Selasa, 26 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Musik

Susah Move On? Kenali Istilah Haunting ala Stevan Pasaribu dan Shanna Shannon

Liaa - Tuesday, 26 May 2026 | 08:55 PM

Background
Susah Move On? Kenali Istilah Haunting ala Stevan Pasaribu dan Shanna Shannon

Seni Stalking Mantan lewat Melodi: Membedah Makna di Balik Lagu Haunting

Pernah nggak sih kamu merasa sudah putus, sudah bilang selamat tinggal, tapi jempol rasanya gatal banget ingin buka profil Instagram mantan? Atau tiba-tiba kamu jadi detektif dadakan, ngecekin siapa saja yang baru dia follow atau siapa yang rajin kasih 'love' di postingan terbarunya. Kalau kamu pernah atau sedang berada di fase absurd ini, selamat, kamu sedang mengalami apa yang disebut Stevan Pasaribu dan Shanna Shannon sebagai kondisi Haunting.

Lagu "Haunting" yang diciptakan oleh tangan dingin sang maestro galau Indonesia, Melly Goeslaw, bukan sekadar pelengkap playlist buat nemenin hujan. Lagu ini adalah potret nyata dari ego manusia modern yang terjebak di antara gengsi dan rindu. Sejak dirilis, kolaborasi Stevan dan Shanna ini langsung nangkring di berbagai chart musik, bukan cuma karena suaranya yang merdu, tapi karena liriknya "menampar" banyak orang yang pura-pura tegar padahal masih sering scrolling akun mantan pakai second account.

Gengsi Setinggi Langit, Rindu Sedalam Samudra

Secara harfiah, "Haunting" berarti menghantui. Namun, dalam konteks lagu ini, hantunya bukan sosok putih bermata bolong yang muncul di pojok kamar, melainkan bayang-bayang masa lalu yang nggak mau pergi. Stevan Pasaribu dan Shanna Shannon menceritakan dua orang yang sebenarnya sudah selesai secara hubungan formal, tapi secara batin masih saling "mengawasi".

Ada satu narasi menarik yang dibangun dalam lagu ini: keinginan untuk tahu kabar tapi ogah untuk menyapa duluan. Ini adalah fenomena tipikal anak muda zaman sekarang. Kita sering kali merasa kalau menyapa duluan setelah putus itu tandanya kita kalah. Jadi, solusinya apa? Ya, stalking secara diam-diam. Kita ingin tahu dia lagi di mana, makan sama siapa, dan yang paling penting—apakah dia sudah punya gebetan baru atau belum.

Liriknya dengan gamblang menggambarkan situasi "silent monitoring" ini. Stevan dengan suaranya yang powerfull menggambarkan sisi laki-laki yang mungkin terlihat cuek di permukaan, tapi di balik layar ponselnya, dia masih mencari tahu keberadaan sang mantan. Sementara Shanna, dengan karakter vokalnya yang lembut namun rapuh, mewakili perasaan bimbang seorang perempuan yang sulit melepaskan kenangan sepenuhnya.



Melly Goeslaw dan Racikan Galau yang Akurat

Kita harus angkat topi buat Melly Goeslaw. Beliau memang paling paham cara mengobok-obok emosi pendengarnya. Di lagu "Haunting", Melly nggak pakai kata-kata puitis yang terlalu berat sampai harus buka KBBI untuk memahaminya. Justru kekuatannya ada pada kesederhanaan diksi yang sangat relate dengan keseharian kita.

Makna lagu ini terasa sangat dalam karena menyentuh sisi toxic yang sering dianggap wajar: kepo. Kepo di sini bukan sekadar ingin tahu, tapi lebih ke arah obsesi kecil yang bikin kita nggak maju-maju. Ada kalimat dalam liriknya yang menyiratkan bahwa meski raga tak lagi bersama, pikiran tetap terpenjara pada rutinitas orang yang pernah kita sayang. Ini adalah fase transisi yang paling menyakitkan, di mana kita sudah jadi "orang asing" tapi masih merasa punya hak untuk tahu segalanya tentang dia.

Kenapa Kita Begitu Menikmati Haunting?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa lagu sesedih ini malah laku keras? Jawabannya simpel: karena manusia itu masokis dalam hal perasaan. Kita suka mendengarkan lagu yang memvalidasi kesedihan kita. Saat mendengarkan "Haunting", para pendengar merasa nggak sendirian dalam kegabutannya mengintip profil mantan jam dua pagi.

Secara musikalitas, aransemen lagu ini sangat mendukung narasi yang dibangun. Diawali dengan denting piano yang minimalis, lalu perlahan naik intensitasnya seiring dengan emosi yang memuncak. Dialog antara Stevan dan Shanna di tengah lagu seolah-olah menjadi perdebatan batin antara dua orang yang saling merindu namun terhalang oleh ego masing-masing. Mereka seolah berbicara lewat udara, karena di dunia nyata, mereka mungkin sudah saling blokir atau minimal sudah nggak saling bicara.

Pendapat saya pribadi, lagu ini adalah pengingat bahwa "moving on" itu bukan sebuah garis lurus. Ada kalanya kita maju dua langkah, lalu mundur tiga langkah karena nggak sengaja melihat story teman yang memperlihatkan mantan kita lagi ketawa bahagia. Dan itu manusiawi. Stevan dan Shanna berhasil menyampaikan pesan bahwa proses merelakan itu memang berdarah-darah, penuh dengan aksi stalking yang sebenarnya hanya menyakiti diri sendiri.



Kesimpulan: Berhenti Menghantui atau Terus Terhantui?

Pada akhirnya, "Haunting" karya Stevan Pasaribu dan Shanna Shannon ini menjadi sebuah refleksi bagi kita semua. Apakah kita akan terus-menerus menjadi hantu di kehidupan orang lain yang sudah tidak menginginkan kita? Atau kita akan membiarkan diri kita terus dihantui oleh rasa ingin tahu yang tak ada ujungnya?

Lagu ini memberikan kita cermin. Stalking mantan mungkin terasa seperti obat penenang sesaat, tapi kenyataannya itu hanyalah racun yang dibungkus rasa penasaran. Makna lagu ini sangat jelas: ada rasa yang belum tuntas, ada rindu yang tertahan, namun ada realita yang harus dihadapi bahwa hidup harus terus berjalan meski tanpa dirinya di sisi.

Jadi, buat kamu yang malam ini masih sibuk nge-refresh profil mantan sambil dengerin lagu ini, cobalah tarik napas dalam-dalam. Nikmati saja lagunya, resapi kegalauannya, tapi jangan lupa untuk menutup aplikasinya dan mulai tidur. Karena seperti kata pepatah lama, rumah yang dihantui tidak akan pernah terasa nyaman untuk ditempati. Begitu juga dengan hatimu yang terus menghantui masa lalu.