Suka Steak? Ini sejarahnya
RAU - Wednesday, 25 March 2026 | 09:47 AM


*Asal Usul Steak*
Kata steak berasal dari bahasa Norse kuno yaitu "steik" yang berarti potongan daging yang dipanggang. Istilah ini mulai digunakan di Eropa sekitar abad pertengahan.
Sejarah steak erat kaitannya dengan kebiasaan masyarakat Eropa yang memasak daging di atas api terbuka.
Metode ini membuat daging matang dengan bagian luar yang sedikit garing tetapi tetap lembut di dalam.
Pada abad ke-18 dan ke-19, steak mulai menjadi hidangan populer di Inggris dan kemudian berkembang pesat di Amerika Serikat.
Di Amerika, steakhouse mulai bermunculan dan berbagai teknik memasak daging dikembangkan untuk menghasilkan rasa yang lebih kaya.
Menurut sejarawan kuliner dari Oxford Companion to Food, steak menjadi simbol kemewahan dan kualitas daging karena biasanya menggunakan potongan daging terbaik dari sapi.
*Jenis-Jenis Steak*
Setiap jenis steak berasal dari bagian tubuh sapi yang berbeda, sehingga memiliki tekstur, kadar lemak, dan rasa yang berbeda.
1. Ribeye Steak
Ribeye berasal dari bagian tulang rusuk sapi.
Ciri khasnya:
•memiliki marbling (lemak di dalam daging)
•tekstur sangat juicy
•rasa gurih yang kuat
Karena kandungan lemaknya cukup tinggi, ribeye sering dianggap sebagai salah satu steak paling flavorful.
2. Sirloin Steak
Sirloin berasal dari bagian punggung belakang sapi.
Karakteristiknya:
•tekstur cukup empuk
•kandungan lemak lebih sedikit dibanding ribeye
•rasa daging lebih kuat
Sirloin sering menjadi pilihan populer karena keseimbangan antara rasa dan harga.
3. Tenderloin (Filet Mignon)
Tenderloin berasal dari bagian otot dalam punggung sapi yang jarang digunakan.
Ciri-cirinya:
•tekstur sangat lembut
hampir tidak memiliki lemak
•rasa lebih ringan
Potongan kecil dari tenderloin sering disebut filet mignon, salah satu steak paling premium.
4. T-Bone Steak
T-Bone memiliki tulang berbentuk huruf T di tengah.
Potongan ini sebenarnya menggabungkan dua jenis daging:
•strip steak
•tenderloin
Karena memiliki dua tekstur berbeda, T-Bone sering menjadi pilihan bagi pecinta steak yang ingin merasakan dua karakter daging sekaligus.
*Tingkat Kematangan Steak*
Steak biasanya disajikan dengan tingkat kematangan tertentu, tergantung selera.
Beberapa tingkat kematangan yang umum adalah:
•Rare – bagian dalam masih sangat merah
•Medium rare – merah muda dan sangat juicy
•Medium – bagian dalam mulai matang tetapi masih lembut
•Medium well – hampir matang sepenuhnya
•Well done – matang sepenuhnya tanpa warna merah.
Banyak chef profesional merekomendasikan medium rare karena dianggap memberikan keseimbangan terbaik antara tekstur dan rasa.
*Cara Menikmati Steak dengan Benar*
Meskipun terlihat sederhana, ada beberapa cara menikmati steak agar rasanya lebih maksimal.
1. Diamkan Steak Setelah Dimasak
Steak biasanya didiamkan beberapa menit setelah dipanggang agar jus daging tersebar merata.
2. Potong Melawan Serat Daging
Memotong steak melawan arah serat membuat teksturnya terasa lebih empuk saat dimakan.
3. Gunakan Bumbu Sederhana
Steak berkualitas biasanya hanya membutuhkan:
•garam
•lada
•sedikit mentega atau saus
Tujuannya agar rasa alami daging tetap dominan.
4. Nikmati dengan Pendamping
Steak sering disajikan bersama:
•kentang panggang
•sayuran
•saus jamur atau lada hitam
*Mengapa Steak Sangat Populer*
Steak menjadi salah satu hidangan paling populer di dunia karena beberapa alasan:
•rasa daging yang kaya
•tekstur yang lembut dan juicy
•variasi potongan dan cara memasak
identik dengan hidangan restoran berkualitas
Menurut pakar kuliner dari Le Cordon Bleu, kualitas steak sangat dipengaruhi oleh jenis sapi, potongan daging, serta teknik memasak.
Steak bukan sekadar hidangan daging panggang biasa. Makanan ini memiliki sejarah panjang dari Eropa hingga Amerika serta berkembang menjadi berbagai jenis potongan dengan karakteristik yang berbeda.
Dengan memahami jenis steak, tingkat kematangan, dan cara menikmatinya, pengalaman makan steak dapat menjadi jauh lebih menyenangkan.
Next News

Sayur Direbus, Dikukus, atau Ditumis: Mana yang Paling Sehat?
11 hours ago

Benarkah Tempe Bisa Menggantikan Protein dari Daging?
11 hours ago

Tahu vs Tempe, Mana yang Lebih Bergizi?
13 hours ago

Tanda Skin Barrier Rusak yang Sering Disalahartikan sebagai Kulit Kusam
13 hours ago

Sunscreen adalah Skincare Anti-Aging Terbaik.Ini Alasannya
13 hours ago

Dulu dari Batu, Kini Super Empuk: Sejarah Bantal yang Jarang Diketahui
13 hours ago

Kunci Punya Nyawa? Simak Alasan Benda Kecil Ini Suka Sembunyi
an hour ago

Posisi Tidur dan Dampaknya pada Kesehatan Tubuh
13 hours ago

Kolagen: Lebih Efektif yang Diminum atau Dioles?
13 hours ago

Kenapa Umur 35 Kelihatan Lebih Muda dari Umur 20? Ini Alasannya
an hour ago





