Sabtu, 21 Maret 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

Waspada Campak Saat Lebaran, Dinkes Padang Lawas Ingatkan Risiko Penularan Tinggi

RAU - Thursday, 19 March 2026 | 08:40 AM

Background
Waspada Campak Saat Lebaran, Dinkes Padang Lawas Ingatkan Risiko Penularan Tinggi

Waspada Campak Saat Lebaran, Dinkes Padang Lawas Ingatkan Risiko Penularan Tinggi

Pemerintah Kabupaten Padang Lawas melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap penyebaran penyakit campak, terutama selama momentum libur Hari Raya Idulfitri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Padang Lawas, Amelia Roitona Nasution, menyampaikan bahwa campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular, khususnya pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 8.716 kasus campak terjadi di seluruh Indonesia. Sementara itu, di Kabupaten Padang Lawas sepanjang tahun 2025 ditemukan 10 kasus campak dan dua kasus rubella.

"Campak sangat mudah menyebar. Satu orang penderita bisa menularkan penyakit ini kepada 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan," jelasnya.



Ia menambahkan, tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran berpotensi meningkatkan risiko penularan, terutama pada anak-anak yang dibawa ke tempat keramaian.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati, termasuk dengan membatasi aktivitas anak di lokasi ramai serta memastikan mereka telah mendapatkan imunisasi lengkap, khususnya imunisasi campak atau Measles-Rubella (MR).

Selain itu, orang tua juga diminta untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, ruam kemerahan pada kulit, batuk, pilek, mata merah, sakit tenggorokan, hingga diare.

"Segera lakukan pemeriksaan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan mencegah penularan lebih luas," tambahnya.

Dinas Kesehatan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran campak dengan melengkapi Imunisasi Dasar Lengkap (IDL), sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan anak dan lingkungan sekitar.