Senin, 25 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Musik

Bukannya seperti kura-kura, nah ini dia lagu baru dari stand here alone yang judulnya kura-kura duet dengan tresno dari Tipe-X

Liaa - Monday, 25 May 2026 | 11:27 AM

Background
Bukannya seperti kura-kura, nah ini dia lagu baru dari stand here alone yang judulnya kura-kura duet dengan tresno dari Tipe-X

Betul banget! Lagu tersebut adalah singel kolaborasi apik dari Stand Here Alone yang menggandeng vokalis Tipe-X, Tresno Riadi. Lagu ini memadukan energi musik pop-punk khas Stand Here Alone dengan sentuhan ska yang kental.

Lagu "Kura-Kura" dari Stand Here Alone (SHA) yang berkolaborasi dengan Tresno (vokalis band Tipe-X) memiliki makna yang sangat relatable dengan kehidupan sehari-hari, terutama seputar dinamika pertemanan dan lingkungan sosial yang beracun (toxic).

Gagasan utama dari lagu ini bertumpu pada peribahasa populer Indonesia: "Kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu."

Berikut adalah bedah makna dan pesan yang tersirat di balik lagu tersebut:

1. Sindiran untuk Teman yang Munafik (Fake Friends)



Lagu ini secara lugas menceritakan kekesalan terhadap seseorang (atau sekelompok teman) yang bermuka dua. Mereka adalah tipe orang yang bersikap sangat manis dan seolah mendukung di depan kita, namun ternyata suka menjelek-jelekkan, mencari celah, atau menusuk dari belakang saat kita tidak ada.

2. Memilih Diam Bukan Berarti Bodoh

Konsep "pura-pura tidak tahu" adalah inti dari sikap tokoh dalam lagu ini. Ketika seseorang dikhianati atau dibohongi, insting pertamanya mungkin adalah marah. Namun, lagu ini mengambil pendekatan berbeda: sang tokoh sebenarnya tahu persis kebusukan dan kebohongan orang tersebut, tapi ia memilih untuk diam dan bermain bodoh (pura-pura tidak tahu). Ini adalah bentuk kontrol diri—mengamati orang lain membuat kebohongan demi kebohongan sambil menertawakannya dalam hati.

3. Sarkasme yang Dibalut Irama Santai

Kehadiran Tresno memberikan elemen ska yang sangat kental ke dalam musik melodic punk khas Stand Here Alone. Perpaduan genre ini menciptakan nuansa lagu yang sangat upbeat, energik, dan asyik dibuat berjoget (pogo). Hal ini membuat liriknya yang sebenarnya berisi kemarahan dan kekecewaan berubah menjadi sebuah sarkasme yang elegan. Seolah mereka ingin bilang, "Gue tahu kelakuan busuk lo, tapi gue bawa santai aja."



4. Sindiran terhadap Budaya "Julid"

Lagu ini juga menampar realita sosial di mana banyak orang merasa dirinya paling benar, suka ikut campur urusan orang lain, dan gemar menghakimi. Lewat lagu ini, SHA dan Tresno mengajak pendengarnya untuk tidak membuang energi meladeni orang-orang seperti itu.