Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Perut Terasa Lapar Justru Saat Hendak Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tata - Thursday, 22 October 2026 | 09:16 AM

Background
Mengapa Perut Terasa Lapar Justru Saat Hendak Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Rasa lapar biasanya muncul ketika tubuh membutuhkan energi atau ketika sudah cukup lama tidak mendapatkan asupan makanan. Namun, sebagian orang justru merasakan perut keroncongan saat malam hari, terutama ketika hendak tidur. Padahal, sepanjang hari mereka mungkin merasa baik-baik saja dan tidak terlalu memikirkan makanan.

Kondisi ini dapat menimbulkan pertanyaan, mengapa rasa lapar justru muncul ketika tubuh seharusnya mulai beristirahat? Ternyata, ada sejumlah faktor biologis dan kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi munculnya rasa lapar pada malam hari.

1. Jarak Waktu Makan Terlalu Panjang

Salah satu penyebab paling umum adalah jarak antara makan terakhir dan waktu tidur yang terlalu lama. Jika seseorang makan malam lebih awal, tubuh mungkin sudah menggunakan sebagian energi dari makanan tersebut ketika waktu tidur tiba.

Tubuh membutuhkan energi untuk menjalankan berbagai fungsi, termasuk bernapas, menjaga suhu tubuh, dan mempertahankan aktivitas organ selama tidur. Karena itu, rasa lapar dapat muncul kembali ketika jeda makan berlangsung cukup lama.

Kondisi ini lebih mungkin terjadi jika seseorang melewatkan makan, mengonsumsi makanan dalam jumlah terlalu sedikit, atau menjalani aktivitas fisik yang lebih berat daripada biasanya.



Untuk mengatasinya, cobalah mengatur jadwal makan agar kebutuhan energi harian terpenuhi. Jika memang lapar menjelang tidur, camilan ringan dalam porsi wajar dapat menjadi pilihan.

2. Asupan Makanan Sepanjang Hari Tidak Mencukupi

Rasa lapar pada malam hari juga bisa menjadi tanda bahwa tubuh belum memperoleh energi yang cukup sepanjang hari. Misalnya, seseorang terlalu sibuk bekerja sehingga hanya makan sedikit saat siang hari, lalu baru menyadari rasa laparnya ketika aktivitas mulai berkurang.

Asupan protein, serat, dan lemak sehat juga berperan dalam membantu memberikan rasa kenyang. Makanan yang didominasi karbohidrat sederhana tanpa kombinasi zat gizi lainnya mungkin tidak membuat sebagian orang merasa kenyang selama yang diharapkan.

Oleh sebab itu, pola makan yang seimbang dapat membantu menjaga rasa kenyang lebih stabil. Konsumsi sumber protein, sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan lemak sehat sesuai kebutuhan merupakan salah satu cara untuk mendukung kecukupan gizi.

3. Ritme Biologis Tubuh Memengaruhi Rasa Lapar

Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang membantu mengatur berbagai proses selama kurang lebih 24 jam, termasuk siklus tidur dan bangun.



Ritme ini juga berhubungan dengan pengaturan nafsu makan dan metabolisme. Pada sebagian orang, dorongan untuk makan dapat meningkat pada malam hari, meskipun besarnya pengaruh berbeda-beda bergantung pada kebiasaan, jadwal tidur, dan pola makan.

Selain itu, hormon seperti ghrelin, yang berperan merangsang rasa lapar, serta leptin, yang terlibat dalam pengaturan rasa kenyang, ikut berperan dalam pengendalian nafsu makan. Namun, rasa lapar menjelang tidur tidak dapat dijelaskan hanya melalui perubahan satu hormon karena banyak faktor lain yang terlibat.

Menjaga jadwal makan dan tidur yang relatif konsisten dapat membantu tubuh memiliki rutinitas harian yang lebih teratur.

4. Kebiasaan Ngemil pada Malam Hari

Tidak semua rasa lapar menjelang tidur disebabkan oleh kebutuhan energi. Pada sebagian orang, keinginan makan malam hari terbentuk karena kebiasaan.

Contohnya, seseorang terbiasa makan camilan sambil menonton televisi atau menggunakan ponsel sebelum tidur. Jika dilakukan berulang kali, suasana dan waktu tersebut dapat menjadi pemicu keinginan makan.



Dalam situasi seperti ini, seseorang mungkin ingin makan meskipun kebutuhan energinya sudah terpenuhi. Akan tetapi, rasa lapar fisik dan keinginan makan karena kebiasaan dapat muncul bersamaan.

Untuk mengenali perbedaannya, perhatikan apakah perut benar-benar terasa kosong atau keinginan makan lebih muncul karena bosan, stres, atau kebiasaan tertentu. Tidak perlu mengabaikan rasa lapar yang nyata, tetapi membangun rutinitas malam yang lebih teratur dapat membantu mengurangi kebiasaan ngemil tanpa disadari.

5. Kurang Tidur Bisa Memengaruhi Nafsu Makan

Kualitas tidur juga memiliki hubungan dengan pengaturan nafsu makan. Kurang tidur dapat memengaruhi sinyal lapar dan kenyang, respons terhadap makanan, serta keinginan mengonsumsi makanan berkalori tinggi pada sebagian orang.

Ketika waktu tidur berkurang, seseorang mungkin lebih lama terjaga dan memiliki lebih banyak kesempatan untuk makan. Rasa lelah juga dapat membuat seseorang mencari makanan sebagai sumber energi yang cepat.

Akibatnya, terbentuklah pola yang saling berkaitan: kurang tidur dapat memengaruhi kebiasaan makan, sedangkan makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang.



Untuk menjaga keseimbangan, usahakan memperoleh waktu tidur yang cukup dan mempertahankan jadwal tidur yang teratur.

6. Apakah Boleh Makan Ketika Lapar Sebelum Tidur?

Makan sebelum tidur tidak selalu buruk. Jika rasa lapar cukup mengganggu hingga membuat sulit terlelap, camilan kecil dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh.

Pilih makanan yang mudah dicerna dan sesuai dengan kebutuhan, misalnya pisang, yoghurt tawar, atau sedikit oatmeal. Porsinya tidak perlu berlebihan, terutama jika waktu tidur sudah dekat.

Sebaliknya, makanan dalam porsi besar, terlalu berlemak, pedas, atau minuman berkafein dapat mengganggu kenyamanan tidur pada sebagian orang. Bagi mereka yang mengalami refluks asam lambung, berbaring segera setelah makan juga dapat memperburuk gejala. Dalam kondisi tersebut, memberi jeda beberapa jam antara makan besar dan berbaring dapat membantu.

Tidak ada satu waktu makan terakhir yang wajib berlaku untuk semua orang. Kebutuhan setiap individu berbeda, sehingga waktu dan porsi makan sebaiknya disesuaikan dengan jadwal, aktivitas, serta kondisi kesehatan.



7. Kapan Rasa Lapar Malam Hari Perlu Diwaspadai?

Rasa lapar menjelang tidur umumnya tidak berbahaya jika terjadi sesekali dan berkaitan dengan jadwal makan. Namun, jika rasa lapar muncul terus-menerus, terasa sangat kuat meskipun sudah makan cukup, atau disertai gejala lain, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Rasa lapar berlebihan yang disertai sering haus, sering buang air kecil, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau kelelahan berkepanjangan sebaiknya diperiksakan kepada tenaga kesehatan. Gejala-gejala tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi medis, termasuk gangguan pengaturan gula darah.

Pemeriksaan juga layak dipertimbangkan jika seseorang sering terbangun pada malam hari untuk makan atau merasa kehilangan kendali terhadap kebiasaan makannya.

Kesimpulan

Perut yang terasa lapar ketika hendak tidur dapat dipengaruhi oleh jarak makan yang terlalu panjang, asupan energi yang kurang, ritme biologis, kebiasaan ngemil, dan kurang tidur.

Jika terjadi sesekali, kondisi ini biasanya dapat diatasi dengan memperbaiki pola makan dan menjaga jadwal tidur. Apabila lapar terasa mengganggu, camilan ringan dalam porsi wajar bisa menjadi pilihan. Namun, rasa lapar yang berlebihan dan disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan karena mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.