Bahaya Tidur Berlebihan Setelah Sahur Bagi Produktivitas Kamu
Liaa - Wednesday, 25 February 2026 | 10:05 AM


Ramadan dan Dilema Kaum Rebahan: Tidur Seharian Itu Ibadah atau Cuma Simulasi Mati Suri?
Bayangkan skenario ini: Kamu bangun jam empat pagi untuk sahur, makan nasi padang porsi kuli biar kuat menahan lapar, lalu salat subuh. Setelah itu, alih-alih bersiap kerja atau kuliah, kamu malah melihat kasur dengan tatapan penuh cinta. "Ah, merem bentar deh," pikirmu. Eh, pas buka mata, tahu-tahu matahari sudah di atas kepala. Pas mau bangun, rasanya kepala berat, akhirnya lanjut tidur lagi sampai azan asar berkumandang. Selamat, kamu baru saja melakukan 'fast-forward' kehidupan.
Di kalangan kita, ada sebuah kutipan sakti yang sering dijadikan tameng saat ditegur karena kelamaan tidur: "Tidurnya orang berpuasa itu ibadah." Kalimat ini seolah-olah menjadi kartu bebas penjara bagi kaum rebahan untuk bertapa di bawah selimut selama belasan jam. Tapi, pernah nggak sih kita bertanya-tanya, apakah tidur model begini benar-benar membawa berkah, atau jangan-jangan kita cuma sedang merugi secara sistematis?
Mitos 'Tidur adalah Ibadah' yang Sering Disalahartikan
Mari kita bedah pelan-pelan. Secara esensi, puasa itu kan melatih menahan diri. Nahan lapar, nahan haus, dan nahan hawa nafsu. Nah, kalau kita tidur dari pagi sampai sore, apa yang sebenarnya kita tahan? Nggak ada, kan? Kita cuma 'pindah alam' sementara biar nggak merasakan lapar. Kalau pakai logika ini, ya hampir nggak ada bedanya sama orang yang lagi pingsan atau koma. Tantangannya jadi hilang, esensi perjuangannya jadi hambar.
Banyak ulama sebenarnya sudah meluruskan kalau maksud dari 'tidur itu ibadah' adalah tidurnya orang yang menjaga dirinya dari maksiat. Daripada bangun tapi malah ghibah, mending tidur. Tapi kalau kamu bangun, lalu memilih untuk produktif, mengaji, atau minimal bekerja mencari nafkah, ya pahalanya jauh lebih melangit daripada cuma mendengkur di balik bantal gila. Jadi, menjadikan hadis itu sebagai alasan buat malas-malasan itu rasanya kok agak toxic positivity buat diri sendiri, ya?
Kenapa Malah Makin Lemas Setelah Tidur Lama?
Secara medis, tidur kelamaan itu bukan bikin seger, malah bikin 'brain fog'. Pernah nggak kamu bangun tidur siang kelamaan terus malah merasa bingung ini hari apa, jam berapa, dan siapa namamu? Itu namanya sleep inertia. Alih-alih merasa bertenaga buat ngabuburit, tubuh malah terasa kayak habis digebukin sekampung. Kepala pening, leher kaku, dan mood jadi berantakan.
Waktu puasa, metabolisme tubuh kita itu lagi menyesuaikan diri. Kalau ditambah dengan aktivitas fisik nol besar karena tidur melulu, aliran darah jadi nggak lancar. Alhasil, pas buka puasa, kita malah makin malas lagi karena badan nggak terbiasa bergerak. Jadi, kalau kamu mikir tidur lama itu cara buat 'nabung energi', kamu salah besar. Itu namanya investasi kelelahan.
FOMO Spiritual: Apa Saja yang Hilang?
Ramadan itu cuma datang sebulan dalam setahun. Ibarat toko lagi diskon besar-besaran 90 persen, kamu malah milih buat tidur di depan pintu tokonya sampai tokonya tutup. Rugi bandar, Bos! Banyak momen-momen kecil yang sebenarnya mahal harganya. Misalnya, momen ngobrol bareng keluarga di siang hari, dengerin pengajian yang kadang seliweran di medsos, atau sekadar merasakan 'seni' menahan lapar yang bikin kita lebih empati sama orang yang kurang beruntung.
Ada kepuasan tersendiri lho, pas kita berhasil melewati jam-jam kritis antara jam satu siang sampai jam tiga sore dengan tetap beraktivitas. Ada rasa bangga yang nggak bisa dibeli pas kita akhirnya sampai di meja makan saat magrib dengan perasaan: "Gue hari ini produktif, dan gue menang melawan rasa lapar." Perasaan menang itu nggak akan pernah dirasakan sama mereka yang memilih jalan pintas lewat hibernasi.
Seni Menyeimbangkan Kasur dan Pahala
Bukan berarti kita nggak boleh tidur siang sama sekali. Tidur siang itu sunah, namanya qailulah. Tapi durasinya cukup 15 sampai 30 menit saja sebelum atau sesudah zuhur. Itu baru namanya booster energi. Lewat dari itu? Ya itu mah namanya pindah domisili ke alam mimpi.
Buat kamu yang masih sering 'pingsan' berjamaah selama puasa, coba deh pelan-pelan ubah polanya. Cari hobi baru yang nggak terlalu menguras fisik tapi bikin otak tetap kerja. Main game secukupnya, baca buku yang selama ini cuma jadi pajangan, atau sekadar merapikan kamar. Intinya, buat diri kamu tetap 'sadar' sepanjang hari. Jangan biarkan Ramadan tahun ini lewat begitu saja tanpa ada cerita seru selain mimpi-mimpi yang nggak jelas juntrungannya.
Jadi, balik lagi ke pertanyaan awal: berkah atau merugi? Jawabannya ada di tanganmu. Kalau tidurmu bikin kamu telat salat dan bikin kerjaan terbengkalai, ya itu jelas merugi. Tapi kalau kamu bisa membagi waktu dengan bijak, Ramadanmu bakal terasa jauh lebih bermakna. Inget, gaes, pahala itu dikejar, bukan ditunggu sambil merem. Yuk, bangun, cuci muka, dan mari kita hadapi sisa hari ini dengan penuh gaya!
Next News

Mengapa Mulut Bau Saat Puasa? Ini Penyebab dan Solusinya
in 4 hours

Berbuka dengan Gorengan, Emang Boleh?
in 4 hours

Hindari Takjil Berminyak! Ganti dengan Camilan Sehat untuk Anak
14 hours ago

5 Tips Ampuh Menjaga Kesegaran Napas Saat Berpuasa
a day ago

6 Cara Menjaga Pola Tidur yang Baik Selama Ramadhan
a day ago

Membakar Puasa dengan sebatang rokok, ini dia dampaknya!
19 hours ago

Buka Puasa Pakai Es Batu: Antara Surga Dunia dan Protes Perut yang Kaget
2 days ago

Kapan Mulai Digunakannya Sajadah?
3 days ago

Maghrib Keburu di Kereta? Tenang, Ini 5 Takjil Aman dan Elegan
3 days ago

Modal Receh, Cuan Nggak Receh: 6 Ide Jualan Ramadan yang Wajib Dicoba
3 days ago





