10 Kebiasaan Unik di Jepang yang Wajib Dipahami Pendatang
Nanda - Friday, 03 April 2026 | 02:51 AM


*1. Tidur di Tempat Kerja (Inemuri)*
Di banyak negara, tidur di tempat kerja biasanya dianggap sebagai tanda malas atau tidak profesional. Namun di Jepang, fenomena yang dikenal sebagai inemuri justru sering dipahami secara berbeda.
*Inemuri secara harfiah berarti "tidur sambil hadir".* Artinya seseorang mungkin tertidur sebentar, tetapi tetap dianggap hadir secara sosial di tempat tersebut.
Menurut para sosiolog Jepang, kebiasaan ini muncul dari budaya kerja yang sangat keras. Banyak pekerja Jepang menghabiskan waktu kerja yang panjang, bahkan sering lembur hingga larut malam. Karena itu, tidur sebentar di kantor atau di transportasi umum sering dianggap sebagai tanda bahwa seseorang telah bekerja sangat keras.
Hal ini sering terlihat di:
kereta komuter Tokyo,ruang kantor,
bahkan ruang rapat.
Namun tentu saja ada batasnya. Tidur yang terlalu lama atau terlihat tidak profesional tetap tidak disukai.
*2. Kereta yang Sangat Sunyi*
Kereta di kota besar Jepang seperti Tokyo sering sangat penuh, terutama pada jam sibuk. Namun hal yang paling mengejutkan bagi wisatawan adalah suasana yang sangat tenang.
Sebagian besar penumpang:
•tidak berbicara keras
•tidak menelepon
•menggunakan mode senyap pada ponsel.
Etika ini bertujuan untuk menghormati kenyamanan orang lain.
Di Jepang, konsep "meiwaku" atau tidak mengganggu orang lain sangat penting. Karena itu, berbicara keras di tempat umum dianggap tidak sopan.
*3. Memakai Masker di Tempat Umum*
Sebelum pandemi COVID-19, orang Jepang sudah lama terbiasa memakai masker di tempat umum.
Ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini sangat umum:
•Mencegah menularkan penyakit jika sedang flu
•Melindungi dari alergi serbuk sari (pollen)
•Menjaga kesehatan di tempat ramai.
Bagi masyarakat Jepang, memakai masker saat sakit dianggap sebagai bentuk tanggung jawab sosial agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.
*4. Membungkuk Saat Menyapa*
Dalam budaya Jepang, membungkuk atau ojigi adalah bentuk penghormatan yang sangat penting.
Gerakan ini digunakan dalam berbagai situasi seperti:
•menyapa orang lain
•mengucapkan terima kasih
•meminta maaf
•menyambut tamu.
Menariknya, tingkat kemiringan tubuh memiliki makna yang berbeda:
•sekitar 15° untuk salam ringan
•sekitar 30° untuk salam formal
•hingga 45° untuk penghormatan yang sangat tinggi.
Kebiasaan ini sudah ada sejak zaman samurai dan budaya feodal Jepang.
*5. Hampir Tidak Ada Tempat Sampah di Jalan*
Salah satu hal yang paling membingungkan wisatawan adalah sulitnya menemukan tempat sampah di jalanan Jepang.
Namun meskipun begitu, kota-kota Jepang tetap sangat bersih.
Hal ini terjadi karena masyarakat Jepang terbiasa untuk:
•membawa sampah mereka sendiri
•memilah sampah dengan disiplin
•membuang sampah di rumah.
Budaya ini berakar dari nilai kebersihan yang kuat dalam masyarakat Jepang.
*6. Melepas Sepatu Saat Masuk Ruangan*
Di Jepang, sepatu biasanya dilepas saat memasuki ruangan tertentu.
Tempat yang menerapkan aturan ini antara lain:
•rumah
•beberapa restoran tradisional
•sekolah
•kuil
•ryokan (penginapan tradisional).
Area khusus untuk melepas sepatu disebut genkan.
Tujuannya adalah menjaga kebersihan lantai rumah yang sering digunakan untuk duduk atau tidur.
*7. Menyeruput Mie dengan Suara*
Di banyak negara Barat, menyeruput makanan dengan suara dianggap tidak sopan.
Namun di Jepang, menyeruput mie seperti ramen atau soba justru dianggap normal.
Bahkan ada beberapa alasan mengapa kebiasaan ini dilakukan:
•membantu mendinginkan mie panas
•meningkatkan aroma makanan
•menunjukkan bahwa makanan tersebut lezat.
*8. Vending Machine di Mana-mana*
Jepang memiliki salah satu jumlah vending machine terbanyak di dunia.
Diperkirakan ada lebih dari 5 juta mesin penjual otomatis di seluruh Jepang.
Mesin ini menjual berbagai barang seperti:
•minuman
•kopi panas
•makanan ringan
•payung
•bahkan telur segar.
Keamanan yang tinggi di Jepang membuat mesin ini jarang dirusak atau dicuri.
*9. Hadiah Dibungkus Sangat Rapi*
Di Jepang, proses membungkus hadiah hampir sama pentingnya dengan hadiah itu sendiri.
Bahkan ada teknik tradisional yang disebut furoshiki, yaitu membungkus barang menggunakan kain.
Kebiasaan ini mencerminkan filosofi Jepang tentang:
•keindahan
•perhatian terhadap detail
•penghormatan kepada penerima hadiah.
*10. Toilet Berteknologi Tinggi*
Toilet di Jepang terkenal sebagai salah satu yang paling canggih di dunia.
Banyak toilet modern memiliki fitur seperti:
•pemanas dudukan
•semprotan air otomatis
•pengering
•deodorizer
•bahkan suara musik untuk menjaga privasi.
Teknologi ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Jepang seperti TOTO pada akhir abad ke-20.
Budaya Jepang menunjukkan bagaimana nilai seperti disiplin, rasa hormat, dan tanggung jawab sosial dapat tercermin dalam kebiasaan sehari-hari.
Meskipun beberapa kebiasaan tersebut terlihat aneh bagi orang luar, bagi masyarakat Jepang hal tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan yang teratur dan harmonis.
Memahami kebiasaan ini juga membantu wisatawan lebih menghargai budaya Jepang ketika berkunjung ke negara tersebut.
Next News

Rumah Sakit Masa Depan: Diagnosa dengan AI dan Robot
6 hours ago

Bosan Gaya Potong Rapi? Ini Tips Pilih Model Rambut Pria
in 6 hours

Kenapa Langit Terlihat Hitam Saat Mau Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
8 hours ago

Mitos atau Fakta: Menatap Matahari Bisa Menyembuhkan Katarak?
in 4 hours

Kenapa Sandal Baim Digandrungi Gen Z? Tren Lama yang Bangkit Lagi
in 4 hours

Manfaat dan Risiko Tidur di Ubin Saat Siang Hari Bolong
in 4 hours

Barca Femení vs Levante Badalona: Dominasi Tak Tertandingi di Liga F Spanyol
in 4 hours

Benarkah Pisang Bisa Membuat Kita Merasa Lebih Bahagia?
in 3 hours

Mengenal Perangkat Kesehatan Digital yang Semakin Populer
in 3 hours

7 April – Memperingati Hari Kesehatan Sedunia
in 2 hours





