Apa Itu Keloid? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
RAU - Sunday, 19 April 2026 | 09:34 AM


*Keloid adalah bekas luka yang tumbuh menonjol dan melebar melebihi batas luka aslinya*.
Berbeda dengan bekas luka biasa yang cenderung memudar seiring waktu, keloid justru bisa terus tumbuh selama beberapa bulan bahkan tahun setelah luka sembuh.
*Apa Penyebabnya?*
Kondisi ini terjadi ketika tubuh memproduksi kolagen secara berlebihan saat memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
Kolagen sebenarnya penting untuk penyembuhan luka. Namun pada keloid, produksinya terlalu banyak sehingga jaringan parut menjadi tebal, keras, dan menonjol.
Keloid dapat muncul setelah berbagai jenis cedera kulit, misalnya:
•luka sayat
•bekas operasi
•jerawat meradang
•luka bakar
•gigitan serangga
•tindik telinga
•vaksinasi
•goresan kecil
Bahkan pada sebagian orang, luka yang sangat kecil pun bisa memicu terbentuknya keloid.
Area tubuh yang paling sering mengalami keloid antara lain di dada, bahu, punggung atas,daun telinga, rahang, juga pipi.
*Gejala Keloid*
Ciri khas keloid biasanya cukup mudah dikenali, seperti:
•bekas luka menonjol dan mengilap
•warna merah muda, kecokelatan, atau lebih gelap dari kulit sekitar
•terasa gatal
•kadang nyeri atau seperti sensasi terbakar
•ukurannya lebih besar dari luka awal
•terus bertambah besar dalam beberapa minggu atau bulan
Keloid juga sering membuat penderitanya merasa kurang percaya diri, terutama jika muncul di area yang terlihat seperti wajah atau telinga.
*Apa Bedanya dengan Bekas Luka Biasa?*
Bekas luka biasa atau hipertrofik umumnya hanya tumbuh di area luka dan bisa memudar.
Sedangkan keloid melebar melewati batas luka asli dan tidak mudah hilang sendiri.
Misalnya luka bekas jerawat kecil, tetapi jaringan parut tumbuh lebih besar dari ukuran jerawat awal.
*Siapa yang Lebih Berisiko?*
Beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami keloid, antara lain:
•usia 10–30 tahun
•memiliki riwayat keluarga dengan keloid
•kulit yang lebih gelap
•sering mengalami jerawat meradang
•riwayat tindik atau operasi
Faktor genetik juga berperan, sehingga jika orang tua memiliki keloid, kemungkinan anak mengalaminya juga lebih tinggi.
*Cara Mengatasi Keloid*
Keloid bisa ditangani, tetapi memang perlu kesabaran karena cukup sering kambuh.
Beberapa terapi yang umum dilakukan dokter antara lain:
•suntik kortikosteroid untuk meratakan benjolan
•silicone gel atau silicone sheet
•cryotherapy (pembekuan jaringan)
•laser
•operasi pengangkatan, biasanya dikombinasikan terapi lain.
Dokter kulit biasanya akan memilih terapi sesuai ukuran, lokasi, dan usia keloid.
*Pendapat Ahli*
Menurut Mayo Clinic, keloid tidak berbahaya bagi kesehatan fisik, tetapi dapat menyebabkan gangguan kenyamanan dan masalah kosmetik. _Penanganan sejak dini penting untuk mencegah pertumbuhan yang semakin besar._
Next News

Sayur Direbus, Dikukus, atau Ditumis: Mana yang Paling Sehat?
6 hours ago

Benarkah Tempe Bisa Menggantikan Protein dari Daging?
6 hours ago

Tahu vs Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?
7 hours ago

Tanda Skin Barrier Rusak yang Sering Disalahartikan sebagai Kulit Kusam
7 hours ago

Sunscreen adalah Skincare Anti-Aging Terbaik.Ini Alasannya
8 hours ago

Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui
8 hours ago

Kunci Punya Nyawa? Simak Alasan Benda Kecil Ini Suka Sembunyi
in 4 hours

Posisi Tidur dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh
8 hours ago

Kolagen: Lebih Efektif yang Diminum atau Dioles?
8 hours ago

Kenapa Umur 35 Kelihatan Lebih Muda dari Umur 20? Ini Alasannya
in 4 hours





