Apa Penyebab Munculnya Sariawan di Permukaan Lidah? Kenali Faktor Pemicu dan Cara Mengatasinya
Tata - Monday, 02 November 2026 | 07:05 PM


Lidah memiliki peran penting dalam membantu seseorang merasakan makanan, mengunyah, menelan, dan berbicara. Namun, bagian ini juga rentan mengalami gangguan, salah satunya sariawan. Luka kecil yang muncul di permukaan lidah sering menimbulkan rasa perih, terutama ketika terkena makanan pedas, asam, atau panas.
Sariawan atau dalam istilah medis sering disebut aphthous ulcer merupakan luka pada jaringan lunak di dalam mulut. Kondisi ini umumnya tidak menular dan dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu. Meskipun demikian, rasa sakit yang ditimbulkan terkadang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Lantas, apa saja penyebab munculnya sariawan di permukaan lidah?
1. Lidah Tidak Sengaja Tergigit
Salah satu penyebab umum sariawan adalah cedera pada jaringan lidah. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang tidak sengaja menggigit lidah saat mengunyah makanan atau berbicara.
Gigitan tersebut dapat menyebabkan luka kecil yang kemudian terasa perih dan mengalami peradangan. Pada sebagian orang, luka akibat gesekan gigi yang tajam atau penggunaan kawat gigi juga dapat memicu iritasi pada permukaan lidah.
2. Kekurangan Vitamin dan Mineral
Asupan nutrisi yang tidak mencukupi dapat menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya sariawan berulang. Beberapa zat gizi yang berperan dalam menjaga kesehatan jaringan mulut antara lain vitamin B12, folat, zat besi, dan zinc.
Kekurangan nutrisi tersebut dapat mengganggu proses pembentukan serta perbaikan jaringan tubuh. Akibatnya, sebagian orang lebih rentan mengalami luka di dalam mulut, termasuk sariawan.
Namun, sariawan tidak selalu menandakan seseorang mengalami kekurangan vitamin. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
3. Konsumsi Makanan yang Menyebabkan Iritasi
Makanan tertentu dapat memperparah rasa perih pada sariawan, terutama makanan yang terlalu pedas, asam, asin, atau memiliki tekstur keras.
Misalnya, jeruk, nanas, cabai, dan keripik dapat membuat luka pada lidah terasa semakin nyeri. Pada beberapa orang, makanan tertentu juga dapat menjadi pemicu munculnya sariawan, meskipun respons setiap individu berbeda.
Karena itu, sebaiknya hindari sementara makanan yang membuat luka terasa semakin sakit.
4. Stres dan Kurang Istirahat
Stres berkepanjangan dan kurang tidur dapat memengaruhi keseimbangan tubuh serta respons sistem kekebalan. Pada sebagian orang, kondisi tersebut berkaitan dengan munculnya sariawan secara berulang.
Ketika tubuh mengalami tekanan fisik maupun emosional, proses pemulihan jaringan juga dapat terganggu. Oleh sebab itu, menjaga waktu istirahat dan mengelola stres menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan mulut.
5. Perubahan Hormon
Perubahan hormon pada kondisi tertentu juga dapat berkaitan dengan kemunculan sariawan. Sebagian orang melaporkan sariawan lebih sering muncul pada periode tertentu, misalnya menjelang menstruasi.
Meski demikian, hubungan antara perubahan hormon dan sariawan tidak selalu sama pada setiap individu. Faktor lain seperti stres, kondisi kesehatan, dan asupan nutrisi juga dapat berperan.
6. Penggunaan Produk Perawatan Mulut yang Tidak Cocok
Beberapa produk perawatan mulut dapat menimbulkan iritasi pada orang yang sensitif terhadap kandungan tertentu. Salah satunya adalah pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate (SLS), bahan pembentuk busa.
Pada sebagian orang yang rentan mengalami sariawan, penggunaan pasta gigi dengan kandungan tersebut dapat memperburuk keluhan. Jika sariawan sering berulang, penggunaan pasta gigi bebas SLS dapat dipertimbangkan.
7. Kondisi Kesehatan Tertentu
Sariawan yang sering muncul atau sulit sembuh terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu. Beberapa penyakit yang dapat disertai luka berulang di mulut antara lain penyakit celiac, penyakit radang usus, dan gangguan sistem kekebalan.
Selain itu, sariawan yang menetap juga perlu dibedakan dari kondisi lain yang menyerupai luka mulut, seperti infeksi atau kelainan jaringan. Oleh karena itu, pemeriksaan dokter penting apabila keluhan tidak kunjung membaik.
Bagaimana Cara Mengatasi Sariawan di Permukaan Lidah?
Sebagian besar sariawan ringan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman:
- Berkumur dengan air garam: Larutkan sedikit garam dalam segelas air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur dan jangan ditelan.
- Menghindari makanan pemicu: Kurangi makanan pedas, asam, terlalu panas, dan bertekstur keras selama luka belum sembuh.
- Menjaga kebersihan mulut: Sikat gigi secara perlahan menggunakan sikat berbulu lembut agar tidak melukai lidah.
- Mencukupi kebutuhan cairan: Minum air putih secara cukup untuk membantu menjaga kelembapan mulut.
- Memenuhi kebutuhan nutrisi: Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung vitamin dan mineral.
- Menggunakan obat sesuai anjuran: Obat oles atau obat kumur khusus sariawan dapat membantu meredakan keluhan. Pilih produk sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Kapan Sariawan Perlu Diperiksakan?
Sariawan biasanya membaik dalam satu hingga dua minggu. Namun, pemeriksaan dokter atau dokter gigi dianjurkan apabila luka tidak sembuh setelah dua minggu, ukurannya semakin besar, sering kambuh, atau terasa sangat menyakitkan.
Segera periksakan diri jika sariawan disertai demam, kesulitan menelan, pembengkakan, atau muncul banyak luka sekaligus. Luka di lidah yang menetap selama tiga minggu atau lebih harus diperiksa untuk memastikan tidak ada gangguan jaringan yang lebih serius.
Kesimpulan
Sariawan di permukaan lidah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti luka akibat gigitan, iritasi makanan, kekurangan nutrisi tertentu, stres, perubahan hormon, hingga kondisi kesehatan tertentu. Meskipun umumnya dapat sembuh sendiri, menjaga kebersihan mulut dan menghindari faktor pemicu dapat membantu mempercepat pemulihan.
Apabila sariawan berlangsung lama, sering berulang, atau disertai gejala lain, jangan mengabaikannya. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Next News

Mengenal Penyakit Asam Urat dan Makanan yang Perlu Diperhatikan
in 4 hours

Penyebab Sariawan yang Sering Muncul Berulang Kali
in 4 hours

Penyebab Sakit Kepala Berulang yang Sering Dianggap Sepele
in 4 hours

Cara Menjaga Stamina agar Tidak Mudah Lelah Saat Beraktivitas
in 4 hours

Perbedaan Kolesterol Baik dan Kolesterol Jahat yang Perlu Dipahami
in 4 hours

Manfaat Berjemur di Pagi Hari dan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya
in 3 hours

Dampak Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam
in 3 hours

Kebiasaan Kecil yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
in 3 hours

Perbedaan Tubuh Kekurangan Cairan dan Kekurangan Energi
in 2 hours

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat dan Dampaknya bagi Kesehatan Pencernaan
in 2 hours





