Seberapa Penting Donor Darah bagi Kesehatan?
RAU - Monday, 23 February 2026 | 09:42 AM


Donor darah selama ini dikenal sebagai tindakan sosial yang mulia. Namun dari sisi medis, kegiatan ini juga memiliki dampak positif bagi tubuh pendonornya.
Menurut World Health Organization (WHO), donor darah rutin membantu menjaga sistem kesehatan masyarakat sekaligus memberi efek fisiologis pada tubuh donor.
Donor darah sebaiknya filakukan secara sukarela dan berkala oleh individu yang memenuhi syarat kesehatan.
Manfaat Donor Darah, yaitu :
1. Membantu Mengontrol Kadar Zat Besi
Tubuh menyimpan zat besi untuk memproduksi hemoglobin. Namun kelebihan zat besi dapat meningkatkan stres oksidatif dan risiko penyakit kardiovaskular.
Kadar zat besi yang lebih seimbang berkaitan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Penurunan kadar zat besi melalui donor darah berpotensi membantu mengurangi risiko kerusakan pembuluh darah akibat oksidasi.
2. Merangsang Produksi Sel Darah Baru
Setelah donor, tubuh akan memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Proses ini menstimulasi sumsum tulang bekerja lebih aktif dan membantu regenerasi sel.
Tubuh biasanya menggantikan volume plasma dalam 24–48 jam, dan sel darah merah dalam beberapa minggu.
3. Skrining Kesehatan Gratis
Sebelum donor, tekanan darah, kadar hemoglobin, dan kondisi umum akan diperiksa. Ini membantu deteksi dini masalah kesehatan.
4. Manfaat Psikologis
Penelitian dalam jurnal kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa aktivitas altruistik seperti donor darah dapat meningkatkan rasa bahagia dan menurunkan stres karena memicu pelepasan hormon endorfin.
Apakah Donor Darah Aman?
Donor darah aman jika dilakukan di fasilitas resmi seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan memenuhi syarat:
✔Usia 17–60 tahun
✔Berat badan minimal 45 kg
✔Tekanan darah stabil
✔Tidak sedang anemia
✔Jarak ideal donor darah adalah setiap 2–3 bulan untuk pria dan wanita, sesuai rekomendasi medis.
Siapa yang Tidak Dianjurkan Donor?
✔Penderita anemia
✔Sedang hamil
✔Memiliki infeksi aktif
✔Riwayat penyakit tertentu sesuai evaluasi medis
Donor darah bukan hanya tindakan kemanusiaan, tetapi juga memiliki manfaat fisiologis dan psikologis bagi pendonor. Namun, tetap harus dilakukan sesuai prosedur dan kondisi kesehatan masing-masing.
Dalam konteks keluarga, ini juga bisa menjadi contoh nyata mengajarkan anak tentang empati dan kepedulian sosial — sesuatu yang mungkin terasa sederhana, tapi dampaknya besar.
Next News

Di Mana Bayamnya? Menguak Rahasia di Balik Sayur Bening Pasien
an hour ago

Mata Panda Kaum Lembur: Benarkah Eye Pad Solusi Cepat Atasi Kantung Mata?
an hour ago

Rahasia Gurun Sahara: Eksportir Debu Terbesar ke Seluruh Dunia
an hour ago

Chiropractic: Si Ahli "Kretek-Kretek" Tulang, Amankah?
13 hours ago

Vitamin Apa Saja yang Diperlukan Usia 40 Tahun ke Atas?
13 hours ago

Robotik Medis: Masa Depan Pelayanan Kesehatan di Indonesia
13 hours ago

Anak Jarang Main di Luar, Apa Dampaknya untuk Otak?
13 hours ago

Benarkah Diet Tinggi Protein Bisa Menurunkan Berat Badan?
13 hours ago

Telinga Berdenging Tiba-Tiba, Normal atau Bahaya?
13 hours ago

Tanda-Tanda Anak Cerdas Sejak Dini
14 hours ago





