Kamis, 22 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Petir Terlihat Lebih Dahulu daripada Suara Guntur Terdengar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

icaa - Wednesday, 21 October 2026 | 09:03 PM

Background
Mengapa Petir Terlihat Lebih Dahulu daripada Suara Guntur Terdengar? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Petir merupakan salah satu fenomena alam yang sering muncul ketika terjadi badai. Kilatan cahaya yang menyambar langit biasanya diikuti suara menggelegar yang dikenal sebagai guntur. Namun, banyak orang menyadari bahwa cahaya petir hampir selalu terlihat lebih dahulu sebelum suara guntur sampai ke telinga.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan perbedaan kecepatan rambat cahaya dan suara. Meskipun petir dan guntur berasal dari peristiwa yang sama, keduanya membutuhkan waktu yang berbeda untuk mencapai pengamat.

1. Cahaya Merambat Jauh Lebih Cepat daripada Suara

Penyebab utama petir terlihat lebih dahulu adalah kecepatan cahaya yang jauh melampaui kecepatan suara.

Cahaya di udara merambat dengan kecepatan mendekati 300.000 kilometer per detik. Sementara itu, suara merambat di udara pada suhu sekitar 20 derajat Celsius dengan kecepatan kurang lebih 343 meter per detik.

Perbedaan tersebut sangat besar. Cahaya dari kilatan petir yang terjadi beberapa kilometer jauhnya dapat mencapai mata manusia hampir seketika. Sebaliknya, suara guntur memerlukan waktu lebih lama untuk menempuh jarak yang sama.



Itulah sebabnya, ketika petir menyambar di kejauhan, seseorang dapat melihat kilatannya terlebih dahulu sebelum mendengar suara guntur.

2. Petir dan Guntur Sebenarnya Berasal dari Peristiwa yang Sama

Petir merupakan pelepasan muatan listrik yang terjadi di atmosfer, misalnya di antara bagian-bagian awan badai atau antara awan dan permukaan bumi.

Ketika petir menyambar, udara di sepanjang jalur pelepasan listrik mengalami pemanasan yang sangat cepat. Suhu udara di sekitar jalur petir dapat mencapai puluhan ribu derajat Celsius dalam waktu singkat.

Pemanasan mendadak tersebut membuat udara mengembang dengan cepat dan menghasilkan gelombang tekanan yang merambat melalui udara. Gelombang inilah yang kita dengar sebagai suara guntur.

Jadi, petir merupakan peristiwa pelepasan listrik yang menghasilkan kilatan cahaya, sedangkan guntur adalah suara yang timbul akibat pemanasan dan pemuaian udara di sekitar jalur petir.



Keduanya berkaitan erat, tetapi cahaya mencapai mata jauh lebih cepat daripada suara mencapai telinga.

3. Mengapa Suara Guntur Terkadang Terdengar Beberapa Detik Kemudian?

Lama jeda antara kilatan petir dan suara guntur terutama dipengaruhi oleh jarak sumber petir dari pengamat.

Semakin jauh lokasi petir, semakin lama waktu yang dibutuhkan suara untuk sampai ke telinga. Sebaliknya, jika petir terjadi dekat dengan lokasi seseorang, suara guntur dapat terdengar hampir bersamaan dengan kilatan yang terlihat.

Sebagai gambaran, jika suara guntur terdengar sekitar tiga detik setelah kilatan terlihat, petir diperkirakan berada sekitar satu kilometer jauhnya.

Perkiraan tersebut menggunakan kecepatan suara sekitar 343 meter per detik. Untuk memudahkan perhitungan, jarak petir dalam kilometer dapat diperkirakan dengan membagi jeda waktu antara kilatan dan suara dengan angka tiga.



Namun, cara ini hanya memberikan perkiraan kasar. Suara guntur dapat berasal dari jalur petir yang memanjang, sementara kondisi atmosfer juga dapat memengaruhi perambatan suara.

4. Mengapa Suara Guntur Terkadang Menggelegar Panjang?

Suara guntur tidak selalu terdengar sebagai satu dentuman singkat. Terkadang, suaranya bergemuruh panjang atau terdengar berulang-ulang.

Hal ini dapat terjadi karena jalur petir memiliki panjang yang cukup besar. Suara dari berbagai bagian jalur tersebut dapat mencapai telinga pada waktu yang berbeda.

Selain itu, gelombang suara dapat dipantulkan atau tersebar oleh awan, permukaan tanah, bangunan, dan bentang alam di sekitarnya. Perbedaan jarak serta kondisi atmosfer juga dapat membuat suara guntur terdengar memanjang.

Karena itu, suara guntur yang berlangsung lama tidak selalu berarti terdapat banyak sambaran petir. Satu sambaran dengan jalur yang panjang pun dapat menghasilkan suara yang bergemuruh.



5. Apakah Petir yang Terlihat Tanpa Suara Berarti Tidak Menghasilkan Guntur?

Terkadang, seseorang melihat kilatan cahaya di langit, tetapi tidak mendengar suara guntur. Fenomena ini sering disebut sebagai petir panas dalam percakapan sehari-hari.

Sebenarnya, petir tersebut tetap dapat menghasilkan guntur. Namun, jika sambaran terjadi sangat jauh, suara guntur bisa melemah sebelum mencapai lokasi pengamat. Suaranya juga dapat terhalang atau dipengaruhi kondisi atmosfer.

Dengan kata lain, tidak terdengarnya guntur bukan bukti bahwa kilatan tersebut tidak menghasilkan suara. Bisa jadi jaraknya terlalu jauh sehingga suara tidak lagi terdengar jelas.

6. Apa yang Harus Dilakukan Ketika Melihat Petir?

Memahami hubungan antara petir dan guntur juga penting untuk keselamatan. Jika kilatan petir terlihat dan suara guntur terdengar, artinya badai petir berada cukup dekat untuk menimbulkan risiko.

Segera masuk ke bangunan tertutup yang kokoh atau kendaraan beratap logam dengan jendela tertutup. Hindari berteduh di bawah pohon yang berdiri sendiri, berada di lapangan terbuka, atau mendekati perairan ketika badai petir berlangsung.



Jangan menunggu hujan turun deras untuk mencari perlindungan karena petir dapat menyambar sebelum hujan mencapai lokasi. Setelah guntur terakhir terdengar, tunggu setidaknya 30 menit sebelum kembali beraktivitas di luar ruangan.