Senin, 3 Agustus 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Regional & Nasional

SPPG Karangturi baru menerima laporan mengenai munculnya keluhan kesehatan dari pihak sekolah pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Para siswa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah, dan diare. Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/08/02/12172701/bgn-suspend-sppg-karangturi-usai-707-orang-diduga-keracunan-mbg?page=2. Membership: https://kmp.im/plus6 Download aplikasi: https://kmp.im/app6

RAU - Sunday, 02 August 2026 | 04:02 AM

Background
SPPG Karangturi baru menerima laporan mengenai munculnya keluhan kesehatan dari pihak sekolah pada Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 09.40 WIB. Para siswa dilaporkan mengalami gangguan pencernaan berupa mual, muntah, dan diare.  Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/08/02/12172701/bgn-suspend-sppg-karangturi-usai-707-orang-diduga-keracunan-mbg?page=2.   Membership: https://kmp.im/plus6 Download aplikasi: https://kmp.im/app6

BGN Hentikan Sementara SPPG Karangturi Usai Dugaan Keracunan Massal 707 Siswa dan Guru di Semarang

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi setelah terjadinya dugaan keracunan yang dialami 707 siswa dan guru di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. Penghentian sementara dilakukan sambil menunggu hasil investigasi terkait penyebab insiden tersebut.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan pihaknya juga telah memberikan surat peringatan kepada pengelola SPPG beserta pihak-pihak terkait sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Investigasi Diperkirakan Selesai dalam 5–7 Hari

Menurut Sudaryono, hasil investigasi diperkirakan akan diketahui dalam waktu lima hingga tujuh hari kerja. BGN bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah sampel makanan guna memastikan penyebab dugaan keracunan.

Hasil investigasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya terhadap operasional SPPG Karangturi.

Dugaan Penyebab Masih Didalami

Berdasarkan investigasi awal, dugaan penyebab keracunan mengarah pada beberapa bahan makanan, seperti daun singkong dan bumbu rendang. Selain itu, waktu memasak yang dilakukan terlalu dini sebelum makanan didistribusikan juga menjadi salah satu faktor yang sedang diteliti.



BGN menyebut sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama tidak mengalami keluhan serupa karena makanan didistribusikan lebih awal sehingga kondisinya dinilai masih layak saat dikonsumsi.

Kondisi Korban Berangsur Membaik

Sudaryono mengunjungi sejumlah korban yang dirawat di beberapa rumah sakit di Kota Semarang, antara lain RS Permata Medika, RS Bhakti Wira Tamtama, dan RS Pantiwilasa Citarum.

Dari total 707 orang yang mengalami gejala, sebagian besar hanya mendapatkan penanganan di lokasi. Sebanyak 13 orang sempat menjalani perawatan di rumah sakit maupun puskesmas, dan dilaporkan kondisinya telah membaik.

Kronologi Dugaan Keracunan

Kasus ini bermula setelah ratusan siswa dan guru SMKN 6 Semarang mengonsumsi menu program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (31/7/2026). Tidak lama kemudian, sejumlah penerima makanan mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan diare.

Berdasarkan investigasi sementara, bahan baku makanan diterima secara bertahap sejak Rabu (29/7/2026), kemudian disimpan sesuai prosedur sebelum proses memasak dimulai pada malam hari.



Setelah melalui proses pengolahan, pengujian oleh ahli gizi, dan pengemasan, makanan didistribusikan ke sekolah dalam dua tahap, yaitu sekitar pukul 06.00 WIB dan 08.10 WIB pada Kamis (30/7/2026).

SPPG Karangturi baru menerima laporan adanya keluhan kesehatan dari pihak sekolah pada Jumat pagi sekitar pukul 09.40 WIB.

BGN Lakukan Evaluasi

Selain menghentikan sementara operasional SPPG Karangturi, BGN juga melakukan evaluasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan layanan, termasuk mitra pengelola, yayasan, hingga koordinator wilayah.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.