasan Harganya Bisa Setara Gaji Sebulan
7 hours ago

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Gigi Sedang Sakit
7 hours ago

Mengenal Socrates dan Warisan Pemikiran yang Mengubah Filsafat
7 hours ago

Warna yang Paling Sering Digunakan Manusia dan Alasan di Baliknya
7 hours ago

Kota Paling Sepi di Dunia: Kota dengan Satu Penduduk
7 hours ago

Mengapa Air Mata Keluar Saat Mengupas Bawang?
7 hours ago

Festival Unik di Finlandia : Lomba Menggendong Istri
7 hours ago





