Senin, 6 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Alasan Harus Cuci Tangan Setelah Pegang Uang Kusam Saat Jajan

Liaa - Monday, 06 April 2026 | 04:20 PM

Background
Alasan Harus Cuci Tangan Setelah Pegang Uang Kusam Saat Jajan

Alasan Kenapa Uang Itu Kotor Banget: Kisah Petualangan Bakteri di Lembaran Rupiah Kita

Pernah nggak sih, pas lagi asyik-asyiknya makan bakso di pinggir jalan, kamu bayar pakai uang sepuluh ribuan yang kondisinya udah lecek, warnanya agak kusam, dan baunya... ya gitu deh, bau khas "jam terbang tinggi"? Terus habis pegang uang itu, tanpa cuci tangan, kamu langsung comot kerupuk pakai tangan yang sama. Wah, kalau para ilmuwan mikrobiologi lihat adegan itu, mungkin mereka bakal jerit-jerit dalam hati.

Kita semua tahu kalau uang itu berharga, tapi jarang yang sadar kalau uang itu sebenarnya adalah salah satu benda paling jorok yang kita pegang setiap hari. Bahkan mungkin lebih kotor daripada dudukan toilet di mall. Serius, ini bukan hiperbola buat nakut-nakutin doang. Uang itu ibarat "backpacker" abadi yang keliling dunia tanpa pernah mandi.

Kenapa Bisa Se-kotor Itu?

Coba deh bayangin perjalanan selembar uang dua ribu perak. Pagi-pagi dia mungkin keluar dari ATM yang bersih, terus dipakai buat bayar parkir. Dari tukang parkir, dia pindah ke tangan abang penjual ikan di pasar yang tangannya lagi basah kena lendir ikan. Siangnya, uang itu dipakai kembalian buat pembeli sayur, terus masuk ke saku celana yang penuh keringat karena cuci gudang. Sorenya, uang itu berakhir di tangan bocah yang baru aja main tanah. Kebayang kan, berapa banyak "oleh-oleh" mikroskopis yang nempel di sana?

Secara ilmiah, uang kertas kita itu kebanyakan nggak terbuat dari kertas biasa kayak buku tulis kamu. Uang kertas umumnya pakai campuran serat kapas (cotton) dan linen. Nah, bahan ini punya pori-pori. Pori-pori inilah yang jadi tempat persembunyian sempurna buat bakteri, minyak dari kulit kita, sisa makanan, sampai sel kulit mati. Begitu bakteri nempel di sana, mereka nggak cuma numpang lewat, tapi kayak nemu hotel bintang lima yang nyaman banget buat berkembang biak.

Daftar "Tamu Tak Diundang" di Dompetmu

Penelitian dari berbagai universitas di dunia, termasuk studi yang sering dikutip dari New York University, nemuin ribuan jenis mikrob di permukaan uang kertas. Apa aja yang ada di sana? Mulai dari Staphylococcus aureus (yang biasanya ada di kulit tapi bisa bikin infeksi kalau masuk ke luka), sampai bakteri E. coli yang biasanya nongkrong di kotoran manusia. Waduh, kok bisa ada bakteri kotoran di uang? Ya jawabannya simpel: karena masih banyak orang yang habis dari toilet lupa cuci tangan atau malah langsung transaksi pakai uang.



Nggak cuma bakteri, uang juga sering jadi tempat transit virus. Apalagi kalau uangnya masih lembap karena kena keringat atau tumpahan kopi. Di kondisi lembap, mikroorganisme ini bisa bertahan hidup lebih lama. Makanya, tradisi "menjilat jari" pas lagi ngitung uang itu sebenarnya adalah hobi yang sangat ekstrem kalau dipikir-pikir. Kamu secara sukarela masukin "sampel" dari ratusan orang berbeda langsung ke mulutmu. Hiiii, ngeri kan?

Kebiasaan Unik (dan Agak Jorok) Orang Kita

Di Indonesia, uang punya "perlakuan" yang lebih beragam lagi. Pernah lihat ibu-ibu di pasar nyelipin uang di balik bra? Atau abang-abang yang nyelipin uang di balik topi atau kaos kaki biar nggak hilang? Nah, suhu tubuh yang hangat dan kondisi yang lembap karena keringat itu adalah katalisator terbaik buat bakteri buat bikin pesta pora. Belum lagi uang-uang yang sengaja distaples atau dicoret-coret, yang bikin seratnya makin rusak dan makin banyak celah buat kuman nangkring.

Opini saya sih, kita ini sebenarnya punya sistem imun yang luar biasa kuat karena udah terbiasa terpapar "kerasnya" dunia lewat uang-uang ini. Tapi ya jangan jadi alasan buat nggak waspada juga. Masalahnya, kita nggak pernah tahu siapa yang pegang uang itu sebelum kita. Bisa aja orang yang lagi kena flu berat, atau orang yang baru aja nggak sengaja pegang benda terkontaminasi lainnya.

Apakah Uang Koin Lebih Aman?

Sebenarnya uang koin itu relatif lebih "bersih" dibanding uang kertas, tapi bukan berarti suci dari kuman ya. Koin biasanya terbuat dari logam kayak tembaga, nikel, atau aluminium. Beberapa logam punya sifat antimikroba alami yang bisa ngebunuh bakteri dalam waktu tertentu. Tapi tetep aja, kalau koinnya baru aja pindah tangan dari orang yang lagi sakit, kuman-kumannya masih segar bugar di sana.

Tapi ya masak kita mau pakai koin terus buat belanja bulanan? Bisa encok duluan bawa tas belanjaannya. Makanya, solusi paling logis ya memang beralih ke transaksi nontunai atau cashless.



Era Digital: Apakah QRIS Lebih Sehat?

Sekarang zaman udah berubah. Kita tinggal scan QRIS pakai HP, urusan beres tanpa perlu dapet kembalian uang lecek yang baunya kayak gudang lama. Secara teori, ini jauh lebih higienis karena kita cuma pegang HP sendiri. Tapi tunggu dulu, jangan sombong dulu kaum cashless. Tahu nggak kalau layar HP kita itu juga seringkali lebih kotor dari permukaan lain karena jarang dibersihin tapi ditempel terus ke wajah pas telepon?

Bedanya, yang ada di HP itu adalah bakteri "milik sendiri" hasil interaksi kita sehari-hari, bukan "bakteri komunal" yang didapat dari jutaan orang kayak di uang kertas. Jadi ya, tetap lebih aman transaksi digital kalau dari sisi kebersihan.

Terus, Kita Harus Gimana?

Nggak perlu jadi parno terus setiap pegang uang langsung pakai baju hazmat. Itu mah berlebihan. Cara paling gampang dan murah buat menyikapi kenyataan bahwa uang itu kotor adalah dengan menjaga protokol kesehatan pribadi yang paling basic: cuci tangan pakai sabun.

Habis transaksi, biasakan jangan langsung pegang muka, hidung, apalagi makan gorengan pakai tangan telanjang. Kalau lagi di luar dan nggak ada air, hand sanitizer adalah sahabat terbaikmu. Selain itu, mulai sekarang coba deh buat nggak melipat-lipat uang sampai kecil banget atau malah meremasnya jadi bola-bola kertas, karena itu cuma bakal ngerusak serat uang dan bikin bakteri makin betah sembunyi di lipatannya.

Intinya, uang memang sumber kebahagiaan (buat bayar cicilan dan beli kopi), tapi dia juga sumber kuman yang luar biasa produktif. Jadi, tetaplah cari uang sebanyak mungkin, tapi jangan lupa cuci tangan sehabis menghitungnya. Karena apa gunanya dompet tebal kalau ujung-ujungnya masuk rumah sakit gara-gara infeksi bakteri dari lembaran seribuan, kan?