Gelas Kaca Bisa Pecah saat Dituangi Air Panas, Ini Penyebabnya
Liaa - Saturday, 24 October 2026 | 08:18 AM


Gelas kaca sering digunakan untuk menyajikan air minum, teh, kopi, dan berbagai minuman lainnya. Namun, tidak semua gelas kaca aman digunakan untuk menampung minuman bersuhu tinggi. Dalam kondisi tertentu, gelas dapat mengalami retakan bahkan pecah sesaat setelah dituangi air panas.
Peristiwa ini bukan terjadi tanpa alasan. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan suhu yang berlangsung terlalu cepat sehingga bagian-bagian kaca mengalami pemuaian yang tidak merata. Risiko tersebut juga dipengaruhi oleh ketebalan gelas, kondisi permukaan, dan jenis kaca yang digunakan.
1. Perbedaan Suhu Membuat Kaca Memuai Tidak Merata
Ketika air panas dituangkan ke dalam gelas yang masih dingin, permukaan bagian dalam gelas menerima panas lebih dahulu. Bagian tersebut mulai memuai, sementara bagian luar gelas masih berada pada suhu yang lebih rendah dan belum mengalami pemuaian sebesar bagian dalam.
Perbedaan pemuaian ini menimbulkan tegangan di dalam material kaca. Jika tegangan yang terbentuk melebihi kemampuan kaca untuk menahannya, retakan dapat muncul dan menyebar hingga gelas pecah.
Kondisi tersebut dikenal sebagai kejutan termal atau thermal shock. Fenomena ini juga dapat terjadi ketika gelas panas terkena air dingin secara tiba-tiba.
2. Tidak Semua Jenis Kaca Memiliki Ketahanan Panas yang Sama
Jenis material kaca sangat menentukan kemampuannya menghadapi perubahan suhu. Gelas biasa yang digunakan untuk minuman dingin belum tentu dirancang untuk menampung air mendidih.
Sebagian gelas dibuat dari kaca soda-kapur yang umum digunakan pada berbagai peralatan rumah tangga. Sementara itu, produk tertentu menggunakan kaca borosilikat yang memiliki koefisien pemuaian termal lebih rendah sehingga umumnya lebih tahan terhadap perubahan suhu mendadak.
Meski demikian, kaca borosilikat bukan berarti tidak bisa pecah. Ketahanan terhadap kejutan termal tetap bergantung pada desain produk, ketebalan, kondisi material, dan besarnya perubahan suhu yang dialami.
Karena itu, penting untuk memeriksa keterangan produsen sebelum menggunakan gelas untuk minuman panas.
3. Ketebalan dan Bentuk Gelas Turut Memengaruhi Risiko
Ketebalan gelas dapat memengaruhi cara panas menyebar melalui material. Pada gelas yang relatif tebal, perbedaan suhu antara bagian dalam dan luar dapat bertahan lebih lama karena panas membutuhkan waktu untuk merambat.
Akibatnya, bagian-bagian gelas bisa memuai secara tidak bersamaan. Namun, ketebalan saja tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah gelas tahan panas karena jenis kaca dan desain keseluruhannya juga berperan.
Gelas yang memiliki bentuk tidak seragam, bagian dasar yang sangat tebal, atau perubahan ketebalan yang tajam dapat mengalami distribusi tegangan yang berbeda ketika dipanaskan.
4. Retakan Kecil Bisa Membuat Gelas Lebih Mudah Pecah
Gelas yang terlihat utuh belum tentu bebas dari kerusakan. Goresan, retakan halus, atau benturan sebelumnya dapat membentuk titik lemah pada permukaan kaca.
Ketika gelas menerima perubahan suhu mendadak, tegangan yang timbul dapat terkonsentrasi di sekitar titik tersebut. Retakan kecil kemudian bisa berkembang dengan cepat hingga menyebabkan gelas pecah.
Oleh sebab itu, gelas yang sudah terkelupas, retak, atau memiliki bagian tepi yang rusak sebaiknya tidak digunakan, terutama untuk menampung minuman panas.
5. Cara Mengurangi Risiko Gelas Pecah saat Dituangi Air Panas
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pecahnya gelas saat digunakan untuk minuman panas.
Pertama, gunakan gelas yang secara jelas dinyatakan aman untuk minuman panas. Jangan menganggap semua gelas kaca memiliki ketahanan suhu yang sama.
Kedua, hindari perubahan suhu yang ekstrem. Gelas yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin sebaiknya tidak langsung diisi air mendidih. Begitu pula gelas panas sebaiknya tidak langsung disiram air dingin.
Ketiga, periksa kondisi gelas sebelum digunakan. Hindari memakai gelas yang memiliki retakan, goresan dalam, atau bagian tepi yang rusak.
Terakhir, ikuti petunjuk penggunaan dari produsen, terutama jika gelas akan digunakan untuk air mendidih atau dipanaskan dengan alat tertentu.
Kesimpulan
Gelas kaca bisa pecah saat dituangi air panas karena mengalami kejutan termal. Panas yang masuk lebih dahulu ke bagian dalam membuat kaca memuai tidak merata, sehingga tegangan terbentuk di antara bagian-bagiannya. Jika tegangan melampaui kekuatan material, kaca dapat retak atau pecah.
Jenis kaca, ketebalan, bentuk, dan kondisi permukaan turut memengaruhi risiko tersebut. Dengan memilih gelas yang sesuai untuk minuman panas serta menghindari perubahan suhu mendadak, risiko pecah dapat dikurangi.
Next News

Mengapa Mie Ayam yang Sudah Dingin Cenderung Menggumpal? Ini Penjelasan Ilmiahnya
6 hours ago

Gelembung di Permukaan Kolam Bisa Menjadi Petunjuk Adanya Gas yang Terlepas
7 hours ago

Warna Hijau pada Air Tidak Selalu Menandakan Air Tersebut Bersih, Ini Penjelasannya
7 hours ago

Panorama Gurun Tidak Selalu Berwarna Cokelat, Ada yang Memiliki Nuansa Merah
7 hours ago

Mengapa Kita Bisa Tersentak saat Baru Mulai Tertidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 hours ago

Mengapa Gelas Kaca Terkadang Mengeluarkan Bunyi Nyaring saat Diisi Air? Ini Penjelasannya
7 hours ago

Mengapa Tulisan di Cermin Terlihat Terbalik dari Kiri ke Kanan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 hours ago

Pemandangan Sawah Bertingkat Menunjukkan Cara Manusia Beradaptasi dengan Alam
7 hours ago

Mengapa Pemandangan Pegunungan Terlihat Berlapis saat Dilihat dari Kejauhan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
7 hours ago

Mengapa Sebagian Sayuran Berwarna Hijau Tua dan Sebagian Lainnya Hijau Muda? Ini Penjelasannya
7 hours ago





