Jangan Diabaikan,Perhatikan Masa Kadaluwarsa Kosmetik Anda dan Risikonya bagi Kesehatan Kulit.
Liaa - Saturday, 07 February 2026 | 07:51 AM


Kosmetik, baik makeup maupun skincare, memiliki masa kedaluwarsa yang ditentukan berdasarkan stabilitas bahan aktif dan sistem pengawet di dalamnya. Media kesehatan seperti DetikHealth dan Kompas Health menjelaskan bahwa kosmetik yang telah dibuka akan lebih cepat rusak karena terpapar udara, cahaya, serta mikroorganisme dari tangan dan alat aplikator.
Secara ilmiah, semakin cair dan lembap suatu produk, semakin pendek masa aman penggunaannya. Karena itu, setiap jenis kosmetik memiliki batas waktu berbeda.
Jenis Kosmetik dan Masa Kadaluwarsanya
1. Produk Mata
Produk mata termasuk paling berisiko karena bersentuhan langsung dengan area sensitif.
Mascara: 3–6 bulan
Eyeliner cair/gel: 3–6 bulan
Eyeshadow krim: 6–12 bulan
Ahli dermatologi menekankan bahwa penggunaan produk mata yang sudah kedaluwarsa dapat memicu infeksi mata dan iritasi serius.
2. Produk Wajah Berbentuk Cair & Krim
Foundation cair/krim: 12–18 bulan
Concealer: 12–18 bulan
BB cream / CC cream: 6–12 bulan
Sunscreen: maksimal 12 bulan
Menurut para ahli, SPF pada sunscreen dapat menurun efektivitasnya meski tekstur terlihat normal, sehingga berisiko membuat kulit tidak terlindungi dari sinar UV.
3. Skincare Harian
Toner: 6–12 bulan
Serum: 6–12 bulan
Moisturizer: 6–12 bulan
Essence & ampoule: 6–12 bulan
Skincare yang mengandung bahan aktif seperti vitamin C, retinol, atau AHA/BHA lebih rentan mengalami degradasi bila digunakan melewati masa pakai.
4. Produk Bibir
Lipstick dan lip cream: 12–24 bulan
Lip gloss: 12–18 bulan
Lip balm: ±12 bulan
Produk bibir berisiko tinggi terkontaminasi bakteri karena kontak langsung dengan mulut.
5. Produk Powder
Bedak tabur/padat: 18–24 bulan
Blush on powder: 18–24 bulan
Eyeshadow powder: 18–24 bulan
Meski relatif lebih awet, produk powder tetap bisa terkontaminasi dari kuas dan spons yang jarang dibersihkan.
Para ahli kesehatan kulit menegaskan bahwa kosmetik yang sudah melewati masa pakai dapat mengalami penurunan efektivitas bahan aktif, perubahan pH, serta pertumbuhan bakteri dan jamur. Dampaknya dapat berupa iritasi, jerawat, dermatitis kontak, hingga infeksi, terutama pada produk mata.
Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk memperhatikan simbol PAO (Period After Opening) pada kemasan kosmetik. Simbol ini menunjukkan batas aman penggunaan produk setelah dibuka, meskipun tanggal kedaluwarsa resmi belum terlewati.
BPOM RI juga mengingatkan bahwa kosmetik harus segera dibuang jika mengalami perubahan bau, warna, atau tekstur, karena hal tersebut menandakan produk sudah tidak aman digunakan.
Produk kosmetik cair dan krim yang digunakan melebihi masa pakainya berisiko menjadi media pertumbuhan bakteri.
Dr. Hadley King, dokter spesialis dermatologi terkemuka dunia,menjelaskan:
"Sistem pengawet dalam kosmetik memiliki batas kerja. Setelah itu, produk tidak lagi aman meskipun tampak normal."
Dia juga menyarankan,kosmetik untuk area mata dan mulut sebaiknya lebih cepat diganti demi mencegah risiko infeksi.
Next News

Sering Memakai Softlens, Aman atau Justru Berisiko bagi Kesehatan Mata?
3 hours ago

Sering Memakai Softlens, Aman atau Justru Berisiko bagi Kesehatan Mata?
3 hours ago

Sering Memakai Softlens, Aman atau Justru Berisiko bagi Kesehatan Mata?
3 hours ago

Sering Memakai Softlens, Aman atau Justru Berisiko bagi Kesehatan Mata?
3 hours ago

Sering Memakai Softlens, Aman atau Justru Berisiko bagi Kesehatan Mata?
15 hours ago

Tanaman Padi Sehat,Panen Melimpah Berkat Perawatan Tepat
16 hours ago

Bibir Pecah-pecah Padahal Sering Pakai Lip Balm, Kenapa Bisa Terjadi?
16 hours ago

Benarkah Minum Air Putih Terlalu Banyak Bisa Bikin Gemuk?
16 hours ago

Menahan Buang Air Kecil, Ini Bahayanya
16 hours ago

Sering Pakai Earphone, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Pendengaran?
16 hours ago





