Tourdes ke Sejumlah Kecamatan, Gus Irawan Perkuat Ekonomi Petani Lewat Bantuan Produktif dan Program Hilirisasi
RAU - Sunday, 08 November 2026 | 03:58 AM


TAPANULI SELATAN
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., CA., bersama Wakil Bupati H. Jafar Syahbuddin Ritonga, M.BA., DBA., Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, SP., MM dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), turun langsung ke sejumlah desa melalui kegiatan Tourdes (Tour Desa), Sabtu (7/11/2026). Kunjungan lapangan tersebut difokuskan pada penguatan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut rombongan Bupati mengunjungi sejumlah lokasi di Kecamatan Angkola Timur, Sayur Matinggi, dan Batang Angkola. Kegiatan diisi dengan panen sebagian ikan mas dan nila, penyerahan bantuan bibit ikan dan pakan, penyaluran bantuan kakao, bantuan pakan ternak babi, serta dukungan pengembangan komoditas perkebunan.
Di Kampung Huta Baru, Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur, Bupati menyaksikan panen perdana sebagian ikan mas dan nila yang dibudidayakan kelompok perikanan setempat melalui program bantuan pemerintah daerah.
Perwakilan kelompok, Salman Sakti Siregar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang telah diberikan. Menurutnya, kelompok tersebut sebelumnya telah menerima 10.000 ekor benih ikan, terdiri atas 8.000 ekor nila dan 2.000 ekor ikan mas, berikut 60 sak pakan ikan. Dari hasil panen perdana sebagian kolam, kelompok telah memperoleh sekitar 150 kilogram ikan.
Bantuan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha perikanan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Menanggapi hal itu, Gus Irawan mengapresiasi perkembangan budidaya ikan yang dilakukan masyarakat. Ia berharap program unggulan Gerakan 1.000 Kolam tidak hanya berhenti pada pemberian benih dan pakan, tetapi berkembang menuju kemandirian pembenihan.
Bupati meminta Dinas Perikanan bersama penyuluh perikanan (PPL) melakukan pendampingan teknis kepada kelompok, termasuk mengkaji potensi pengembangan pusat pembenihan ikan nila di kawasan tersebut.
"Harapan kita, masyarakat tidak selamanya bergantung pada bantuan benih dari pemerintah. Kalau kelompok sudah mampu melakukan pembenihan sendiri, benihnya bisa dimanfaatkan untuk kolam-kolam mereka dan bahkan dipasok ke kelompok lain yang membutuhkan," arah Bupati.
Ia menjelaskan, pengembangan Gerakan 1.000 Kolam merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan ikan masyarakat Tapanuli Selatan. Saat ini, produksi ikan daerah tersebut baru mampu memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan, sehingga masih terdapat peluang besar untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pasar.
Bupati juga mendorong agar hasil budidaya ikan dapat terhubung dengan kebutuhan pasar, termasuk dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui kerja sama yang terencana dan berkelanjutan.
Rangkaian Tourdes berlanjut ke Desa Sialang, Kecamatan Sayur Matinggi. Di lokasi ini, Bupati menyerahkan dukungan pengembangan komoditas kakao kepada Kelompok Tani Sinar Tani untuk areal seluas 49 hektare, berupa 49.000 batang bibit kakao dan dukungan Hari Orang Kerja (HOK).
Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Taufik Batubara, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program strategis hilirisasi perkebunan yang didorong pemerintah pusat, meliputi komoditas kopi, kakao, dan kelapa genjah.
Bupati meminta kelompok tani segera melakukan penanaman karena kondisi cuaca yang mulai memasuki musim hujan dinilai tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Ia juga menginstruksikan PPL agar melakukan pendampingan secara berkelanjutan untuk memastikan bibit yang disalurkan benar-benar ditanam dan dirawat dengan baik.
Gus Irawan menjelaskan, pada tahun 2026 Tapanuli Selatan memperoleh dukungan program pengembangan perkebunan berupa kopi seluas 730 hektare, kakao 150 hektare, dan kelapa genjah 200 hektare. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan uji coba pengembangan bawang putih seluas 10 hektare sebagai langkah awal menuju rencana perluasan hingga 150 hektare pada 2027.
Menurutnya, pengembangan komoditas unggulan harus diikuti dengan penguatan hilirisasi dan kepastian pasar agar petani tidak hanya menghasilkan bahan baku, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari produk yang dihasilkan.
Ia mencontohkan pengembangan produk cokelat Martabe Chocolate yang merupakan hasil pembinaan PT Agincourt Resources (PT. AR). Produk tersebut menjadi salah satu peluang hilirisasi kakao lokal yang diharapkan mampu membuka pasar lebih luas bagi hasil perkebunan masyarakat.
"Jangan hanya berhenti pada penanaman. Kita harus mengurusinya sampai ke hilir, termasuk memastikan pasarnya. Kalau produksi meningkat dan pasarnya tersedia, nilai ekonomi yang diterima petani juga akan semakin besar," tegasnya.
Bupati juga meminta kelompok tani menjaga keberlanjutan program, terlebih sebagian besar anggota kelompok merupakan generasi muda yang diharapkan menjadi motor penggerak pertanian produktif di daerah.
Di Desa Huta Pardomuan, Kecamatan Sayur Matinggi, Bupati juga menyerahkan bantuan pakan ternak babi kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Perwakilan kelompok tani menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk membantu peternak memulihkan usaha setelah ternak mereka terdampak bencana.
Secara keseluruhan, Tapanuli Selatan memperoleh alokasi bantuan pakan ternak sebanyak 340 ton untuk komoditas kambing, domba, dan babi. Khusus wilayah Sayur Matinggi dan sekitarnya, bantuan pakan babi mencapai 50,5 ton yang dialokasikan kepada Kelompok Tani Bintang Terang, dan Raja Holong.
Bupati menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam membantu masyarakat memulihkan kembali sumber penghidupan dan aktivitas ekonomi pascabencana.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya mendatangkan dukungan program dari pemerintah pusat, terutama di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Menurutnya, sektor pertanian, perikanan, dan peternakan harus dikembangkan secara terintegrasi. Pemerintah juga akan mengupayakan dukungan sarana produksi, termasuk peluang pengadaan mesin pembuatan pakan ternak untuk menekan biaya produksi yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha budidaya.
Bupati turut mendorong penguatan pemasaran hasil perikanan dan peternakan melalui kerja sama dengan dapur-dapur MBG maupun pasar antardaerah.
"APBD kita sangat terbatas, tetapi kita tidak boleh berdiam diri. Karena itu, setiap OPD saya minta aktif melihat peluang program di kementerian dan memperjuangkannya agar bisa hadir di Tapanuli Selatan. Kita harus terus bergerak untuk memperkuat ekonomi masyarakat," ujarnya.
Pada titik kunjungan berikutnya, di Desa Benteng Huraba, Kecamatan Batang Angkola, Bupati menyerahkan bantuan pupuk organik sebanyak 5,5 ton kepada Kelompok Tani setempat untuk mendukung pengembangan tanaman kelapa genjah seluas 5 hektare dengan kebutuhan 500 batang bibit.
Kepala Dinas Pertanian Taufik Batubara menjelaskan bahwa total nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp150 juta, termasuk dukungan bibit dan pupuk organik.
Bupati mengatakan kelapa genjah merupakan varietas unggul yang memiliki masa berbuah relatif lebih cepat, sehingga berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi petani. Ia meminta kelompok tani segera mempersiapkan lahan dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.
"Ini momentum yang tepat untuk menanam karena kita sudah memasuki musim hujan. Saya minta PPL terus mendampingi dan memastikan seluruh bantuan dimanfaatkan dengan baik. Kalau program ini berhasil, kita punya argumentasi yang kuat untuk memperjuangkan alokasi yang lebih besar pada tahun berikutnya," kata Gus Irawan.
Selain menyerahkan bantuan, Bupati juga meminta Dinas Pertanian mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian yang tersedia agar dapat digunakan secara bergiliran oleh masyarakat, khususnya untuk mendukung pengolahan lahan pertanian.
Dalam arahannya di sejumlah lokasi, Gus Irawan menegaskan bahwa Tourdes merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk turun langsung ke desa secara berkala bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan pimpinan OPD. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung setiap dua minggu guna memastikan program pembangunan berjalan sesuai sasaran.
Melalui kunjungan lapangan, pemerintah tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga mendengarkan langsung aspirasi kelompok tani, mengidentifikasi kendala, serta memastikan tindak lanjut terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu persoalan yang turut mendapat perhatian Bupati adalah keluhan masyarakat mengenai proses pengajuan pembiayaan usaha melalui Bank Sumut. Ia meminta agar seluruh kendala diinventarisasi oleh camat dan dilaporkan untuk dikoordinasikan dengan pihak perbankan sehingga pelayanan pembiayaan dapat berjalan lebih cepat.
Bupati juga mengingatkan bahwa bantuan pemerintah harus menjadi stimulus bagi masyarakat untuk semakin mandiri, bukan menumbuhkan ketergantungan.
"Inti dari seluruh program ini adalah bagaimana ekonomi masyarakat meningkat dan kesejahteraan masyarakat Tapanuli Selatan semakin baik. Pemerintah hadir sebagai pendorong, tetapi keberhasilan akhirnya sangat ditentukan oleh kesungguhan kelompok tani dan masyarakat dalam mengelolanya," pungkasnya.
Melalui rangkaian Tourdes tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menegaskan arah pembangunan ekonomi berbasis potensi desa, dengan memperkuat keterpaduan sektor pertanian, perikanan, peternakan, hilirisasi, serta perluasan akses pasar. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari agenda Tapsel Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat menuju masyarakat yang lebih produktif, mandiri, dan sejahtera.
Next News

Bupati Gus Irawan Paparkan Program Unggulan Tapsel dalam Verifikasi I-SIM 2026, Usung Dalihan Na Tolu Hijau untuk Akselerasi SDGs 2030
13 hours ago

Panen Jagung Kelompok Cinta Damai, Gus Irawan Perkuat Ekonomi Petani Lewat KUR 0 Persen
13 hours ago

Pastikan Huntap Siap Dihuni, Gus Irawan Kawal Pembangunan SPAM 50 Liter/Detik di Batang Toru
13 hours ago

Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Minggu 8 November 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
7 hours ago

Hari ke-13 Operasi Patuh Toba 2026, Satlantas Madina Gencarkan Edukasi
a day ago

Pemko Medan Siapkan Layanan Pengaduan Berbasis WhatsApp AI, Ditargetkan Diluncurkan Desember 2026
a day ago

Pemprov Sumut Percepat Registrasi Perlinsos Digital, 1,1 Juta Kepala Keluarga Telah Terdaftar
2 days ago

Pemerintah Rencanakan Pembukaan Pendaftaran CPNS November 2026, Pelamar Diminta Persiapkan Diri
2 days ago

Kemenhaj Buka Seleksi Petugas Haji Daerah 2027, Cek Syarat dan Jadwalnya
2 days ago

Pengangguran Sumut Turun Jadi 442 Ribu Orang, Lulusan SMK Tertinggi
2 days ago





