Asam Urat dan Gangguan Ginjal: Apa Hubungannya?
Nanda - Saturday, 28 February 2026 | 09:44 AM


Apa Itu Asam Urat?
Asam urat adalah produk akhir metabolisme purin, zat yang terdapat dalam makanan tertentu seperti daging merah, jeroan, seafood, dan beberapa minuman manis.
Normalnya, asam urat dikeluarkan melalui ginjal dan urine.
Namun pada kondisi kadar asam urat tinggi (disebut hiperurisemia) , asam urat mengkristal menumpuk di jaringan tubuh dan bisa menyebabkan gout ( radang sendi).
Apa Hubungan Asam Urat dan Ginjal?
Kadar asam urat tinggi (hiperurisemia) dapat menandakan ginjal tidak sehat atau berisiko mengalami kerusakan. Asam urat tinggi yang kronis menyebabkan kristal menumpuk di ginjal, memicu peradangan (nefropati), batu ginjal, hingga gagal ginjal.
Kristal asam urat bisa menumpuk di ginjal, membentuk batu ginjal.
Batu ini dapat menyebabkan nyeri hebat, infeksi saluran kemih, atau bahkan obstruksi ginjal.
Sebaliknya, fungsi ginjal yang menurun juga menyebabkan asam urat menumpuk di darah.
Hipertensi, diabetes, dan kadar asam urat tinggi bisa mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Beberapa penelitian menemukan hubungan antara hiperurisemia kronis dengan penyakit ginjal kronis
Bagaimana Cara Mencegah Gangguan Ginjal akibat Asam Urat?
••Konsumsi air cukup – minimal 2–3 liter per hari untuk melancarkan ekskresi asam urat.
••Batasi makanan tinggi purin – daging merah, jeroan, seafood, dan minuman manis atau beralkohol.
••Pertahankan berat badan sehat – obesitas meningkatkan risiko hiperurisemia.
••Olahraga rutin – aktivitas fisik membantu metabolisme dan kesehatan ginjal.
••Kontrol tekanan darah dan gula darah – kedua faktor ini memperparah kerusakan ginjal jika asam urat tinggi.
••Konsultasi dokter – jika kadar asam urat tinggi, dokter bisa meresepkan obat penurun asam urat.
Kadar asam urat tinggi tidak hanya menyebabkan nyeri sendi, tapi juga dapat berdampak pada kesehatan ginjal, termasuk risiko batu ginjal dan gangguan fungsi ginjal jangka panjang, hingga bisa berujung pada gagal ginjal dan hemodialisis ( cuci darah).
Pencegahan melalui gaya hidup sehat, diet seimbang, dan pengawasan medis sangat penting.
Next News

Mengapa Pelangi Memiliki Tujuh Warna?
5 hours ago

Melarikan Diri Sejenak ke Alam: Cara Sederhana Menjaga Kewarasan di Tengah Hustle Culture
in 4 hours

Lingkungan Bersih, Pikiran Tenang: Mengapa Kebiasaan Bersih-Bersih Bisa Jadi Bentuk Self-Love
in 4 hours

Mengapa Belajar Hal Baru Penting untuk Hidup, Bukan Sekadar Menambah Isi CV
in 4 hours

Istirahat Bukan Tanda Malas: Mengapa Tubuh dan Pikiran Membutuhkannya
in 4 hours

Bukan Sekadar Mengisi Waktu, Ini Alasan Mengapa Hobi Penting untuk Kesehatan Mental
in 4 hours

Sarapan Penting atau Sekadar Kebiasaan? Ini Alasan Kenapa Tubuh Membutuhkannya
in 4 hours

Kenapa Ada Orang yang Selalu Menyetel HP ke Mode Silent? Ini 3 Penjelasan dari Sisi Psikologi
in 3 hours

Dilema di Depan Rak Telur: Pilih Si Kampung yang Klasik atau Omega yang Mewah?
11 hours ago

Siang Bolong, Es Cincau, dan Dilema Klasik: Apa Sih Bedanya Cincau Hijau dan Hitam?
11 hours ago





