Tapsel Fokus Bangkitkan Pertanian, KTNA Resmi Gelar Rembug Paripurna 2026–2031
RAU - Monday, 18 May 2026 | 04:23 PM


SIPIROK — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus memperkuat sinergi pembangunan sektor pertanian dan perikanan melalui pelaksanaan Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tapanuli Selatan Tahun 2026 untuk periode 2026–2031, yang digelar di Aula Dinas Pertanian Tapsel, Sipirok, Senin (18/05/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu yang diwakili oleh Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga.
Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah sekaligus kunci dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengungkapkan bahwa Tapanuli Selatan sempat terdampak bencana alam pada November 2025 yang melanda 14 dari 15 kecamatan. Meski demikian, pemerintah daerah bersama para petani tetap berupaya bangkit melalui penguatan produksi dan inovasi di sektor pertanian.
"Situasi tersebut memang berat, namun semangat Bupati sangat kuat untuk mendorong kebangkitan sektor pertanian demi kesejahteraan petani," ujar Wakil Bupati.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemkab Tapsel tengah menjalankan sejumlah program strategis untuk memperkuat sektor pertanian, salah satunya kerja sama pembiayaan dengan Bank Sumut melalui kredit pertanian berbunga 0 persen khusus petani jagung.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi jagung daerah sekaligus mendukung kebutuhan pakan ternak serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Polri dalam pengembangan kawasan pertanian jagung, serta dukungan Bank Indonesia melalui bantuan benih padi unggul varietas Gamagora yang diklaim mampu menghasilkan hingga 9,6 ton per hektare.
"Program ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan pertanian. Kami berharap KTNA dapat menjadi penggerak utama di lapangan," tambahnya.
Wakil Bupati juga secara resmi membuka Rembug Paripurna KTNA Tapsel 2026 dengan harapan organisasi tersebut semakin solid dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pertanian berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KTNA Tapsel H. Syahrul M. Pasaribu menegaskan bahwa KTNA memiliki peran penting sebagai wadah perjuangan petani dan nelayan dalam menyuarakan kepentingan pelaku utama sektor pertanian.
Ia menyebut KTNA bukan hanya organisasi formal, melainkan jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan petani di lapangan.
"KTNA perlu memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas, serta memperluas kolaborasi lintas sektor agar pertanian Tapsel semakin maju dan berdaya saing," ujarnya.
Ketua KTNA Sumatera Utara, Ir. Purnama Dewi Daulay, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa KTNA merupakan organisasi yang lahir dari, oleh, dan untuk petani sejak 1971. Ia mengajak seluruh pengurus untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan program pertanian.
Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) KTNA di Gorontalo pada 20–25 Juni mendatang dan berharap Tapsel dapat mengirimkan delegasi petani terbaik untuk mengikuti ajang tersebut.
"Penas menjadi wadah pertukaran inovasi antarpetani se-Indonesia. Kami berharap Tapsel bisa aktif berpartisipasi," katanya.
Ketua KTNA Tapsel, Juang Pakpahan, menjelaskan bahwa Rembug Paripurna ini juga menjadi agenda organisasi untuk pembaruan kepengurusan karena masa jabatan sebelumnya telah berakhir.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Tapsel dan Dinas Pertanian atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, KTNA tumbuh dari kelompok tani hingga tingkat nasional sebagai organisasi yang dibangun atas inisiatif petani untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Rembug Paripurna KTNA Tapanuli Selatan 2026 ini turut dihadiri anggota DPRD Tapsel, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, jajaran Dinas Pertanian Tapsel, pengurus KTNA kecamatan, penyuluh pertanian, tokoh petani, serta undangan lainnya.
Next News

Matcha Yang Lagi Viral.Benarkah Bisa Membantu Fokus Lebih Baik daripada Kopi?
in 7 hours

Mie Instan Bukan Berbahaya, Tapi Minim Gizi: Nikmat yang Sering Disalahpahami
in 6 hours

Mata Kedutan Jadi Ramalan Masa Depan? Yuk, Simak Fakta Uniknya
in 5 hours

18 Mei,Hari Museum Internasional
in 4 hours

Jangan Lewatkan! Keutamaan Dzulhijjah yang Sering Terlupakan
in 2 hours

Mengenal 4 Jenis Roti India Populer: Naan, Chapati, Paratha, dan Papadam
in an hour

Hari Besar 18 Mei: Hari Museum Internasional hingga Hari Vaksin AIDS Sedunia
in an hour

Bahaya Doomscrolling Drama: Tahu-Tahu Waktu Istirahat Sudah Habis
in an hour

Perbedaan Skin Tone dan Undertone Kulit: Cara Menentukan dan Manfaat Mengetahuinya
in an hour

Teras Makin Cantik! 9 Bunga Gantung yang Tahan Terik Matahari
in an hour





