Sabtu, 4 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Ternyata Ini yang Membuat Anak Kecil Susah Makan Nasi, Bukan Selalu Karena Pilih-Pilih Makanan

Nanda - Friday, 03 April 2026 | 12:00 PM

Background
Ternyata Ini yang Membuat Anak Kecil Susah Makan Nasi, Bukan Selalu Karena Pilih-Pilih Makanan

Nafsu makan anak memang bisa menurun setelah usia satu tahun

Salah satu alasan paling umum anak kecil tampak susah makan nasi adalah perubahan alami pada pertumbuhan. American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa setelah masa bayi yang pertumbuhannya sangat cepat, laju pertumbuhan balita melambat, dan nafsu makannya ikut menurun. Karena itu, anak yang dulu makan banyak bisa terlihat jauh lebih pemilih atau cepat kenyang saat memasuki usia toddler.

Lambung anak kecil masih kecil, jadi cepat kenyang

Balita juga punya kapasitas lambung yang kecil. HealthyChildren dari AAP menjelaskan bahwa anak usia toddler menggunakan banyak energi untuk tumbuh dan bermain, tetapi perut mereka kecil sehingga kadang tidak mampu makan banyak dalam satu waktu makan. Inilah sebabnya anak bisa terlihat menolak nasi, padahal sebenarnya ia hanya belum sanggup makan dalam porsi besar.

Anak mulai punya preferensi rasa dan tekstur

NHS menyebut balita memang wajar menolak makanan baru atau makanan tertentu. Penolakan ini sering berkaitan dengan tekstur, rasa, bau, atau tampilan makanan. Pada konteks nasi, sebagian anak mungkin merasa teksturnya terlalu lembek, terlalu pera, terlalu panas, atau kurang menarik dibanding lauk atau camilan yang rasanya lebih kuat. Jadi, masalahnya tidak selalu pada "tidak mau makan," tetapi bisa pada preferensi sensorik terhadap jenis makanan tertentu.

Anak bisa bosan kalau makan selalu terasa monoton

Pada usia kecil, anak juga sedang belajar mandiri dan menunjukkan kesukaan pribadi. AAP menjelaskan bahwa makanan favorit anak bisa berubah-ubah dengan cepat. Hari ini suka, besok bisa ditolak. Karena itu, jika nasi disajikan dengan bentuk dan cara yang sama terus-menerus, anak bisa tampak bosan dan menolaknya, meski sebenarnya ia tetap lapar.

Terlalu banyak camilan atau minuman manis bisa membuat anak tidak tertarik pada nasi

Meski sumber yang saya pakai tidak membahas nasi secara khusus, panduan balita dari AAP dan NHS menekankan pentingnya pola makan teratur serta snack yang seimbang. Jika anak terlalu sering minum susu, jus, atau ngemil dekat jam makan, ia bisa sudah kenyang duluan sebelum waktu makan utama tiba. Akibatnya, nasi yang seharusnya menjadi sumber energi utama justru ditolak.



Sembelit juga bisa membuat anak malas makan

Masalah pencernaan seperti konstipasi termasuk penyebab yang sering luput. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa konstipasi adalah masalah yang umum pada anak. Saat perut terasa penuh, keras, atau tidak nyaman, anak bisa kehilangan selera makan dan tampak menolak makanan utama, termasuk nasi. Jadi, kalau anak susah makan sambil tampak kembung, jarang BAB, atau mengejan, penyebabnya bisa bukan sekadar picky eater.

Rasa cemas atau suasana makan yang menegangkan juga berpengaruh

Mayo Clinic menjelaskan bahwa kecemasan pada anak dapat memicu gangguan fisik seperti sakit perut dan penurunan nafsu makan. Selain itu, tekanan berlebihan saat makan bisa membuat anak makin menolak makanan. Jika setiap waktu makan berubah menjadi momen dipaksa, dimarahi, atau dikejar-kejar, anak bisa mengaitkan nasi dan meja makan dengan stres, bukan rasa nyaman.

Bisa jadi anak sedang sakit atau tidak enak badan

Anak yang sedang pilek, radang tenggorokan, tumbuh gigi, atau merasa tidak nyaman umumnya memang lebih sulit makan. Cleveland Clinic menempatkan penyakit sebagai salah satu penyebab umum berkurangnya nafsu makan pada anak. Dalam situasi seperti ini, penolakan terhadap nasi bisa hanya bersifat sementara sampai kondisi tubuhnya membaik.

Tidak semua susah makan itu normal

Meski picky eating cukup umum, ada batas ketika orang tua perlu waspada. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa picky eating biasa berbeda dengan ARFID atau pediatric feeding disorder. Tanda bahaya antara lain pilihan makanan yang sangat terbatas, tidak mau kelompok makanan penting sama sekali, berat badan sulit naik, gangguan tumbuh kembang, atau masalah nutrisi. Jadi, bila anak bukan cuma menolak nasi tetapi juga makanannya makin sempit dan memengaruhi kesehatan, sebaiknya diperiksa.

Apa yang bisa dilakukan orang tua?

Panduan AAP dan NHS menyarankan orang tua untuk tidak terlalu fokus pada apa yang anak makan dalam satu kali makan atau dalam satu hari. Yang lebih penting adalah pola makan selama seminggu, pertumbuhan anak, dan suasana makan yang positif. Makanan baru atau yang ditolak juga sering perlu ditawarkan berulang kali, bukan langsung dianggap anak tidak suka selamanya. Cleveland Clinic menyebut beberapa anak perlu dikenalkan pada makanan 10 sampai 15 kali sebelum bisa menerimanya.