Setelah Gempa Terjadi, Mengapa Gempa Susulan Bisa Muncul? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Liaa - Sunday, 30 August 2026 | 06:31 AM


Pernah merasakan gempa, lalu beberapa saat kemudian tanah kembali berguncang? Kondisi tersebut bisa membuat masyarakat semakin panik. Padahal, setelah gempa utama terjadi, bumi belum tentu langsung kembali stabil.
Getaran yang muncul setelah gempa utama disebut gempa susulan atau aftershock. Fenomena ini merupakan bagian dari proses alami yang terjadi pada kerak Bumi.
Apa Itu Gempa Susulan?
Gempa susulan adalah gempa yang terjadi setelah gempa utama dan masih berkaitan dengan proses perubahan tegangan di sekitar sumber gempa.
Ketika gempa utama terjadi, sebagian besar energi yang tersimpan di sekitar patahan dilepaskan. Namun, kondisi batuan di sekitar patahan belum tentu langsung mencapai keseimbangan baru.
Perubahan tersebut dapat menyebabkan bagian kerak Bumi lainnya mengalami penyesuaian dan memicu gempa berikutnya.
Mengapa Bumi Masih Bergerak Setelah Gempa?
Bayangkan sebuah papan yang mendapatkan tekanan cukup besar. Ketika tekanan dilepaskan, papan mungkin tidak langsung kembali dalam kondisi stabil. Ada bagian yang masih bergerak atau menyesuaikan posisi.
Hal serupa terjadi pada batuan di sekitar patahan, tetapi dalam skala geologi yang jauh lebih besar.
Setelah gempa utama, tegangan di sekitar patahan dapat berpindah atau mengalami perubahan. Kondisi tersebut kemudian dapat memicu pergeseran kecil di bagian lain dari zona patahan.
Inilah salah satu alasan mengapa gempa susulan dapat terjadi.
Apakah Gempa Susulan Selalu Lebih Kecil?
Umumnya, gempa susulan memiliki magnitudo lebih kecil dibandingkan gempa utama. Namun, bukan berarti setiap getaran setelah gempa pasti merupakan gempa susulan.
Para ahli melihat hubungan lokasi, waktu, dan karakteristik gempa untuk menentukan apakah suatu kejadian merupakan bagian dari rangkaian gempa yang sama.
Gempa susulan juga dapat terjadi dalam jumlah banyak, terutama setelah gempa utama yang besar.
Berapa Lama Gempa Susulan Bisa Terjadi?
Tidak ada waktu yang sama untuk setiap kejadian.
Gempa susulan biasanya lebih sering terjadi tidak lama setelah gempa utama. Seiring berjalannya waktu, frekuensinya umumnya menurun.
Namun, gempa susulan masih dapat terjadi selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan lebih lama setelah gempa utama, tergantung kondisi dan karakteristik wilayah yang terdampak.
Mengapa Gempa Susulan Tetap Berbahaya?
Meskipun biasanya lebih kecil, gempa susulan tetap perlu diwaspadai.
Bangunan yang sudah mengalami kerusakan akibat gempa utama dapat menjadi lebih rentan terhadap guncangan berikutnya. Struktur yang sebelumnya terlihat masih berdiri belum tentu benar-benar aman.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak memasuki bangunan yang rusak sebelum mendapatkan kepastian bahwa bangunan tersebut aman.
Apakah Gempa Susulan Bisa Diprediksi?
Para ilmuwan dapat mempelajari pola gempa dan menggunakan data seismologi untuk memperkirakan kemungkinan terjadinya gempa susulan.
Namun, tidak mungkin memastikan secara tepat kapan gempa susulan berikutnya akan terjadi, di lokasi mana tepatnya, dan seberapa kuat guncangannya.
Karena itu, informasi dari lembaga resmi tetap menjadi rujukan utama setelah gempa.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Gempa?
Setelah guncangan berhenti, jangan langsung menganggap keadaan sudah sepenuhnya aman.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan.
- Periksa kondisi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.
- Jauhi bangunan yang mengalami kerusakan.
- Waspadai kabel listrik yang putus dan kebocoran gas.
- Jika berada di wilayah pesisir, perhatikan informasi terkait potensi tsunami.
- Ikuti informasi dari BMKG, BNPB, pemerintah daerah, atau pihak berwenang lainnya.
- Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Jika bangunan mengalami kerusakan serius, lebih baik tetap berada di lokasi aman dan menunggu arahan petugas daripada masuk kembali untuk mengambil barang.
Mengapa Gempa Susulan Penting Dipelajari?
Gempa susulan bukan hanya fenomena yang menimbulkan kekhawatiran. Bagi para ahli, rangkaian gempa juga memberikan informasi penting mengenai kondisi patahan dan bagaimana kerak Bumi menyesuaikan diri setelah gempa utama.
Data dari gempa utama dan gempa susulan dapat membantu ilmuwan memahami aktivitas seismik serta memperkirakan tingkat risiko di suatu wilayah.
Gempa susulan terjadi karena kerak Bumi masih mengalami penyesuaian setelah gempa utama. Pelepasan energi dari gempa utama dapat mengubah distribusi tegangan di sekitar patahan sehingga memicu pergeseran batuan lainnya.
Biasanya gempa susulan memiliki kekuatan lebih kecil daripada gempa utama dan frekuensinya akan berkurang seiring waktu. Meski demikian, gempa susulan tetap harus diwaspadai, terutama karena dapat memperparah kerusakan bangunan yang sebelumnya sudah terdampak.
Setelah gempa, jangan hanya menunggu bumi kembali tenang. Tetap waspada, jauhi bangunan yang rusak, dan ikuti informasi resmi dari lembaga terkait.
Next News

Mengapa Mie Ayam yang Sudah Dingin Cenderung Menggumpal? Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 hours ago

Gelembung di Permukaan Kolam Bisa Menjadi Petunjuk Adanya Gas yang Terlepas
7 hours ago

Warna Hijau pada Air Tidak Selalu Menandakan Air Tersebut Bersih, Ini Penjelasannya
8 hours ago

Panorama Gurun Tidak Selalu Berwarna Cokelat, Ada yang Memiliki Nuansa Merah
8 hours ago

Mengapa Kita Bisa Tersentak saat Baru Mulai Tertidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
8 hours ago

Mengapa Gelas Kaca Terkadang Mengeluarkan Bunyi Nyaring saat Diisi Air? Ini Penjelasannya
8 hours ago

Gelas Kaca Bisa Pecah saat Dituangi Air Panas, Ini Penyebabnya
8 hours ago

Mengapa Tulisan di Cermin Terlihat Terbalik dari Kiri ke Kanan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
8 hours ago

Pemandangan Sawah Bertingkat Menunjukkan Cara Manusia Beradaptasi dengan Alam
8 hours ago

Mengapa Pemandangan Pegunungan Terlihat Berlapis saat Dilihat dari Kejauhan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
8 hours ago





