Sering Pakai Earphone, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Pendengaran?
Liaa - Saturday, 07 February 2026 | 09:13 AM


Earphone atau headphone kini hampir tak terpisahkan dari aktivitas harian masyarakat modern. Namun, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa kebiasaan menggunakan earphone dalam jangka panjang, terutama dengan volume tinggi, dapat berdampak negatif pada pendengaran.
Para dokter spesialis THT sering mengingatkan, suara keras yang masuk langsung ke saluran telinga dapat merusak sel rambut halus (hair cells) di dalam koklea. Sel-sel ini berperan penting dalam mengubah getaran suara menjadi sinyal ke otak dan tidak dapat beregenerasi jika rusak.
Paparan suara di atas 85 desibel dalam waktu lama diketahui dapat menyebabkan noise-induced hearing loss atau gangguan pendengaran akibat kebisingan. Volume earphone pada level maksimum bahkan dapat mencapai lebih dari 100 desibel, terutama pada lingkungan bising seperti transportasi umum.
Selain gangguan pendengaran, penggunaan earphone yang terlalu lama juga dapat menyebabkan:
-Telinga berdenging (tinnitus)
-Rasa penuh atau nyeri pada telinga
-Infeksi telinga, terutama jika earphone jarang dibersihkan
-Penurunan sensitivitas pendengaran secara perlahan.
Ahli THT menjelaskan bahwa gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan suara keras sering kali terjadi secara bertahap dan tidak langsung disadari. Banyak orang baru menyadari setelah pendengaran terasa menurun atau telinga sering berdenging.
Organisasi kesehatan dan para dokter merekomendasikan aturan 60–60, yaitu mendengarkan audio maksimal 60 persen volume selama tidak lebih dari 60 menit secara terus-menerus. Setelah itu, telinga perlu diberi waktu istirahat.
Penggunaan headphone over-ear atau perangkat,disarankan memakai fitur noise cancellation, karena dapat mengurangi kebutuhan menaikkan volume di lingkungan bising.
Karena bahaya paparan suara keras secara terus-menerus dapat merusak sel pendengaran dan efeknya bersifat permanen.
Dr. Frank Lin, ahli pendengaran dari Johns Hopkins Medicine, menjelaskan:
"Gangguan pendengaran akibat kebisingan sering kali tidak disadari karena terjadi perlahan, namun dampaknya dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan otak."
Sebab itu, pencegahan sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan setelah kerusakan terjadi.
Next News

Satresnarkoba Polrestabes Medan Gagalkan Penyelundupan 50 Kg Sabu Jaringan Internasional di Aceh Utara
10 hours ago

Yang Unik di Maroko, Sebuah Kota yang Seluruhnya Berwarna Biru
10 hours ago

Mengenal Akupunktur dan Akupresur: Sama-sama Terapi Tradisional, Tetapi Metodenya Berbeda
10 hours ago

5 Kebiasaan "Receh" yang Ternyata Jadi Pabrik Batu Ginjal di Tubuhmu, Yuk Tobat Sebelum Terlambat!
in 2 hours

Jangan Salah Kaprah, Ternyata Susu Kental Manis Itu "Bom Gula" Buat Si Kecil
in 2 hours

5 Golongan Orang yang Sebaiknya Menghindari Sayur Kol, Jangan Sampai Picu Masalah Kesehatan
in 2 hours

Studi Terbaru Ungkap Golongan Darah A Lebih Berisiko Stroke Dini, Benarkah Harus Waspada?
in 2 hours

Rahasia Kenikmatan Jasa Tukang Kusuk: Bukan Cuma Hilangkan Pegal, Tapi Juga Redakan Stres
in 2 hours

Nemo Ternyata Punya Rahasia Mengejutkan: Fakta Ikan Badut yang Tak Seindah Filmnya
in 26 minutes

Duh, Ada Benjolan! Ini Penjelasan Medis Kenapa Kista Bisa Muncul di Tubuh
in 6 minutes





