Sakit Kepala di Bagian Belakang? Tidak Selalu Karena Kelelahan
RAU - Tuesday, 28 April 2026 | 04:17 AM


Sakit kepala di bagian belakang merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Lokasinya biasanya terasa di area tengkuk, pangkal kepala, atau menjalar dari leher ke bagian belakang kepala.
Banyak orang langsung mengaitkannya dengan kelelahan.
Anggapan ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi penyebabnya bisa jauh lebih beragam.
Salah satu penyebab paling umum adalah *sakit kepala tipe tegang (tension headache)*.
Jenis sakit kepala ini muncul akibat otot di area kepala, leher, dan bahu yang menegang. Pemicu yang sering terjadi antara lain stres, kurang tidur, dehidrasi, telat makan, hingga terlalu lama menatap layar laptop atau ponsel.
Rasa nyerinya biasanya digambarkan seperti kepala terasa ditekan, diikat, atau berat di bagian belakang.
Pada beberapa orang, nyeri juga disertai bahu pegal dan leher yang terasa kaku.
*Kebiasaan sehari-hari juga sangat berpengaruh.*
Misalnya:
•duduk terlalu lama dengan posisi membungkuk, •menunduk saat menggunakan ponsel, •bekerja berjam-jam tanpa peregangan dapat membuat otot leher dan bahu menegang. Ketegangan ini kemudian menjalar ke saraf di bagian belakang kepala dan memicu nyeri.
Tidak sedikit orang yang mengalami sakit kepala belakang karena postur tubuh yang kurang baik.
Misalnya, kepala yang terlalu maju saat duduk di depan komputer akan memberikan beban ekstra pada otot leher. Lama-kelamaan, area tengkuk menjadi kaku dan memicu sakit kepala.
Selain otot dan postur, penyebab lain yang cukup sering adalah *migrain.*
Walau migrain identik dengan sakit kepala sebelah, pada sebagian orang nyeri bisa dimulai dari area leher lalu menjalar ke belakang kepala. Rasa sakit biasanya berdenyut, lebih berat saat bergerak, dan dapat disertai mual, sensitif terhadap cahaya, atau suara bising.
Faktor lain yang perlu diwaspadai adalah *tekanan darah tinggi*.
Lonjakan tekanan darah dapat menyebabkan rasa berat atau nyeri di bagian belakang kepala, terutama di area tengkuk. Jika keluhan sering muncul bersamaan dengan tekanan darah yang tinggi, sebaiknya segera diperiksa.
Dalam beberapa kasus, nyeri di bagian belakang kepala juga dapat disebabkan oleh *neuralgia oksipital*, yaitu peradangan atau iritasi pada saraf oksipital di belakang kepala. Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri yang tajam, menusuk, atau terasa seperti sengatan listrik.
Meski sering kali tidak berbahaya, sakit kepala belakang tidak boleh dianggap sepele jika muncul bersama tanda-tanda berikut:
•terjadi sangat tiba-tiba dan sangat hebat
•disertai muntah hebat
•gangguan penglihatan
•demam tinggi dan leher kaku
•setelah benturan pada kepala
•disertai gangguan keseimbangan atau bicara.
Untuk keluhan ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu, seperti memperbaiki posisi duduk, minum cukup air, mengurangi stres, tidur cukup, dan melakukan peregangan area leher secara berkala.
Next News

El Niño dan La Niña, Apa Bedanya?
7 hours ago

El Niño Mengintai Indonesia: BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang, Suhu Makin Panas
7 hours ago

Selain Pilot dan Pramugari, Profesi Apa Saja yang Ada di Bandara?
7 hours ago

Sebuah Kota Tidak Berjalan Sendiri: Ini Profesi Penting di Balik Operasional Sebuah Kota yang Jarang Diketahui
7 hours ago

Dari Kyoto hingga Iceland: Rekomendasi Destinasi Dunia untuk Rehat dari Rutinitas
in 5 hours

Jangan Asal Masak! Ini Deretan Ikan Unik yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi
in 5 hours

5 Makanan yang Diam-Diam Bikin Otak Lemot dan Sulit Fokus
in 5 hours

3 Tanaman Herbal di Sekitar Kita yang Diteliti Berpotensi Mendukung Pencegahan Kanker
in 5 hours

Minyak Zaitun, Emas Cair dari Buah Olea europaea yang Sarat Manfaat
in 5 hours

Bukan Sekadar Lengkungan di Langit, Ini Fakta Menarik tentang Bulan Sabit
in 4 hours





