Senin, 8 Juni 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Terlihat Sulit Membaca Maps? Studi Ungkap Cara Otak Perempuan dan Laki-Laki Memproses Arah Berbeda

Laila - Monday, 08 June 2026 | 09:32 PM

Background
Terlihat Sulit Membaca Maps? Studi Ungkap Cara Otak Perempuan dan Laki-Laki Memproses Arah Berbeda

Terlihat Sulit Membaca Maps? Studi Ungkap Cara Otak Perempuan Memproses Arah Berbeda

Pernah mendengar anggapan bahwa perempuan lebih sering tersesat atau kesulitan membaca peta dibandingkan laki-laki? Meski terdengar seperti stereotip, sejumlah penelitian neurosains memang menemukan adanya perbedaan strategi navigasi yang umum digunakan oleh perempuan dan laki-laki.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa perbedaan tersebut bukan berarti salah satu kelompok lebih pintar atau lebih unggul dalam menentukan arah. Perbedaannya lebih terletak pada cara otak memproses informasi ruang dan lingkungan.

Strategi Navigasi yang Berbeda

Dalam berbagai penelitian, banyak perempuan cenderung menggunakan patokan visual (landmark) saat bernavigasi. Misalnya dengan mengingat:

  • Gedung tertentu.
  • Warna bangunan.
  • Persimpangan jalan.
  • Toko atau objek yang mencolok.
  • Bentuk lingkungan sekitar.

Sementara itu, laki-laki lebih sering menggunakan orientasi spasial global, seperti:

  • Arah utara, selatan, timur, dan barat.
  • Jarak tempuh.
  • Posisi relatif suatu lokasi.
  • Gambaran peta secara menyeluruh.

Meski demikian, ini merupakan kecenderungan umum dan tidak berlaku untuk semua individu.



Mengapa Peta Digital Kadang Terasa Sulit?

Aplikasi peta digital sering kali menampilkan informasi dalam bentuk arah, rotasi peta, serta posisi pengguna yang terus berubah. Kondisi ini dapat menuntut kemampuan orientasi spasial yang berbeda dari sekadar mengingat patokan visual.

Bagi sebagian orang yang lebih terbiasa menggunakan landmark, memahami perubahan arah pada layar ponsel terkadang membutuhkan penyesuaian tambahan.

Bukan Soal Kemampuan

Para ahli menekankan bahwa kemampuan navigasi dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pengalaman, lingkungan, kebiasaan, dan latihan.

Dengan kata lain, ketika seseorang tampak kesulitan membaca maps, hal tersebut tidak otomatis menunjukkan kemampuan yang lebih rendah. Otak hanya menggunakan strategi yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama.

Bahkan sejumlah penelitian menunjukkan bahwa latihan dan pengalaman dapat meningkatkan kemampuan navigasi siapa pun, terlepas dari jenis kelamin.



Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Navigasi

Selain perbedaan strategi, kemampuan menentukan arah juga dipengaruhi oleh:

  • Frekuensi bepergian ke tempat baru.
  • Pengalaman menggunakan peta.
  • Tingkat konsentrasi.
  • Kondisi lingkungan.
  • Kebiasaan mengingat rute perjalanan.

Karena itu, kemampuan membaca peta dapat berkembang seiring waktu dan latihan.

Kesimpulan

Penelitian neurosains menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki sering menggunakan pendekatan yang berbeda saat bernavigasi. Banyak perempuan cenderung mengandalkan patokan visual, sementara laki-laki lebih sering menggunakan orientasi arah dan gambaran ruang secara menyeluruh. Perbedaan ini bukan soal kemampuan, melainkan variasi cara otak memproses informasi spasial. Dengan latihan dan pengalaman yang cukup, kemampuan membaca peta dapat ditingkatkan oleh siapa saja.