Sabtu, 13 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Wortel Aslinya Bukan Berwarna Oranye: Sejarah Menarik di Balik Sayuran Favorit Dunia

Laila - Tuesday, 09 June 2026 | 07:46 PM

Background
Wortel Aslinya Bukan Berwarna Oranye: Sejarah Menarik di Balik Sayuran Favorit Dunia

Wortel Aslinya Bukan Berwarna Oranye: Sejarah Menarik di Balik Sayuran Favorit Dunia

Ketika mendengar kata "wortel", kebanyakan orang langsung membayangkan sayuran berwarna oranye cerah yang sering dijadikan campuran sup, jus, atau salad. Namun, tahukah Anda bahwa wortel sebenarnya tidak selalu berwarna oranye? Selama berabad-abad, wortel yang dibudidayakan manusia justru lebih banyak berwarna ungu, kuning, putih, bahkan merah. Warna oranye yang kini mendominasi pasar dunia baru muncul dan menjadi populer jauh setelah wortel pertama kali dibudidayakan.

Sejarah wortel bermula di wilayah Asia Tengah, terutama kawasan yang kini menjadi bagian dari Afghanistan dan Iran. Catatan sejarah menunjukkan bahwa wortel yang dibudidayakan sekitar seribu tahun lalu umumnya memiliki warna ungu dan kuning. Warna ungu berasal dari pigmen alami yang disebut antosianin, sementara warna kuning berasal dari kelompok pigmen karotenoid.

Sebelum abad ke-16, wortel oranye hampir tidak dikenal. Di berbagai wilayah Asia dan Eropa, masyarakat lebih akrab dengan wortel ungu, kuning, putih, dan merah. Bahkan banyak ahli sejarah pangan meyakini bahwa warna-warna tersebut merupakan bentuk wortel budidaya yang paling umum pada masa itu.

Perubahan besar terjadi ketika para petani di Netherlands mulai mengembangkan varietas wortel baru pada abad ke-16 dan ke-17. Melalui proses seleksi dan persilangan tanaman selama beberapa generasi, mereka berhasil menghasilkan wortel dengan kandungan beta-karoten yang lebih tinggi sehingga berwarna oranye cerah. Selain warnanya yang menarik, varietas baru ini juga memiliki rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih lembut, dan hasil panen yang lebih baik dibandingkan banyak varietas sebelumnya.

Ada legenda populer yang menyebutkan bahwa wortel oranye dikembangkan sebagai penghormatan kepada William of Orange, tokoh penting dalam perjuangan kemerdekaan Belanda. Karena warna oranye identik dengan Wangsa Orange, banyak orang percaya para petani sengaja mempopulerkan wortel oranye sebagai simbol nasional. Namun, para sejarawan menilai cerita ini belum memiliki bukti kuat dan kemungkinan hanya sebagian dari kisah yang berkembang di masyarakat. Yang lebih pasti adalah para petani Belanda memang berperan besar dalam menyempurnakan dan menyebarluaskan wortel oranye hingga akhirnya menjadi varietas dominan di dunia.



Seiring berkembangnya perdagangan internasional, wortel oranye menyebar ke berbagai benua dan perlahan menggantikan varietas ungu serta kuning yang sebelumnya lebih umum. Dalam beberapa abad saja, warna oranye menjadi standar global sehingga banyak orang mengira itulah warna asli wortel sejak awal.

Meski demikian, varietas wortel kuno masih dapat ditemukan hingga saat ini. Di sejumlah negara, petani masih menanam wortel ungu, putih, kuning, dan merah sebagai bagian dari pelestarian keanekaragaman tanaman pangan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, wortel berwarna-warni kembali populer karena dianggap unik dan memiliki kandungan antioksidan yang berbeda-beda.

Kisah wortel menunjukkan bahwa makanan yang kita kenal sekarang sering kali merupakan hasil perjalanan panjang sejarah, budaya, dan inovasi pertanian. Jadi, lain kali saat melihat wortel oranye di dapur, ingatlah bahwa warna tersebut bukanlah warna asli yang mendominasi sejak awal. Jauh sebelum menjadi oranye, wortel telah hadir dalam berbagai warna yang tak kalah menarik dan menjadi bagian dari perjalanan panjang peradaban manusia.