Senin, 25 Mei 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Musik

Kenapa Lagu Tahun 2000-an Selalu Terasa Estetik bagi Gen Z?

Liaa - Sunday, 24 May 2026 | 02:40 PM

Background
Kenapa Lagu Tahun 2000-an Selalu Terasa Estetik bagi Gen Z?

Nostalgia Playlist 2000-an: Alasan Kenapa Lagu Zaman Dulu Masih Juara di Kuping Kita

Pernah nggak sih kalian lagi di kafe, terus tiba-tiba terdengar denting piano lagu Kerispatih atau petikan gitar Peterpan, dan seketika seisi ruangan kayak kena sihir? Tiba-tiba saja, orang yang tadinya sibuk sama laptop masing-masing jadi manggut-manggut pelan, bahkan ada yang nekat nyanyi tipis-tipis di balik kopinya. Itulah kekuatan lagu-lagu tahun 2000-an. Ada semacam magis yang bikin generasi milenial merasa pulang ke rumah, sementara Gen Z merasa menemukan 'harta karun' yang estetik.

Kalau kita tarik mundur sedikit, era 2000-an itu adalah masa keemasan industri musik Indonesia. Masa di mana kita masih nungguin tangga lagu MTV Ampuh, nuker-nuker ringtone polifonik lewat infrared, sampai bela-belain beli kaset pita atau CD original di toko musik. Nggak heran kalau lagu-lagu dari era ini punya 'nyawa' yang kuat banget. Liriknya puitis tapi nggak lebay, melodi-melodinya juga gampang nempel di otak alias earworm parah. Nah, buat kalian yang pengen bikin playlist nostalgia atau sekadar pengen tahu kenapa kakak-kakak kalian susah move on dari band zaman dulu, berikut adalah rekomendasi lagu 2000-an yang sampai sekarang masih hits dan wajib masuk antrean Spotify kamu.

1. Sheila on 7 - Dan

Rasanya berdosa kalau bikin daftar lagu hits tanpa memasukkan nama Duta, Eross, dan Adam. Sheila on 7 itu anomali. Mereka adalah band yang nggak punya pembenci. Lagu 'Dan' sebenarnya rilis di penghujung 90-an, tapi gaungnya meledak luar biasa di awal 2000-an. Lagu ini adalah lagu wajib nasional bagi siapa pun yang baru belajar gitar. Liriknya sederhana tapi dalemnya minta ampun. Sampai sekarang, kalau Sheila on 7 manggung, lagu ini pasti bikin penonton kompak koor massal. Seolah-olah rasa sakit hati yang diceritakan di lagu itu adalah milik kita semua.

2. Peterpan (Noah) - Mungkin Nanti

Sebelum berganti nama jadi Noah, Peterpan adalah penguasa pasar musik Indonesia. Ariel dengan suara seraknya yang khas berhasil bikin jutaan remaja cewek (dan cowok) klepek-klepek. Lagu 'Mungkin Nanti' adalah salah satu masterpiece dari album Bintang di Surga. Yang bikin lagu ini masih enak didengar sekarang adalah aransemennya yang simpel tapi punya mood yang kuat. Ada rasa pasrah, ada rasa rindu, tapi tetap terasa cool. Nggak heran kalau lagu ini sering banget diputar di tongkrongan saat malam minggu mulai larut.

3. Dewa 19 - Risalah Hati

Dhani Ahmad memang jenius kalau urusan bikin lirik yang puitis sekaligus arogan. 'Risalah Hati' adalah lagu buat para pejuang cinta yang pantang menyerah meski sudah jelas-jelas ditolak. Kalimat 'Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku meski kau tak cinta' itu ikonik banget. Bahkan baru-baru ini, lagu ini viral lagi karena banyak di-cover oleh penyanyi muda dan masuk ke berbagai tren di TikTok. Dewa 19 membuktikan bahwa musik berkualitas itu nggak bakal basi dimakan usia.



4. Kerispatih - Demi Cinta

Era pertengahan 2000-an adalah era di mana band-band pop melayu dan pop galau merajalela. Kerispatih dengan suara Sammy Simorangkir saat itu benar-benar jadi raja galau. Lagu 'Demi Cinta' adalah puncaknya. Liriknya yang bercerita tentang pengorbanan dan sakitnya dikhianati bener-bener ngena banget buat mereka yang lagi mengalami krisis asmara. Sampai sekarang, lagu ini masih jadi andalan kalau lagi sesi karaoke bareng teman-teman kantor. Teriak di bagian reff-nya itu bener-benar bisa jadi ajang katarsis yang ampuh.

5. Samsons - Kenangan Terindah

Siapa yang nggak tahu lagu ini? Begitu intro pianonya bunyi, kita langsung tahu kalau ini adalah lagu sejuta umat. 'Kenangan Terindah' milik Samsons sempat merajai chart radio berbulan-bulan lamanya. Lagu ini punya formula yang pas: melodi yang megah, lirik yang puitis tapi mudah dimengerti, dan vokal Bams yang pas takarannya. Ini adalah jenis lagu yang bikin kita merasa tenang sekaligus sedih dalam waktu yang bersamaan. Cocok banget buat menemani perjalanan pulang sambil melihat lampu jalanan dari jendela bus.

6. Letto - Ruang Rindu

Kalau kamu pengen dengerin lagu yang agak sedikit filosofis tapi tetap enak buat santai, Letto jawabannya. 'Ruang Rindu' punya vibe yang beda dibanding lagu-lagu pop di zamannya. Ada sentuhan mistis tapi hangat. Noe sang vokalis memang pintar meramu kata-kata yang nggak sekadar 'aku sayang kamu'. Lagu ini sering banget diputar di sore hari, pas lagi hujan, sambil bengong nungguin jemputan. Vibes-nya dapet banget!

Kenapa Lagu 2000-an Tetap Menang di Hati?

Mungkin ada yang tanya, kenapa sih kita masih dengerin lagu lama padahal sekarang banyak lagu baru yang audionya lebih jernih dan produksinya lebih canggih? Jawabannya sederhana: Memori. Musik bukan cuma soal suara, tapi soal perasaan yang melekat saat kita pertama kali dengar lagu itu. Lagu 2000-an mengingatkan kita pada masa-masa sebelum hidup jadi serumit sekarang. Masa di mana masalah terbesar kita cuma PR matematika atau belum dibalasnya SMS dari gebetan.

Selain itu, secara kualitas, band-band era 2000-an memang punya karakteristik yang sangat kuat. Tiap band punya ciri khas yang nggak bisa ditiru satu sama lain. Kamu nggak akan tertukar dengerin suaranya Ariel sama suaranya Duta. Karakter ini yang bikin lagu mereka punya 'identitas' yang awet. Sekarang, saat fenomena retro dan vintage lagi naik daun, lagu-lagu ini jadi jembatan antara masa lalu yang manis dan masa kini yang penuh dinamika.



Jadi, nggak perlu malu kalau playlist kamu isinya lagu-lagu lawas. Toh, kualitas musik nggak ditentukan oleh tahun rilisnya, tapi seberapa jauh lagu itu bisa menyentuh perasaanmu. Kalau nanti malam kamu butuh teman buat merenung atau sekadar pengen teriak kencang di mobil, coba deh putar lagi deretan lagu di atas. Rasakan sendiri gimana magisnya era 2000-an merasuk ke dalam jiwamu. Selamat bernostalgia, ya!