Tradisi Menggantung Peti Mati hingga Menggali Kembali Jenazah, Pemakaman Paling Unik di Dunia.
RAU - Monday, 30 March 2026 | 07:03 AM


*Pemakaman Gantung di China*
Di beberapa wilayah China dan Filipina, terdapat tradisi kuno yang disebut *hanging coffins, yaitu menggantung peti mati di tebing batu.*
Tradisi ini diperkirakan sudah ada lebih dari 2.000 tahun dan dilakukan oleh suku kuno seperti Bo people.
Alasan di balik praktik ini antara lain:
•dipercaya membawa arwah lebih dekat ke langit
•melindungi jenazah dari binatang liar
•menunjukkan status sosial keluarga
Sampai sekarang, banyak peti mati kuno masih terlihat tergantung di tebing-tebing curam, menjadi salah satu situs arkeologi paling misterius di Asia.
*Famadihana – Menggali Kembali Jenazah di Madagaskar*
Di Madagaskar terdapat tradisi yang dikenal sebagai Famadihana atau "turning of the bones".
Setiap beberapa tahun sekali, keluarga akan:
•membuka makam leluhur
•mengeluarkan jenazah
•membungkus ulang dengan kain baru
Setelah itu keluarga akan menari dan merayakan bersama sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Bagi masyarakat Malagasy, tradisi ini bukan hal yang menyeramkan, melainkan cara menjaga hubungan antara orang yang hidup dan yang telah meninggal.
*Sky Burial di Tibet*
Di wilayah Tibet terdapat tradisi yang disebut sky burial.
Dalam ritual ini, tubuh orang yang meninggal ditempatkan di tempat terbuka di pegunungan agar dimakan oleh burung pemakan bangkai seperti burung nasar.
Tradisi ini didasarkan pada ajaran Buddhisme Tibet, yang memandang tubuh manusia setelah kematian hanya sebagai wadah kosong.
Dengan memberi tubuh kepada hewan lain, masyarakat percaya mereka telah melakukan tindakan kemurahan hati terakhir.
*Ma'nene – Tradisi Membersihkan Jenazah di Indonesia*
Di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, terdapat tradisi unik bernama Ma'nene.
Dalam ritual ini, keluarga akan:
•mengeluarkan jenazah leluhur dari makam
•membersihkan tubuh
•mengganti pakaian jenazah
radisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada leluhur.
Bagi masyarakat Toraja, orang yang meninggal masih dianggap sebagai bagian dari keluarga yang harus dihormati.
Tradisi pemakaman di berbagai budaya menunjukkan bahwa cara manusia menghadapi kematian sangat beragam.
Setiap tradisi mencerminkan nilai spiritual dan hubungan yang mendalam antara manusia dengan masa lalu mereka.
Next News

Sering Kasih Saran Vitamin C Saat Teman Flu? Baca Dulu Faktanya!
in 5 hours

Bukan Sekadar Nutrisi, Waspada Kandungan Pestisida pada Buah
in 5 hours

Madu, Si Cairan Emas: Manfaatnya Banyak, Tapi Jangan Asal Konsumsi!
in 5 hours

Si Cantik Berduri: Pesona Estetik Pohon Buah Naga yang Mekar di Tengah Malam
in 5 hours

Siapa Baru Tahu? Ini Cara Mengurangi Rasa Asin pada Ikan Asin agar Lebih Ramah untuk Tekanan Darah
in 5 hours

Dokter Ungkap 7 Kebiasaan yang Harus Dihindari Setelah Jam 7 Malam agar Tidur Lebih Berkualitas
in 5 hours

Dilema Popok Sekali Pakai: Penyelamat Kewarasan Orang Tua atau Ancaman bagi Lingkungan?
in 5 hours

Angel Falls, Air Terjun Tertinggi di Dunia
7 hours ago

World Bipolar Day Apa itu Bipolar?
7 hours ago

Tradisi Ulang Tahun yang Unik dari Berbagai Negara
7 hours ago





