Awalnya Cuma Kesemutan, Wanita Ini Ternyata Memiliki 10 Tumor Otak: Ini Gejala yang Sering Diabaikan
RAU - Friday, 03 April 2026 | 02:10 PM


Seorang wanita berusia 54 tahun dari Yorkshire, Inggris, mengalami kesemutan dan sensasi "hot flashes" sejak tahun 2017. Awalnya, ia mengira gejala tersebut hanya berkaitan dengan menopause.
Seiring waktu, kondisinya semakin memburuk. Ia mulai mengalami Kelelahan ekstrem, Wajah terlihat pucat, Kesulitan berbicara (cadel), dan Gangguan penglihatan.
Karena gejala yang semakin parah, ia akhirnya memeriksakan diri ke dokter. Pemeriksaan menunjukkan adanya pembengkakan di belakang mata, yang kemudian mengarah pada pemeriksaan lebih lanjut.
Hasilnya cukup mengejutkan. Dokter menemukan empat tumor otak. Namun saat operasi dilakukan, jumlah sebenarnya ternyata lebih banyak, total mencapai 10 tumor.
Apa Itu Tumor Otak Jenis Meningioma?
Tumor yang dialami wanita tersebut diketahui merupakan jenis meningioma, yaitu tumor yang tumbuh di selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang.
Meningioma memiliki karakteristik:
- Tumbuh secara perlahan
- Bisa tidak menimbulkan gejala selama bertahun-tahun
- Umumnya bersifat jinak (sekitar 80–85 persen kasus)
Meskipun sebagian besar tidak bersifat kanker, meningioma tetap berbahaya jika ukurannya membesar dan menekan jaringan otak.
Gejala Tumor Otak yang Sering Diabaikan
Salah satu hal yang membuat tumor otak berbahaya adalah gejalanya yang sering tidak disadari. Banyak penderita menganggapnya sebagai kondisi biasa.
Berikut beberapa gejala umum tumor otak:
- Kesemutan atau mati rasa
- Sakit kepala, terutama di pagi hari
- Gangguan penglihatan
- Kesulitan berbicara
- Gangguan pendengaran
- Kehilangan penciuman (anosmia)
- Kejang
- Kelemahan pada satu sisi tubuh
Gejala seperti kesemutan sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem saraf.
Mengapa Kesemutan Bisa Jadi Tanda Tumor Otak?
Kesemutan terjadi ketika ada gangguan pada saraf. Dalam kasus tumor otak, pertumbuhan tumor dapat menekan bagian otak yang mengatur sensorik tubuh.
Akibatnya, penderita bisa merasakan:
- Sensasi kebas
- Kesemutan berulang
- Gangguan koordinasi
Jika kondisi ini berlangsung lama atau semakin parah, penting untuk segera melakukan pemeriksaan medis.
Pentingnya Deteksi Dini
Kasus ini menunjukkan bahwa deteksi dini sangat penting dalam menangani tumor otak. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang efektif.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Tidak mengabaikan gejala yang berlangsung lama
- Segera memeriksakan diri jika gejala memburuk
- Melakukan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan (MRI atau CT scan)
Kapan Harus Waspada?
Anda perlu lebih waspada jika mengalami:
- Kesemutan yang berlangsung terus-menerus
- Gejala neurologis lain seperti kejang atau gangguan bicara
- Perubahan kondisi tubuh tanpa sebab jelas
Kombinasi gejala tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada otak.
Kisah wanita dengan 10 tumor otak ini menjadi pelajaran penting bahwa gejala ringan seperti kesemutan tidak selalu bisa dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal penyakit serius.
Meskipun tumor seperti meningioma umumnya bersifat jinak, dampaknya tetap bisa berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk selalu peka terhadap perubahan pada tubuh dan tidak menunda pemeriksaan medis.
Next News

Mengapa Habis Berenang atau Main Air Kita Jadi Mudah Lapar?
in 7 hours

Rahasia Tekstur Kenyal Boba, Ternyata Berasal dari Bahan Sederhana
in 7 hours

Berasal dari Taiwan, Ini Sejarah Munculnya Minuman Boba yang Mendunia
in 7 hours

Boba Terbuat dari Apa? Mengenal Bahan Dasar Bola Kenyal dalam Minuman Favorit
in 7 hours

Manfaat Naik Turun Tangga sebagai Aktivitas Fisik Sehari-hari
in 7 hours

Jalan Kaki Setiap Hari, Kebiasaan Sederhana dengan Banyak Manfaat
in 7 hours

Tips Menjaga Stamina agar Tetap Aktif Selama Menjalani Puasa
in 6 hours

Bukan Sekadar Menahan Lapar, Ini Berbagai Manfaat Puasa bagi Tubuh
in 6 hours

Kebiasaan Tidur dengan Lampu Menyala dan Pengaruhnya terhadap Istirahat
in 6 hours

Bekerja di Bawah Tekanan, Begini Cara Tubuh Merespons Stres
in 6 hours





