Suka Meremehkan Orang Lain, Apa yang Sebenarnya Ada di Balik Sikap Sombong? Ini Penjelasan Psikologisnya
Tata - Thursday, 22 October 2026 | 09:13 AM


Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah bertemu dengan seseorang yang gemar mengecilkan pencapaian orang lain, menganggap pendapatnya paling benar, atau berbicara seolah-olah dirinya lebih unggul daripada orang di sekitarnya. Sikap seperti ini sering disebut sombong dan dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai.
Perilaku meremehkan orang lain bisa muncul dalam berbagai situasi, baik di lingkungan pertemanan, keluarga, sekolah, maupun tempat kerja. Menariknya, sikap tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang benar-benar merasa percaya diri. Ada berbagai kemungkinan faktor psikologis dan sosial yang dapat memengaruhi cara seseorang memperlakukan orang lain.
1. Keinginan untuk Merasa Lebih Unggul
Salah satu kemungkinan alasan seseorang meremehkan orang lain adalah keinginan untuk mempertahankan posisi atau citra dirinya sebagai sosok yang lebih hebat. Dengan menonjolkan kekurangan orang lain, ia mungkin merasa pencapaian atau kemampuannya terlihat lebih besar.
Perilaku ini dapat muncul ketika seseorang terlalu berfokus pada persaingan dan menjadikan hubungan sosial sebagai ajang pembuktian diri. Ia mungkin merasa perlu menunjukkan bahwa dirinya lebih pintar, lebih sukses, lebih kaya, atau lebih berpengalaman dibandingkan orang lain.
Padahal, kemampuan seseorang tidak harus dibuktikan dengan mengecilkan pencapaian orang lain. Rasa percaya diri yang sehat memungkinkan seseorang mengakui kelebihan dirinya sekaligus menghargai kemampuan orang lain.
2. Harga Diri yang Mudah Terancam
Dalam beberapa kasus, sikap meremehkan orang lain dapat menjadi cara untuk menghadapi perasaan tidak aman atau ancaman terhadap harga diri. Ketika melihat orang lain berhasil, seseorang mungkin merasa tersaingi atau khawatir posisinya akan berkurang.
Sebagai respons, ia dapat berusaha mencari kekurangan orang tersebut agar merasa lebih baik tentang dirinya sendiri. Misalnya, ketika seorang rekan kerja mendapatkan penghargaan, ia justru menganggap pencapaian itu tidak istimewa atau hanya terjadi karena keberuntungan.
Namun, hal ini bukan berarti semua orang yang bersikap sombong pasti memiliki rasa rendah diri. Ada pula orang yang meremehkan orang lain karena merasa berhak mendominasi, terbiasa mendapatkan perlakuan istimewa, atau memegang keyakinan bahwa dirinya memang lebih unggul.
3. Terbiasa Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Perbandingan sosial merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan manusia. Seseorang dapat membandingkan dirinya dengan orang lain untuk mengevaluasi kemampuan, pencapaian, atau posisi sosialnya.
Masalah dapat muncul ketika kebiasaan ini menjadi berlebihan dan membuat seseorang hanya merasa berharga jika berada di atas orang lain. Ia mungkin sulit menerima keberhasilan orang lain karena menganggapnya sebagai ancaman terhadap status atau identitas dirinya.
Dalam kondisi seperti ini, meremehkan orang lain bisa menjadi cara untuk mengurangi rasa tersaingi. Alih-alih belajar dari keberhasilan orang lain, ia justru berusaha mencari alasan untuk menganggap pencapaian tersebut tidak berarti.
4. Pengaruh Lingkungan dan Pola Asuh
Sikap seseorang terhadap orang lain juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman hidup dan lingkungan tempat ia tumbuh. Jika seseorang terbiasa melihat orang di sekitarnya menggunakan penghinaan, ejekan, atau perbandingan untuk menunjukkan kekuasaan, ia mungkin menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang normal.
Sebaliknya, seseorang yang tumbuh dalam lingkungan yang menghargai empati, kerja sama, dan komunikasi sehat berkesempatan mempelajari cara memperlakukan orang lain dengan lebih baik.
Meski demikian, lingkungan masa kecil bukan satu-satunya faktor yang menentukan kepribadian seseorang. Pengalaman berikutnya, hubungan sosial, dan kemauan untuk mengevaluasi diri juga dapat memengaruhi perubahan perilaku.
5. Kurangnya Empati dalam Berkomunikasi
Empati adalah kemampuan memahami atau mempertimbangkan perasaan dan sudut pandang orang lain. Orang yang kurang mempertimbangkan dampak perkataannya mungkin lebih mudah melontarkan komentar yang merendahkan tanpa memikirkan bagaimana orang lain akan menerimanya.
Sebagai contoh, seseorang dapat menertawakan kegagalan temannya, menganggap pertanyaan orang lain bodoh, atau memotong pembicaraan karena merasa pendapatnya lebih penting.
Namun, perilaku meremehkan tidak selalu disebabkan oleh kurangnya empati. Ada pula orang yang memahami bahwa ucapannya menyakitkan, tetapi tetap melakukannya untuk mengendalikan situasi atau mendapatkan keuntungan sosial.
Karena itu, penting untuk menilai perilaku berdasarkan pola yang berulang dan dampaknya, bukan hanya berdasarkan satu ucapan.
6. Ingin Mendapatkan Pengakuan dari Orang Lain
Sebagian orang sangat bergantung pada pengakuan eksternal untuk merasa dirinya berharga. Mereka mungkin ingin dianggap paling pintar, paling sukses, paling berpengaruh, atau paling mengetahui suatu hal.
Untuk mempertahankan citra tersebut, mereka bisa saja merendahkan pendapat orang lain, membanggakan pencapaian secara berlebihan, atau enggan mengakui kesalahan.
Kebutuhan mendapatkan pengakuan sebenarnya merupakan hal yang manusiawi. Akan tetapi, ketika pengakuan menjadi ukuran utama harga diri, seseorang dapat kesulitan menerima kritik dan merasa perlu terus-menerus membuktikan keunggulannya.
Mengembangkan penilaian diri yang lebih seimbang dapat membantu seseorang memahami bahwa harga dirinya tidak harus bergantung pada kekalahan atau kekurangan orang lain.
7. Bagaimana Menghadapi Orang yang Suka Meremehkan?
Berhadapan dengan orang yang gemar merendahkan orang lain dapat melelahkan secara emosional. Namun, menghadapi perilaku tersebut tidak harus dilakukan dengan membalas penghinaan.
Ada beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan. Pertama, sampaikan batasan secara tegas dan tenang ketika komentar seseorang sudah melewati batas. Misalnya, dengan mengatakan bahwa perbedaan pendapat dapat dibicarakan tanpa merendahkan pribadi orang lain.
Kedua, jangan menjadikan penilaian orang tersebut sebagai satu-satunya ukuran untuk menilai kemampuan diri. Evaluasi diri berdasarkan fakta, pengalaman, dan masukan yang membangun.
Ketiga, jika perilaku merendahkan terjadi berulang kali dan mengganggu kehidupan pribadi atau pekerjaan, pertimbangkan untuk membatasi interaksi atau meminta bantuan pihak yang berwenang, terutama jika sudah mengarah pada perundungan.
Pada saat yang sama, seseorang juga dapat melakukan refleksi diri. Jika menyadari pernah meremehkan orang lain, ia bisa belajar menerima perbedaan, mendengarkan tanpa menghakimi, serta mengakui kelebihan orang lain tanpa merasa kehilangan nilai dirinya.
Kesimpulan
Sikap suka meremehkan orang lain dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti keinginan untuk merasa unggul, harga diri yang mudah terancam, kebiasaan membandingkan diri, pengaruh lingkungan, dan kebutuhan mendapatkan pengakuan.
Meski demikian, tidak ada satu penjelasan psikologis yang berlaku untuk semua orang. Sikap sombong tidak otomatis berarti seseorang memiliki rasa rendah diri atau gangguan kepribadian tertentu.
Pada akhirnya, kualitas diri tidak hanya terlihat dari pencapaian atau kemampuan seseorang, tetapi juga dari caranya memperlakukan orang lain. Menghargai orang lain bukan berarti merendahkan diri sendiri, melainkan menunjukkan bahwa perbedaan kemampuan dan keberhasilan dapat diterima tanpa harus menjatuhkan siapa pun.
Next News

Mengapa Suara Kita Terdengar Berbeda saat Direkam? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Alasan Seseorang Merasa Lebih Produktif Saat Mendengarkan Musik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Perbedaan Fungsi Hati dan Jantung yang Sering Dianggap Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 5 hours

Mengapa Mata Mengeluarkan Air Mata saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Fungsi Ragi dalam Pembuatan Adonan Pizza? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Mengapa Perut Terasa Lapar Justru Saat Hendak Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Benarkah Danau Toba Terbentuk Akibat Letusan Supervolcano? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Mengapa Sebagian Orang Sulit Tidur Jika Tidak Menggunakan Selimut? Ini Penjelasan Psikologisnya
in 5 hours

Apa Fungsi Jengger Merah yang Tumbuh di Atas Kepala Ayam? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Mengapa Lubang Telinga Bisa Menutup Kembali Jika Anting Tidak Dipakai? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours





