Kena Racun Tiramisu Cake? Ini Alasan Lagu Viral Bikin Candu
Liaa - Wednesday, 20 May 2026 | 09:25 PM


Fenomena Tiramisu Cake: Ketika Lagu Lawas Mendadak Jadi Sarapan Wajib di FYP Kita
Pernah nggak sih kalian bangun tidur, niatnya mau langsung produktif, tapi tiba-tiba di dalam kepala udah berkumandang lirik: "Tiramisu cake, tiramisu cake..." secara berulang-ulang? Kalau iya, tenang, kalian nggak sendirian. Kalian nggak lagi kena santet kuliner atau apa pun itu. Kalian cuma sedang menjadi korban dari keganasan algoritma media sosial yang belakangan ini lagi hobi banget nyodorin lagu manis nan adiktif ini ke telinga kita semua.
Lagu "Tiramisu Cake" ini ibarat camilan tengah malam yang nggak sengaja kita temukan di kulkas; awalnya cuma iseng pengen coba satu gigitan, eh tahu-tahu habis satu loyang. Fenomena ini menarik banget buat dibahas, bukan cuma karena lagunya enak, tapi karena perjalanan lagu ini sampai bisa viral lagi itu punya plot twist yang lumayan seru. Jadi, mending kita bedah bareng-bareng sambil bayangin rasa kopi dan sepotong kue benerannya.
Bukan Lagu Baru, Tapi "Harta Karun" yang Tergali Kembali
Banyak yang mengira kalau lagu ini adalah rilisan terbaru tahun 2024. Padahal, kalau kita mau sedikit "ngulik," lagu "Tiramisu Cake" aslinya dirilis tahun 2018 oleh sebuah band indie asal Korea Selatan bernama We Are The Night. Band ini emang punya spesialisasi di genre synth-pop yang dreamy dan asyik buat nemenin bengong sore-sore. Versi aslinya sebenernya udah cukup populer di kalangan pecinta musik indie K-Pop, tapi skalanya belum sampai "meledak" seperti sekarang.
Terus, kenapa sekarang semua orang dari Jakarta sampai Seoul kayak kesurupan lagu ini? Jawabannya ada pada sosok aktor Kim Sung-cheol. Buat yang nonton drama musikal atau serial Korea kayak Our Beloved Summer atau Vincenzo, pasti kenal muka cowok satu ini. Ternyata, Kim Sung-cheol pernah meng-cover lagu ini untuk drama spesial berjudul To. Jenny beberapa tahun lalu. Versi yang dia bawain itu terasa lebih playful, ringan, dan jujurly, suara dia emang "candu" banget buat didengerin.
Entah siapa yang memulai, cuplikan Kim Sung-cheol nyanyi lagu ini mendadak muncul lagi di TikTok dan Instagram Reels. Ditambah lagi dengan adanya dance challenge simpel yang bisa dilakuin siapa aja tanpa harus punya skill nari setingkat member NCT. Akhirnya, terjadilah efek bola salju: satu orang pakai lagunya, ribuan orang lainnya ikutan, dan boom! "Tiramisu Cake" resmi jadi lagu kebangsaan warga internet bulan ini.
Kenapa Otak Kita Susah Banget Move On dari Lagu Ini?
Kalau kita bicara secara ilmiah—tapi versinya santai aja ya—lagu ini punya struktur yang emang didesain buat jadi earworm. Liriknya repetitif, nadanya ceria, dan temponya pas banget buat bikin mood naik. Di tengah gempuran berita dunia yang makin berat dan drama media sosial yang nggak ada habisnya, lagu "Tiramisu Cake" hadir sebagai escapism atau pelarian yang manis.
Gini lho, dengerin lagu ini tuh rasanya kayak kita lagi jalan-jalan di supermarket terus nggak sengaja dapet diskon 50 persen. Ada rasa seneng yang sederhana gitu. Selain itu, tren "Tiramisu Cake" ini juga didukung sama visual para idol K-Pop yang ikutan tantangannya. Bayangin aja, idol favorit kalian melakukan gerakan lucu dengan latar musik yang "gemoy" ini. Gimana fans nggak langsung pencet tombol share?
Banyak orang bilang ini adalah fenomena brain rot, alias konten yang bikin otak terasa kosong tapi kita tetep aja menikmatinya. Tapi menurut saya pribadi, nggak ada yang salah dengan itu. Hidup udah capek, masa dengerin lagu aja harus yang filosofinya sedalam palung Mariana terus? Sekali-sekali dengerin lagu tentang kue tiramisu ya nggak dosa-dosa amat lah.
Dari Lagu ke Identitas Pop Culture
Yang menarik dari viralnya "Tiramisu Cake" adalah bagaimana sebuah lagu bisa berubah fungsi. Sekarang, lagu ini bukan cuma soal musik, tapi soal estetika. Banyak konten kreator yang pakai lagu ini buat nunjukin OOTD (Outfit of the Day) mereka yang bertema soft boy atau soft girl, atau bahkan buat transisi makeup yang tadinya kusam jadi glowing maksimal.
Di Indonesia sendiri, tren ini juga gila-gilaan. Dari anak sekolah sampai mbak-mbak kantoran, semua kayak punya kewajiban buat minimal sekali bikin konten pakai lagu ini. Efeknya apa? Penjualan kue tiramisu di beberapa toko roti kabarnya sempet naik juga lho gara-gara orang jadi ngidam gara-gara dengerin lagunya terus. Kekuatan marketing organik yang kayak gini nih yang nggak bisa dibeli pakai iklan mahal.
Pelajaran dari Tiramisu Cake: Sesuatu yang Tulus Pasti Ketemu Jalannya
Kalau kita tarik kesimpulan yang agak serius sedikit, fenomena lagu ini ngasih tahu kita kalau karya yang bagus itu nggak bakal basi. Lagu tahun 2018 bisa meledak di tahun 2024 karena emang dasarnya enak dan dibawain dengan penuh perasaan (terima kasih Kim Sung-cheol!). Ini juga membuktikan kalau kekuatan internet itu bener-bener nggak bisa diprediksi. Kita nggak pernah tahu lagu mana yang bakal jadi tren besok pagi.
Jadi, buat kalian yang sekarang masih terngiang-ngiang "Tiramisu cake, tiramisu cake...", nikmatin aja. Nggak usah dilawan. Mending kalian pesen kopi, beli sepotong kue, terus ikut goyang tipis-tipis di depan kamera. Karena pada akhirnya, dunia ini emang butuh lebih banyak hal-hal manis dan sederhana kayak lagu ini buat bikin kita tetep waras menjalani hari.
Terima kasih We Are The Night sudah menciptakan lagunya, dan terima kasih Kim Sung-cheol sudah membawakannya kembali dengan versi yang bikin telinga kita semua "diabetes" saking manisnya. Kira-kira setelah ini, kue apalagi ya yang bakal dibikinin lagu dan jadi viral? Martabak manis? Seblak? Kita tunggu aja kejutan dari internet!
Next News

Pesan Haru di Balik Lagu Langit Favorit dari Luthfi Aulia
13 hours ago

Sering Dengar Talking to the Moon Ini Makna di Balik Lagunya
a day ago

Jejak Karier Zivilia dan Ledakan Lagu Aishiteru
a day ago

Menelusuri Makna Puitis di Balik Lagu Ikonis Ayat Ayat Cinta
a day ago

Logo Spotify Ganti Jadi Baru! Ini Perubahan Ikonik yang Bikin Tampilan Makin Modern
a day ago

Pernah Ngerasa Dia Suka Tapi Kayak Nggak Suka? Ini Makna Lagu HARRA - "Celah Hati" + Lirik Lengkapnya
a day ago

Menyelami Makna Percayalah Milik Last Child Lagu Kebangsaan Pejuang Jarak dan Kepercayaan
3 days ago

Band Juicy Luicy Baru Saja Rilis Lagu Baru Yang Berjudul Gurun Hujan
5 days ago

Jatuh Suka Fase Paling Manis yang Digambarkan Indah Oleh Tulus
5 days ago

Soundtrack Mei 2026 Dari Galau Brutal Sampai City-Pop
6 days ago




