Mengapa Sebagian Orang Sulit Tidur Jika Tidak Menggunakan Selimut? Ini Penjelasan Psikologisnya
Tata - Thursday, 22 October 2026 | 09:10 AM


Bagi sebagian orang, tidur terasa kurang nyaman jika tidak menggunakan selimut. Bahkan ketika cuaca sedang panas atau suhu kamar cukup hangat, mereka tetap merasa perlu menutupi tubuh sebelum bisa terlelap. Sebaliknya, ada orang yang dapat tidur dengan mudah tanpa menggunakan selimut sama sekali.
Perbedaan kebiasaan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kenyamanan fisik hingga kebiasaan psikologis yang terbentuk selama bertahun-tahun. Lantas, mengapa selimut bisa terasa begitu penting bagi sebagian orang saat hendak tidur?
1. Selimut Memberikan Rasa Aman dan Nyaman
Salah satu alasan seseorang sulit tidur tanpa selimut adalah sensasi nyaman yang dirasakan ketika tubuh tertutup kain. Selimut memberikan sentuhan lembut dan rasa hangat yang dapat membuat seseorang merasa lebih terlindungi saat beristirahat.
Pada sebagian orang, sensasi tersebut juga berkaitan dengan perasaan aman. Ketika tubuh tertutup selimut, mereka mungkin merasa lebih rileks dan tidak terlalu memperhatikan gangguan kecil di sekitar tempat tidur.
Namun, rasa aman yang muncul bukan berarti seseorang memiliki masalah psikologis. Hal ini dapat menjadi respons normal terhadap kebiasaan dan lingkungan tidur yang sudah dikenalnya.
2. Otak Terbiasa Menghubungkan Selimut dengan Waktu Tidur
Kebiasaan tidur sering terbentuk melalui rutinitas yang dilakukan secara berulang. Misalnya, seseorang terbiasa mandi, mematikan lampu, berbaring, lalu menarik selimut sebelum tidur.
Jika urutan tersebut dilakukan selama bertahun-tahun, otak dapat mengaitkan penggunaan selimut dengan waktu istirahat. Akibatnya, ketika selimut tidak tersedia, seseorang mungkin merasa ada sesuatu yang kurang sehingga lebih sulit merasa siap untuk tidur.
Dalam psikologi tidur, hubungan antara lingkungan dan kebiasaan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan isyarat tidur. Meski demikian, kebiasaan ini tidak otomatis menunjukkan ketergantungan atau gangguan tidur.
3. Sensasi Hangat Membantu Tubuh Merasa Nyaman
Suhu tubuh memiliki peran penting dalam proses tidur. Menjelang waktu tidur, suhu inti tubuh biasanya mulai menurun sebagai bagian dari ritme biologis harian.
Selimut membantu menjaga kenyamanan suhu pada permukaan tubuh dengan mengurangi kehilangan panas. Bagi orang yang mudah merasa dingin, fungsi ini dapat membuat mereka lebih nyaman ketika berbaring.
Namun, penggunaan selimut yang terlalu tebal ketika suhu ruangan panas justru bisa menimbulkan rasa gerah dan mengganggu tidur. Karena itu, jenis selimut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan tubuh.
4. Tekanan Lembut Dapat Membantu Sebagian Orang Lebih Rileks
Selimut memberikan kontak fisik yang lembut pada tubuh. Pada sebagian orang, sensasi ini dapat membantu mereka merasa lebih tenang ketika beristirahat.
Selimut berbobot atau weighted blanket, yang dirancang lebih berat daripada selimut biasa, juga digunakan oleh sebagian orang untuk meningkatkan kenyamanan. Tekanan merata yang dihasilkan dapat memberikan pengalaman sensorik yang menenangkan bagi pengguna tertentu.
Meski demikian, respons setiap orang berbeda. Bukti ilmiah mengenai manfaat selimut berbobot untuk meningkatkan kualitas tidur masih bervariasi, sehingga penggunaannya tidak menjamin seseorang akan lebih cepat tertidur.
5. Kebiasaan Sejak Kecil Bisa Terbawa hingga Dewasa
Sebagian orang telah terbiasa tidur menggunakan selimut sejak masa kanak-kanak. Kebiasaan yang berlangsung lama dapat menjadi bagian dari rutinitas yang memberikan rasa akrab dan nyaman.
Ketika dewasa, kebiasaan tersebut dapat tetap bertahan meskipun kebutuhan suhu tubuh atau kondisi lingkungan sudah berubah. Inilah sebabnya seseorang mungkin tetap mencari selimut ketika tidur di tempat baru, menginap di hotel, atau beristirahat di ruangan yang sebenarnya tidak dingin.
Kondisi tersebut umumnya tidak perlu dikhawatirkan selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari atau menyebabkan masalah tidur yang berkepanjangan.
6. Kapan Kebiasaan Ini Perlu Diperhatikan?
Tidur menggunakan selimut merupakan kebiasaan yang normal dan tidak selalu memiliki makna psikologis tertentu. Namun, jika seseorang mengalami kesulitan tidur secara terus-menerus, sering terbangun pada malam hari, atau merasa lelah meskipun sudah beristirahat cukup lama, masalahnya mungkin tidak hanya berkaitan dengan penggunaan selimut.
Stres, kecemasan, jadwal tidur yang tidak teratur, konsumsi kafein, dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi kualitas tidur.
Untuk membantu tidur lebih nyenyak, seseorang dapat menjaga jadwal tidur yang konsisten, menciptakan suasana kamar yang nyaman, serta memilih selimut dengan bahan dan ketebalan yang sesuai. Jika gangguan tidur berlangsung selama beberapa minggu atau mengganggu aktivitas harian, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebabnya.
Kesimpulan
Sebagian orang sulit tidur tanpa selimut karena terbiasa mengaitkannya dengan rasa nyaman, aman, dan waktu istirahat. Sensasi hangat serta sentuhan kain juga dapat membantu tubuh merasa lebih rileks.
Kebiasaan tersebut umumnya merupakan respons alami dan bukan tanda gangguan psikologis. Selama selimut tidak membuat tubuh kepanasan dan tidur tetap berkualitas, penggunaannya dapat menjadi bagian dari rutinitas tidur yang nyaman.
Next News

Mengapa Suara Kita Terdengar Berbeda saat Direkam? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Alasan Seseorang Merasa Lebih Produktif Saat Mendengarkan Musik? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Perbedaan Fungsi Hati dan Jantung yang Sering Dianggap Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya
in 5 hours

Mengapa Mata Mengeluarkan Air Mata saat Menguap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Fungsi Ragi dalam Pembuatan Adonan Pizza? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Mengapa Perut Terasa Lapar Justru Saat Hendak Tidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Suka Meremehkan Orang Lain, Apa yang Sebenarnya Ada di Balik Sikap Sombong? Ini Penjelasan Psikologisnya
in 5 hours

Benarkah Danau Toba Terbentuk Akibat Letusan Supervolcano? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Apa Fungsi Jengger Merah yang Tumbuh di Atas Kepala Ayam? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Mengapa Lubang Telinga Bisa Menutup Kembali Jika Anting Tidak Dipakai? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours





