Minggu, 8 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Jangan Diabaikan,Perhatikan Masa Kadaluwarsa Kosmetik Anda dan Risikonya bagi Kesehatan Kulit.

Liaa - Saturday, 07 February 2026 | 07:51 AM

Background
Jangan Diabaikan,Perhatikan Masa Kadaluwarsa Kosmetik Anda dan Risikonya bagi Kesehatan Kulit.

Kosmetik, baik makeup maupun skincare, memiliki masa kedaluwarsa yang ditentukan berdasarkan stabilitas bahan aktif dan sistem pengawet di dalamnya. Media kesehatan seperti DetikHealth dan Kompas Health menjelaskan bahwa kosmetik yang telah dibuka akan lebih cepat rusak karena terpapar udara, cahaya, serta mikroorganisme dari tangan dan alat aplikator.

Secara ilmiah, semakin cair dan lembap suatu produk, semakin pendek masa aman penggunaannya. Karena itu, setiap jenis kosmetik memiliki batas waktu berbeda.

Jenis Kosmetik dan Masa Kadaluwarsanya

1. Produk Mata

Produk mata termasuk paling berisiko karena bersentuhan langsung dengan area sensitif.

Mascara: 3–6 bulan

Eyeliner cair/gel: 3–6 bulan

Eyeshadow krim: 6–12 bulan

Ahli dermatologi menekankan bahwa penggunaan produk mata yang sudah kedaluwarsa dapat memicu infeksi mata dan iritasi serius.

2. Produk Wajah Berbentuk Cair & Krim

Foundation cair/krim: 12–18 bulan

Concealer: 12–18 bulan

BB cream / CC cream: 6–12 bulan

Sunscreen: maksimal 12 bulan

Menurut para ahli, SPF pada sunscreen dapat menurun efektivitasnya meski tekstur terlihat normal, sehingga berisiko membuat kulit tidak terlindungi dari sinar UV.

3. Skincare Harian

Toner: 6–12 bulan

Serum: 6–12 bulan

Moisturizer: 6–12 bulan

Essence & ampoule: 6–12 bulan

Skincare yang mengandung bahan aktif seperti vitamin C, retinol, atau AHA/BHA lebih rentan mengalami degradasi bila digunakan melewati masa pakai.

4. Produk Bibir

Lipstick dan lip cream: 12–24 bulan

Lip gloss: 12–18 bulan

Lip balm: ±12 bulan

Produk bibir berisiko tinggi terkontaminasi bakteri karena kontak langsung dengan mulut.

5. Produk Powder

Bedak tabur/padat: 18–24 bulan

Blush on powder: 18–24 bulan

Eyeshadow powder: 18–24 bulan

Meski relatif lebih awet, produk powder tetap bisa terkontaminasi dari kuas dan spons yang jarang dibersihkan.

Para ahli kesehatan kulit menegaskan bahwa kosmetik yang sudah melewati masa pakai dapat mengalami penurunan efektivitas bahan aktif, perubahan pH, serta pertumbuhan bakteri dan jamur. Dampaknya dapat berupa iritasi, jerawat, dermatitis kontak, hingga infeksi, terutama pada produk mata.

Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk memperhatikan simbol PAO (Period After Opening) pada kemasan kosmetik. Simbol ini menunjukkan batas aman penggunaan produk setelah dibuka, meskipun tanggal kedaluwarsa resmi belum terlewati.

BPOM RI juga mengingatkan bahwa kosmetik harus segera dibuang jika mengalami perubahan bau, warna, atau tekstur, karena hal tersebut menandakan produk sudah tidak aman digunakan.

Produk kosmetik cair dan krim yang digunakan melebihi masa pakainya berisiko menjadi media pertumbuhan bakteri.

Dr. Hadley King, dokter spesialis dermatologi terkemuka dunia,menjelaskan:

"Sistem pengawet dalam kosmetik memiliki batas kerja. Setelah itu, produk tidak lagi aman meskipun tampak normal."

Dia juga menyarankan,kosmetik untuk area mata dan mulut sebaiknya lebih cepat diganti demi mencegah risiko infeksi.