Bagaimana Tubuh Bisa Tersentak saat Kita Hampir Tertidur?
icaa - Wednesday, 21 October 2026 | 05:42 PM


Pernah merasa tubuh tiba-tiba tersentak ketika sedang berusaha tidur? Gerakan tersebut bisa berupa hentakan pada kaki, tangan, bahu, atau bahkan seluruh tubuh. Terkadang, sensasi ini disertai perasaan seperti terjatuh dari tempat tinggi sehingga seseorang langsung terbangun.
Kejadian tersebut dikenal sebagai hypnic jerk, yaitu sentakan otot yang muncul ketika seseorang mulai beralih dari kondisi terjaga menuju tidur. Fenomena ini tergolong umum dan biasanya tidak berbahaya.
Meskipun dapat membuat seseorang terkejut, sentakan tersebut umumnya berlangsung singkat. Untuk memahami mengapa tubuh dapat bergerak secara tiba-tiba saat hampir tertidur, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai proses tidur dan aktivitas otot.
1. Tubuh Sedang Beralih dari Terjaga Menuju Tidur
Tidur bukanlah proses yang terjadi secara langsung dalam satu detik. Ketika seseorang mulai mengantuk, otak dan tubuh secara bertahap memasuki tahap awal tidur.
Pada masa peralihan ini, aktivitas otak, ketegangan otot, pernapasan, serta kesadaran mulai mengalami perubahan. Tubuh yang sebelumnya aktif perlahan menjadi lebih rileks.
Dalam proses tersebut, terkadang muncul kontraksi otot singkat yang tidak disengaja. Kontraksi inilah yang menyebabkan tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya tersentak secara mendadak.
Penyebab pasti hypnic jerk belum sepenuhnya dipahami. Namun, fenomena ini diketahui berkaitan dengan fase peralihan menuju tidur dan bukan berarti tubuh sedang mengalami kerusakan.
2. Mengapa Sentakan Terkadang Terasa seperti Jatuh?
Sebagian orang tidak hanya merasakan gerakan mendadak, tetapi juga mengalami sensasi seolah-olah sedang jatuh, terpeleset, atau kehilangan keseimbangan.
Sensasi tersebut dapat membuat seseorang langsung terbangun dan secara refleks menggerakkan tubuhnya. Bahkan, ada yang merasa seperti baru saja menginjak lubang atau terperosok dari ketinggian.
Pengalaman ini dapat muncul bersamaan dengan hypnic jerk, tetapi tidak semua orang mengalaminya. Sensasi jatuh tersebut merupakan bagian dari pengalaman saat mulai tidur dan tidak membuktikan bahwa tubuh benar-benar kehilangan keseimbangan.
Hingga kini, belum ada satu penjelasan ilmiah yang memastikan mengapa sensasi jatuh muncul pada sebagian orang. Hal yang jelas, perasaan tersebut dapat terjadi selama proses peralihan antara keadaan sadar dan tidur.
3. Kelelahan Dapat Membuat Sentakan Lebih Sering Terjadi
Aktivitas yang padat, waktu istirahat yang kurang, dan kondisi tubuh yang terlalu lelah dapat berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan mengalami sentakan saat mulai tidur.
Ketika seseorang kurang tidur, dorongan untuk tidur bisa menjadi lebih kuat. Perubahan pola tidur tersebut dapat memengaruhi proses seseorang memasuki tahap awal tidur.
Misalnya, seseorang yang bekerja hingga larut malam mungkin langsung merasa sangat mengantuk ketika berbaring. Dalam kondisi seperti ini, sentakan otot bisa muncul ketika tubuh mulai tertidur.
Namun, kelelahan bukan satu-satunya faktor yang berperan. Hypnic jerk juga dapat dialami oleh orang yang cukup tidur dan tidak memiliki masalah kesehatan tertentu.
4. Stres dan Pikiran yang Terlalu Aktif
Stres juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan membuat seseorang lebih sulit beristirahat dengan tenang. Ketika pikiran masih dipenuhi pekerjaan, masalah pribadi, atau kekhawatiran, tubuh mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar rileks.
Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah menyadari sensasi tubuh saat hendak tidur. Jika muncul sentakan otot secara tiba-tiba, gerakan itu pun terasa lebih mengejutkan.
Stres tidak selalu menjadi penyebab langsung hypnic jerk, tetapi dapat berhubungan dengan kondisi yang membuat tidur kurang nyaman. Mengelola tekanan pikiran, melakukan aktivitas menenangkan sebelum tidur, dan menjaga jadwal istirahat dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
5. Pengaruh Kopi dan Minuman Berkafein
Kafein yang terkandung dalam kopi, teh, minuman energi, dan beberapa jenis minuman lainnya dapat meningkatkan kewaspadaan. Jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, zat ini dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk atau mengurangi kualitas istirahat.
Pada orang yang sensitif terhadap kafein, efek tersebut bisa bertahan selama beberapa jam setelah minuman dikonsumsi. Akibatnya, tubuh mungkin merasa lelah, tetapi pikiran masih terasa aktif.
Kondisi ini dapat mengganggu rutinitas tidur dan berpotensi berkaitan dengan munculnya sentakan saat mulai tertidur. Meski demikian, tidak semua orang yang mengonsumsi kafein akan mengalami hypnic jerk.
Untuk membantu menjaga kualitas tidur, konsumsi kopi dan minuman berkafein sebaiknya dibatasi menjelang waktu istirahat, terutama jika seseorang mudah mengalami gangguan tidur.
6. Apakah Hypnic Jerk Berbahaya?
Pada umumnya, hypnic jerk merupakan fenomena normal yang tidak memerlukan pengobatan khusus. Sentakan biasanya berlangsung sangat singkat dan tidak menimbulkan dampak serius.
Seseorang tidak perlu langsung merasa khawatir apabila tubuh sesekali tersentak ketika hampir tertidur, terutama jika setelah itu dapat kembali tidur dengan nyaman.
Namun, pemeriksaan medis patut dipertimbangkan apabila gerakan terjadi sangat sering hingga mengganggu tidur, muncul berulang ketika sedang terjaga, menyebabkan cedera, atau disertai gejala lain yang tidak biasa.
Sentakan yang berulang juga dapat memiliki penyebab berbeda dari hypnic jerk biasa. Oleh karena itu, tenaga medis dapat membantu menilai apakah gerakan tersebut masih tergolong normal atau memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
7. Cara Mengurangi Sentakan saat Mulai Tidur
Ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi faktor pemicu sentakan saat hampir tertidur. Salah satunya adalah menjaga jadwal tidur yang teratur, termasuk membiasakan diri tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari.
Selain itu, pastikan waktu tidur mencukupi sesuai kebutuhan. Orang dewasa umumnya dianjurkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Mengurangi konsumsi kafein pada sore dan malam hari juga dapat membantu, terutama bagi orang yang sensitif terhadap efeknya. Aktivitas fisik secara teratur, latihan pernapasan, dan rutinitas santai sebelum tidur dapat mendukung proses relaksasi.
Lingkungan kamar yang nyaman, tenang, dan tidak terlalu terang juga bisa membantu seseorang tidur lebih mudah. Jika sentakan sering mengganggu istirahat meskipun kebiasaan tidur sudah diperbaiki, konsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah yang tepat.
Next News

Telapak Tangan Berkeringat saat Gugup, Begini Respons Tubuh terhadap Stres
3 hours ago

Menjelang Haid Sering Bad Mood? Perubahan Hormon Bisa Berperan
3 hours ago

Anti-Hancur, Ini Tips Membuat Nugget Rumahan dengan Tekstur Padat
3 hours ago

Renyah di Luar, Lembut di Dalam: Rahasia Tekstur Nugget Favorit Banyak Orang
3 hours ago

Sosis Bakar Lebih Harum daripada Sosis Rebus, Ini Alasannya
3 hours ago

Daun Kelor Kerap Disebut Superfood, Ini Kandungan Gizinya
3 hours ago

Serai Bukan Hanya Bumbu Dapur, Rempah Ini Juga Sering Dijadikan Minuman
3 hours ago

Daun Sirih Punya Aroma Khas, Ini Senyawa yang Berperan di Dalamnya
3 hours ago

Beras Kencur Punya Rasa Khas, Ini yang Membuatnya Berbeda dari Jamu Lain
3 hours ago

Wedang Jahe Jadi Favorit saat Hujan, Ini Alasan di Baliknya
3 hours ago





