Sering Terlambat Bisa Jadi Tanda Orang Mengalami Buta Waktu
Liaa - Sunday, 10 May 2026 | 10:39 AM


Orang yang selalu terlambat bisa sangat membuat frustrasi bagi orang-orang yang harus menunggu. Keterlambatan ini sering kali dianggap sebagai bentuk kemalasan atau ketidakpedulian. Namun, para ahli mengatakan bahwa mungkin penyebabnya adalah apa yang disebut time blindness (buta waktu).
"Ciri utama time blindness adalah ketidakmampuan untuk memperkirakan rentang waktu," kata Dr. Mauran Sivananthan, psikiater di Henry Ford Health, Michigan, kepada Fox News Digital. Sering disalahpahami sebagai ketidakmampuan untuk membaca jam, tapi buta waktu membuat seseorang tidak bisa memperkirakan memperkirakan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu tugas. Dampaknya, semuanya bisa berantakan, mulai dari rutinitas harian hingga produktivitas.
Dalam kehidupan sehari-hari, buta waktu dapat terlihat dari tidak pernah bisa memenuhi deadline, kesulitan berpindah antar tugas, atau kesalahan memperkirakan durasi sebuah aktivitas, yang kemudian menyebabkan stres dan frustrasi.
Secara sosial, perilaku ini bisa dianggap sebagai bentuk tidak hormat atau ceroboh terhadap orang lain, dan berpotensi merusak hubungan. Laurie Singer, analis perilaku bersertifikat dari Laurie Singer Behavioral Services di California, menambahkan bahwa orang dengan time agnosia — nama lain dari kondisi ini — tidak dapat memproses waktu yang berlalu dengan baik. "Mereka biasanya kesulitan mengetahui berapa lama waktu telah berlalu atau berapa lama waktu tersisa saat mengerjakan tugas," ujarnya.
Sebagai contoh, seseorang mungkin salah menghitung waktu yang dibutuhkan untuk bersiap-siap di pagi hari, sehingga terburu-buru keluar rumah dan akhirnya terlambat. Orang lain bisa sangat tenggelam dalam suatu aktivitas (hyperfocus), hingga benar-benar kehilangan jejak waktu.
Penyebab buta waktu
Buta waktu dianggap sebagai masalah fungsi eksekutif yang mencakup kemampuan seperti memori kerja, fleksibilitas kognitif, dan kontrol terhadap dorongan impulsif.
Buta waktu paling umum dikaitkan dengan ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).
Kondisi ini juga bisa muncul pada individu dengan autisme, OCD (obsessive-compulsive disorder), cedera otak traumatis, depresi, kecemasan, dan bahkan penyakit seperti Parkinson serta multiple sclerosis, menurut para ahli.
Penanganan buta waktu biasanya membutuhkan pendekatan berlapis, dimulai dengan mengurangi kebiasaan menunda.
Akan sangat membantu juga untuk menggunakan pengukur waktu (timer) untuk melacak berapa lama waktu dihabiskan dalam suatu aktivitas.
Para ahli sepakat bahwa kebiasaan yang konsisten dapat memberikan manfaat berupa struktur, prediktabilitas, pengurangan kelelahan dalam mengambil keputusan, peningkatan produktivitas, dan manajemen waktu yang lebih baik.
Next News

Sate Madura: Kuliner Khas Indonesia dengan Cita Rasa yang Mendunia
5 hours ago

Mengapa Tubuh Mudah Lelah Meski Tidak Banyak Aktivitas? Ini Penyebab yang Perlu Diketahui
5 hours ago

Bukan Antisosial, Ini Sisi Menarik dari Manusia Kutu Buku
17 hours ago

Sering Dikira Sama, Ternyata Temulawak dan Kunyit Punya Banyak Perbedaan
5 hours ago

Jahe: Rempah Tradisional dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan
5 hours ago

Telinga Berdenging (Tinnitus): Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya Secara Alami
6 hours ago

Skincare vs Makeup: Mana yang Lebih Penting?
6 hours ago

Dampak Kerusakan Alam dan Cara Sederhana untuk Menjaganya
6 hours ago

Sejarah Mochi: Kue Tradisional Jepang yang Mendunia
6 hours ago

Bintang Laut: Hewan Laut Unik dengan Kemampuan Regenerasi yang Menakjubkan
6 hours ago





