Terungkap, Ini Rahasia Lantai Masjidil Haram Tetap Dingin Meski Cuaca Makkah Sangat Panas
Laila - Tuesday, 12 May 2026 | 11:35 AM


Cuaca di Makkah dikenal sangat panas, terutama saat musim haji dan umrah berlangsung. Suhu udara bahkan dapat mencapai 45 hingga 50 derajat Celsius pada siang hari. Namun menariknya, lantai di area tawaf Masjidil Haram tetap terasa sejuk ketika diinjak para jamaah, meskipun terpapar sinar matahari secara langsung.
Fenomena tersebut kerap menimbulkan rasa penasaran di kalangan jamaah. Tidak sedikit yang menduga bahwa lantai Masjidil Haram menggunakan sistem pendingin bawah tanah atau pipa air dingin untuk menjaga suhunya tetap rendah. Namun kenyataannya, rahasia utama berasal dari material marmer khusus yang digunakan pada area tersebut.
Menggunakan Marmer Khusus Asal Yunani
Lantai di area Mataf atau lokasi tawaf dilapisi dengan marmer khusus bernama Thassos Marble. Marmer ini diimpor langsung dari Yunani dan telah dikenal sejak lama sebagai salah satu material premium dengan kualitas tinggi.
Marmer Thassos memiliki warna putih cerah dan karakteristik unik yang mampu memantulkan panas matahari dengan sangat baik. Berbeda dengan material lain yang cenderung menyerap panas, marmer ini justru memiliki tingkat refleksi tinggi sehingga panas matahari tidak tersimpan di permukaannya.
Kemampuan tersebut membuat suhu lantai tetap terasa nyaman meski berada di bawah terik matahari ekstrem.
Ketebalan Marmer Membantu Menjaga Suhu
Selain jenis materialnya, faktor ketebalan marmer juga memiliki peran penting. Marmer yang digunakan di Masjidil Haram memiliki ketebalan sekitar lima sentimeter.
Ketebalan tersebut memungkinkan marmer menyimpan suhu dingin pada malam hari, ketika suhu udara di kawasan gurun menurun cukup drastis. Saat siang hari tiba, suhu dingin yang tersimpan di dalam marmer membantu menjaga permukaan lantai tetap sejuk.
Kombinasi antara kemampuan memantulkan panas dan menyimpan suhu dingin inilah yang membuat lantai Masjidil Haram terasa nyaman bagi jamaah.
Bukan Menggunakan Pendingin Bawah Tanah
Selama beberapa tahun terakhir, sempat beredar informasi bahwa terdapat jaringan pendingin aktif atau pipa air dingin di bawah lantai Masjidil Haram. Namun informasi tersebut telah dibantah oleh otoritas pengelola dua masjid suci di Arab Saudi.
Teknologi yang digunakan justru bersifat pasif dan mengandalkan karakter alami dari material marmer itu sendiri. Selain lebih efisien, metode tersebut juga dinilai lebih tahan lama dan ramah lingkungan.
Demi Kenyamanan Jamaah Beribadah
Penggunaan marmer premium dalam jumlah besar menunjukkan perhatian serius pemerintah Arab Saudi terhadap kenyamanan jamaah. Area Masjidil Haram yang sangat luas membutuhkan material berkualitas tinggi agar jamaah tetap nyaman beribadah meski cuaca sangat panas.
Selain penggunaan marmer khusus, kebersihan area masjid juga turut membantu menjaga suhu lantai tetap stabil. Petugas kebersihan secara rutin membersihkan area lantai menggunakan peralatan modern sehingga kondisi permukaan tetap terjaga.
Fenomena lantai dingin di Masjidil Haram menjadi bukti perpaduan antara teknologi material, desain arsitektur, dan perhatian terhadap kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadah.
Next News

Latihan Vokal untuk Pemula: Cara Melatih Suara Agar Lebih Merdu dan Stabil
in 4 hours

Mengenal Kolesterol: Penyebab, Risiko, dan Cara Menjaganya Tetap Normal
in 4 hours

Resep Sup Iga Sapi Gurih dan Lezat, Cocok Disajikan untuk Keluarga
in 4 hours

Mengenal Emas: Logam Mulia yang Bernilai Tinggi Sejak Zaman Kuno
in 4 hours

Mengapa Kita Sering Salah Menilai Waktu?
8 hours ago

Dari Mana Kutu Berasal? Ini Penjelasan yang Perlu Diketahui
in 4 hours

Mengapa Aroma Tertentu Bisa Membawa Kita ke Masa Lalu?
8 hours ago

Ponsel Nyatanya Lebih Kotor dari yang Kita Kira
8 hours ago

Apakah Air Mata Sedih dan Bahagia Berbeda?
8 hours ago

Mata Menyala Ketika Difoto Menggunakan Flash
8 hours ago





