5 Kesalahan Yang Harus Dihindari Saat Interview
Liaa - Thursday, 02 April 2026 | 02:23 PM


1. Tidak Menguasai Informasi tentang Pekerjaan dan Perusahaan
Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah datang ke wawancara tanpa benar-benar memahami posisi yang dilamar maupun profil perusahaan.
Pewawancara bisa dengan mudah menilai apakah kamu sudah melakukan riset atau tidak. Ketika kamu tidak tahu visi-misi perusahaan, produk utama, atau deskripsi pekerjaan yang kamu lamar, itu menunjukkan kurangnya keseriusan.
Cara menghindarinya:
- Pelajari website resmi perusahaan.
- Cari informasi melalui LinkedIn atau media sosial perusahaan.
- Pahami job description dan sesuaikan dengan pengalamanmu.
- Siapkan beberapa pertanyaan cerdas tentang posisi atau jenjang karier.
Datang dengan persiapan matang akan menunjukkan bahwa kamu adalah kandidat yang serius dan proaktif.
2. Tidak Bisa Menjelaskan Pencapaian Secara Konkret
Banyak pelamar hanya menyebutkan pengalaman tanpa menjelaskan hasil atau dampaknya.
Misalnya, mengatakan "Saya pernah menjadi ketua tim proyek" saja tidak cukup. Pewawancara ingin tahu:
- Apa yang kamu capai?
- Apa tantangannya?
- Bagaimana kontribusimu?
- Apa hasil akhirnya?
Gunakan metode sederhana seperti STAR (Situation, Task, Action, Result) untuk menjelaskan pengalaman secara terstruktur.
3. Tidak Menunjukkan Antusiasme terhadap Pekerjaan
Sikap datar, kurang semangat, atau terlihat hanya "sekadar mencoba" bisa menjadi sinyal negatif bagi perusahaan.
Perusahaan ingin merekrut orang yang benar-benar tertarik, bukan yang sekadar butuh pekerjaan apa saja. Jika kamu tidak bisa menjelaskan alasan kuat mengapa ingin bekerja di sana, peluangmu bisa berkurang.
Tips agar terlihat antusias:
- Jelaskan alasan memilih perusahaan tersebut.
- Hubungkan posisi yang dilamar dengan tujuan kariermu.
- Gunakan bahasa tubuh positif (kontak mata, senyum, postur tegak).
Antusiasme yang tulus akan membuat kamu lebih mudah diingat oleh pewawancara.
4. Bersikap Tidak Profesional
Sikap tidak profesional bisa muncul dalam banyak bentuk, seperti:
- Datang terlambat.
- Pakaian tidak rapi atau tidak sesuai.
- Ponsel berbunyi saat wawancara.
- Menjelekkan atasan atau rekan kerja lama.
Mengkritik perusahaan sebelumnya adalah kesalahan besar. Sekalipun kamu punya pengalaman buruk, sampaikan secara netral dan profesional.
Ingat, pewawancara tidak hanya menilai kemampuan, tetapi juga karakter dan kedewasaanmu.
5. Tidak Menindaklanjuti Setelah Wawancara
Banyak pelamar menganggap proses selesai setelah wawancara berakhir. Padahal, tindak lanjut bisa menjadi nilai tambah.
Mengirim email ucapan terima kasih setelah wawancara menunjukkan:
- Sikap profesional.
- Apresiasi terhadap waktu pewawancara.
- Minat yang serius terhadap posisi tersebut.
Jika dalam waktu yang dijanjikan belum ada kabar, kamu juga boleh melakukan follow-up secara sopan untuk menanyakan perkembangan proses seleksi.
Next News

Pesona Sungai di Bawah Laut: Keajaiban Dunia yang Tersembunyi
2 hours ago

Sering Ngelupas Bekas Luka? Yuk Cari Tahu Penyebab Psikologisnya
2 hours ago

Fenomena Sound System Hajatan: Musik yang Menggetarkan Jiwa
2 hours ago

7 Tempat Terdingin di Dunia, Suhunya Bisa Membekukan Napas dalam Sekejap
2 hours ago

Suasana Sederhana yang Diam-Diam Membuat Perasaan Jadi Tidak Menentu
2 hours ago

Inner Child: Saat Luka Masa Kecil Diam-Diam Masih Tinggal di Dalam Diri
14 hours ago

Rahasia Hindari Mata Merah Seperti Karakter Horor Usai Renang
2 hours ago

Rahasia di Balik Wangi Buku yang Bikin Pecinta Literasi Candu
2 hours ago

Gajah VS Monyet: Mana yang Lebih Cerdas?
3 hours ago

Alasan Bau Buku Baru Terasa Menenangkan dan Membuat Ketagihan
3 hours ago





