Mengapa Jamur Bisa Tumbuh Subur di Tempat Lembap dan Gelap? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Liaa - Wednesday, 21 October 2026 | 07:28 AM


Jamur merupakan organisme yang dapat ditemukan di berbagai lingkungan, mulai dari tanah, kayu lapuk, makanan, hingga sudut bangunan yang jarang terkena sinar matahari. Salah satu tempat yang sering menjadi lokasi pertumbuhannya adalah lingkungan yang lembap dan gelap.
Pertumbuhan jamur di tempat tersebut bukanlah kebetulan. Jamur membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai agar dapat berkembang, terutama ketersediaan air dan sumber nutrisi. Ketika kondisi ini terpenuhi, spora jamur dapat tumbuh menjadi jaringan yang lebih besar dan menyebar ke permukaan di sekitarnya.
Kelembapan Menyediakan Air untuk Pertumbuhan Jamur
Salah satu faktor utama yang membuat jamur mudah tumbuh adalah kelembapan. Jamur membutuhkan air untuk menjalankan berbagai proses biologis, termasuk menyerap nutrisi dari lingkungan dan membentuk jaringan baru.
Tempat yang lembap, seperti dinding yang mengalami kebocoran, kamar mandi, lemari tertutup, dan sudut ruangan dengan ventilasi buruk, dapat menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur.
Selain itu, permukaan yang terus-menerus basah membuat jamur lebih mudah berkembang. Kondisi ini sering terjadi ketika air merembes ke dinding, pakaian tidak dikeringkan dengan baik, atau makanan disimpan dalam keadaan lembap.
Sebaliknya, lingkungan yang kering cenderung menghambat pertumbuhan banyak jenis jamur. Meskipun demikian, beberapa jamur dapat bertahan dalam kondisi kering dan kembali aktif ketika memperoleh cukup air.
Mengapa Jamur Sering Ditemukan di Tempat Gelap?
Tempat gelap kerap menjadi lokasi tumbuhnya jamur karena area tersebut biasanya jarang terkena sinar matahari langsung. Contohnya adalah bagian belakang lemari, gudang, ruang bawah tanah, serta sudut dinding yang tertutup perabot.
Sinar matahari dapat membantu mengeringkan permukaan dan, dalam kondisi tertentu, radiasi ultraviolet dapat merusak spora jamur. Ketika suatu tempat jarang terkena sinar matahari, kelembapan bisa bertahan lebih lama sehingga mendukung pertumbuhan jamur.
Namun, bukan berarti jamur selalu membutuhkan kegelapan untuk hidup. Sebagian besar jamur tidak memerlukan cahaya untuk memperoleh energi seperti tumbuhan hijau. Ada pula jenis jamur yang mampu tumbuh di tempat terang, selama kebutuhan air, nutrisi, dan suhu yang sesuai tetap terpenuhi.
Dengan demikian, kombinasi antara kelembapan tinggi, sirkulasi udara yang buruk, dan kurangnya pengeringan lebih berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur dibandingkan kondisi gelap semata.
Jamur Mendapatkan Nutrisi dari Lingkungan
Jamur tidak membuat makanannya sendiri melalui fotosintesis. Organisme ini memperoleh nutrisi dengan menguraikan bahan organik yang terdapat di lingkungan.
Bahan seperti kayu, kertas, kain tertentu, sisa makanan, dan debu yang mengandung bahan organik dapat menjadi sumber nutrisi bagi berbagai jenis jamur. Itulah sebabnya jamur terkadang muncul pada pakaian yang disimpan terlalu lama di lemari lembap, buku yang terkena air, atau makanan yang tidak disimpan dengan benar.
Ketika kondisi lingkungan mendukung, jamur akan membentuk benang-benang halus yang disebut hifa. Kumpulan hifa membentuk jaringan yang dikenal sebagai miselium. Jaringan inilah yang membantu jamur menyerap nutrisi dan memperluas pertumbuhannya.
Beberapa jenis jamur juga menghasilkan spora yang dapat menyebar melalui udara, air, atau kontak dengan permukaan lain. Jika spora menemukan lingkungan yang sesuai, pertumbuhan baru dapat dimulai.
Suhu dan Sirkulasi Udara Juga Berpengaruh
Selain kelembapan dan ketersediaan nutrisi, suhu lingkungan turut memengaruhi pertumbuhan jamur. Banyak jenis jamur yang tumbuh baik pada suhu sedang hingga hangat, meskipun kebutuhan suhu setiap spesies berbeda-beda.
Sirkulasi udara yang buruk juga dapat memperparah masalah kelembapan. Udara yang tidak bergerak dengan baik membuat air lebih lambat menguap dari permukaan, terutama di ruangan tertutup atau sudut bangunan yang jarang dibersihkan.
Karena itu, ruangan yang lembap, hangat, dan minim ventilasi berpotensi menjadi tempat yang ideal bagi sebagian jenis jamur untuk berkembang.
Bagaimana Cara Mencegah Jamur Tumbuh di Rumah?
Pertumbuhan jamur dapat dikurangi dengan menjaga lingkungan tetap kering dan memperbaiki sumber kelembapan. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah.
Pertama, pastikan kamar mandi, dapur, dan area lain yang sering terkena air memiliki ventilasi yang memadai. Kedua, segera perbaiki kebocoran pada atap, pipa, atau dinding agar air tidak terus meresap ke permukaan bangunan.
Ketiga, keringkan pakaian hingga benar-benar kering sebelum menyimpannya di lemari. Hindari pula menumpuk barang terlalu rapat pada dinding yang rawan lembap agar sirkulasi udara tetap terjaga.
Penggunaan alat pengurang kelembapan atau dehumidifier juga dapat membantu, terutama di ruangan yang sulit dikeringkan. Jika jamur sudah tumbuh, bersihkan dengan cara yang sesuai dengan jenis permukaan dan luas area yang terdampak. Gunakan perlindungan yang tepat dan jangan mencampurkan bahan pembersih, khususnya pemutih dengan amonia.
Apabila pertumbuhan jamur meluas, terus berulang, atau berasal dari kerusakan bangunan, pertimbangkan untuk meminta bantuan tenaga profesional.
Jamur dapat tumbuh subur di tempat lembap dan gelap karena lingkungan tersebut sering menyediakan air, nutrisi, serta kondisi yang mendukung perkembangannya. Meski demikian, kegelapan bukanlah syarat mutlak bagi jamur untuk hidup. Kelembapan yang tinggi, kebocoran, ventilasi buruk, dan bahan organik yang tersedia merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan untuk mencegah pertumbuhan jamur di rumah.
Next News

Mengapa Arab Saudi Gencar Berinvestasi di Sektor Pariwisata dan Kota Modern? Ini Alasannya
15 hours ago

Bagaimana Cuka Memberikan Rasa Asam pada Saus? Ini Penjelasan Ilmiahnya
15 hours ago

Mengenal Pakaian Tradisional Pria dan Wanita di Arab Saudi, Ciri Khas dan Maknanya
15 hours ago

Mengapa Daun Putri Malu Menutup ketika Disentuh?
4 hours ago

Mengapa Petir Terlihat Lebih Dahulu daripada Suara Guntur Terdengar? Ini Penjelasan Ilmiahnya
4 hours ago

Mengapa Arab Saudi Memiliki Wilayah Gurun yang Sangat Luas? Ini Penjelasan Geografisnya
17 hours ago

Mengapa Saus yang Disimpan Terlalu Lama Bisa Berubah Warna?
18 hours ago

Saus Sambal dan Saus Tomat, Mana yang Biasanya Mengandung Lebih Banyak Gula?
6 hours ago

Bagaimana Jamur Berkembang Biak Tanpa Biji seperti Tumbuhan pada Umumnya?
18 hours ago

Mengapa Barang dengan Kemasan Menarik Lebih Mudah Mencuri Perhatian?
6 hours ago
