Senin, 23 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Tekanan Darah Naik Saat Emosi, Apakah Berbahaya?

Liaa - Sunday, 22 February 2026 | 09:58 AM

Background
Tekanan Darah Naik Saat Emosi, Apakah Berbahaya?

Mengapa Tekanan Darah Naik Saat Emosi?

Saat seseorang marah, cemas, atau stres, tubuh mengaktifkan sistem "fight or flight" (lawan atau lari). Kelenjar adrenal melepaskan hormon adrenalin dan kortisol, yang menyebabkan:

•Detak jantung meningkat

•Pembuluh darah menyempit

•Tekanan darah naik



Menurut penjelasan dari American Heart Association, respons ini sebenarnya normal dan bersifat sementara. Namun masalah muncul jika stres emosional terjadi berulang dalam jangka panjang.

Seberapa Tinggi Kenaikannya?

Dalam kondisi marah atau stres berat, tekanan darah bisa melonjak hingga 20–30 mmHg lebih tinggi dari kondisi normal. Pada orang dengan hipertensi, lonjakan ini bisa lebih signifikan dan berisiko.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Psychological Association menunjukkan bahwa stres kronis berkontribusi terhadap peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Apakah Berbahaya?



Jika hanya sesekali, lonjakan tekanan darah karena emosi biasanya tidak menyebabkan kerusakan permanen.

Namun, jika terjadi sering dan berlangsung lama, dapat menyebabkan:

•Penebalan dinding arteri

•Peningkatan risiko serangan jantung

•Risiko stroke



•Gangguan irama jantung

Ahli jantung menyebut bahwa stres emosional kronis dapat memicu inflamasi pembuluh darah dan mempercepat aterosklerosis (pengerasan arteri).

Siapa yang Paling Berisiko?

•Penderita hipertensi

•Usia di atas 40 tahun



•Orang dengan riwayat penyakit jantung

•Individu dengan stres rumah tangga atau pekerjaan berkepanjangan

Dalam konteks keluarga, tekanan emosi yang terus-menerus — misalnya konflik rumah tangga, beban mental ibu, atau tekanan finansial — dapat berdampak nyata pada kesehatan jantung.

Bagaimana Cara Mengendalikan Lonjakan Tekanan Darah Saat Emosi?

•Tarik napas dalam 4–7–8 (teknik pernapasan menenangkan).



•Berhenti sejenak sebelum merespons konflik.

•Jalan kaki 10–15 menit untuk menurunkan hormon stres.

•Kurangi konsumsi kafein berlebihan.

•Latihan relaksasi seperti meditasi atau doa.

Kapan Harus Waspada?



Segera periksa ke dokter jika lonjakan tekanan darah disertai:

•Nyeri dada

•Sakit kepala hebat

•Sesak napas

•Penglihatan kabur



•Tekanan darah di atas 180/120 mmHg

Itu bisa menjadi tanda krisis hipertensi yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kesimpulan

Tekanan darah naik saat emosi adalah respons alami tubuh. Namun jika terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Mengelola emosi bukan hanya soal kesehatan mental, tetapi juga perlindungan bagi jantung kita.

Menjaga hati tetap tenang berarti menjaga tekanan darah tetap stabil.



Tags