Sabtu, 24 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Mengapa Kita Bisa Tersentak saat Baru Mulai Tertidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Liaa - Saturday, 24 October 2026 | 08:27 AM

Background
Mengapa Kita Bisa Tersentak saat Baru Mulai Tertidur? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pernahkah Anda hampir terlelap, tetapi tiba-tiba kaki, tangan, atau seluruh tubuh tersentak hingga membuat Anda kembali terjaga? Sebagian orang bahkan merasakan sensasi seperti terjatuh dari tempat tinggi atau kehilangan keseimbangan sesaat sebelum tersentak.

Kejadian tersebut dikenal sebagai hypnic jerk atau sentakan saat mulai tidur. Fenomena ini cukup umum dan biasanya tidak menandakan adanya gangguan kesehatan yang serius. Sentakan dapat terjadi sesekali, dengan intensitas ringan hingga cukup kuat untuk membangunkan seseorang.

Lantas, mengapa tubuh bisa bergerak secara tiba-tiba ketika seharusnya mulai beristirahat?

1. Tubuh Sedang Beralih dari Terjaga Menuju Tidur

Saat seseorang mulai tertidur, tubuh mengalami perubahan bertahap. Aktivitas otak mulai bergeser, kesadaran terhadap lingkungan berkurang, dan otot-otot perlahan menjadi lebih rileks.

Peralihan ini tidak selalu berlangsung mulus. Pada sebagian orang, muncul sentakan otot singkat yang terjadi tanpa disengaja. Gerakan tersebut dapat mengenai satu bagian tubuh, seperti kaki, atau melibatkan beberapa bagian sekaligus.



Para peneliti belum sepenuhnya memahami mekanisme pasti yang menyebabkan hypnic jerk. Namun, fenomena ini diketahui berkaitan dengan proses peralihan sistem saraf dan aktivitas otot pada tahap awal tidur.

2. Sensasi Seperti Terjatuh Bisa Menyertai Sentakan

Selain gerakan tubuh, beberapa orang merasakan seolah-olah sedang jatuh, tersandung, atau kehilangan keseimbangan. Sensasi tersebut terkadang muncul bersamaan dengan sentakan otot.

Pengalaman ini dapat terasa sangat nyata karena terjadi ketika kesadaran mulai berkurang, tetapi seseorang belum sepenuhnya tertidur. Akibatnya, sensasi singkat tersebut bisa membuat orang terkejut dan kembali terjaga.

Meski demikian, tidak semua sentakan saat mulai tidur disertai mimpi atau sensasi terjatuh. Ada pula orang yang hanya merasakan kaki bergerak mendadak tanpa mengalami sensasi lain.

3. Kurang Tidur dan Kelelahan Dapat Meningkatkan Kemunculannya

Sentakan saat mulai tidur dapat lebih sering dialami ketika seseorang kurang tidur atau mengalami kelelahan. Jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat memengaruhi kualitas istirahat dan membuat proses memasuki tidur terasa kurang nyaman.



Dalam kondisi tersebut, tubuh mungkin mengalami kesulitan mempertahankan pola tidur yang teratur. Meski begitu, sentakan tidak selalu menunjukkan bahwa seseorang sedang kelelahan karena fenomena ini juga dapat terjadi pada orang yang cukup tidur.

Jika kejadian semakin sering, memperbaiki jadwal tidur dan memberikan waktu istirahat yang cukup dapat menjadi langkah awal untuk membantu menguranginya.

4. Stres dan Kafein Bisa Menjadi Faktor Pemicu

Stres dan kecemasan dapat membuat seseorang lebih sulit merasa rileks ketika hendak tidur. Sementara itu, konsumsi kafein, terutama pada sore atau malam hari, dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengganggu proses tidur pada orang yang sensitif terhadap zat tersebut.

Kondisi-kondisi ini dapat berkaitan dengan meningkatnya sentakan saat mulai terlelap pada sebagian orang. Namun, pengaruhnya tidak sama untuk setiap individu dan bukan berarti semua orang yang mengalami hypnic jerk pasti sedang stres atau mengonsumsi terlalu banyak kafein.

Untuk membantu tubuh lebih siap beristirahat, seseorang dapat mencoba mengurangi minuman berkafein menjelang malam, menjaga waktu tidur yang konsisten, serta melakukan kegiatan menenangkan sebelum berbaring.



5. Apakah Sentakan Saat Mulai Tidur Berbahaya?

Pada umumnya, hypnic jerk merupakan fenomena normal dan tidak membutuhkan pengobatan jika hanya terjadi sesekali serta tidak mengganggu kualitas tidur.

Namun, perlu diperhatikan jika gerakan terjadi berulang kali sepanjang malam, sangat mengganggu istirahat, menyebabkan cedera, atau disertai gejala lain seperti kehilangan kesadaran maupun kelemahan yang tidak biasa. Dalam kondisi tersebut, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat membantu memastikan penyebabnya.

Gerakan yang berulang saat tidur juga bisa memiliki penyebab lain, sehingga tidak semua gerakan mendadak sebaiknya langsung dianggap sebagai hypnic jerk.

6. Cara Mengurangi Sentakan saat Hendak Tidur

Ada beberapa kebiasaan yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi faktor pemicu sentakan saat mulai tidur. Pertama, usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari. Pola yang teratur membantu tubuh membangun ritme tidur yang lebih konsisten.

Kedua, penuhi kebutuhan tidur dan hindari kebiasaan begadang. Ketiga, batasi konsumsi kopi, teh berkafein, atau minuman energi menjelang waktu tidur jika zat tersebut membuat Anda sulit beristirahat.



Selain itu, lakukan aktivitas yang menenangkan, seperti membaca buku atau latihan pernapasan ringan. Hindari pula olahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur jika aktivitas tersebut membuat tubuh tetap terjaga.

Langkah-langkah ini tidak menjamin sentakan akan hilang sepenuhnya, tetapi dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi sejumlah faktor yang mungkin memicunya.

Kesimpulan

Tubuh yang tersentak ketika baru mulai tertidur merupakan fenomena yang disebut hypnic jerk. Kondisi ini terjadi pada masa peralihan dari keadaan terjaga menuju tidur dan umumnya tidak berbahaya.

Kurang tidur, kelelahan, stres, serta konsumsi kafein dapat berkaitan dengan meningkatnya kejadian pada sebagian orang. Dengan menjaga pola tidur yang teratur dan membangun kebiasaan istirahat yang baik, sentakan tersebut dapat lebih mudah dikendalikan. Jika gerakannya sangat sering atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

Tags