Kamis, 30 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

El Niño Mengintai Indonesia: BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang, Suhu Makin Panas

RAU - Thursday, 30 April 2026 | 07:49 AM

Background
El Niño Mengintai Indonesia: BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang, Suhu Makin Panas

Apa itu El Niño?

Secara sederhana, El Niño adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.

Saat suhu laut di wilayah tersebut meningkat di atas normal, pola angin dan pembentukan awan ikut berubah.

Akibatnya, awan hujan yang biasanya banyak terbentuk di wilayah Indonesia bergeser ke arah Pasifik tengah dan timur.

BMKG menjelaskan bahwa pergeseran ini menyebabkan curah hujan di Indonesia menurun, sehingga cuaca menjadi lebih kering.



Kenapa Indonesia jadi lebih panas?

Sebenarnya El Niño tidak selalu langsung "menciptakan panas", tetapi karena hujan berkurang, langit lebih sering cerah dan sinar matahari lebih dominan.

Akibatnya:

•suhu siang terasa lebih tinggi

•kelembapan udara berubah



•tanah lebih cepat kering

•malam hari bisa tetap terasa gerah.

Itulah sebabnya banyak orang merasa:

"kok akhir-akhir ini panas banget ya?"

Pada 2026, BMKG juga mengingatkan potensi musim kemarau datang lebih awal dan lebih panjang.



Dampaknya pada pertanian

Ini salah satu dampak paling besar.

Karena hujan berkurang, lahan pertanian bisa mengalami:

•kekurangan air

•penurunan hasil panen



•gagal tanam

•penurunan kualitas tanaman.

Wilayah pertanian yang sangat bergantung pada hujan biasanya paling terdampak.

BMKG daerah juga sudah menyoroti risiko kekeringan meteorologis dan gangguan ketahanan pangan.

Dampaknya pada air bersih



Saat kemarau lebih panjang, debit air di sumur, sungai, dan waduk bisa menurun.

Ini bisa menyebabkan:

•sumur rumah mengecil

•pasokan PDAM terganggu

•kebutuhan air meningkat



Di beberapa wilayah, fenomena ini bisa memicu kekeringan yang cukup serius.

Risiko kebakaran hutan dan lahan

Ini salah satu kekhawatiran terbesar di Indonesia.

Kondisi tanah dan vegetasi yang lebih kering meningkatkan risiko:

•kebakaran hutan



•kebakaran lahan gambut

•kabut asap

BMKG secara khusus menyinggung potensi peningkatan risiko karhutla pada musim kemarau 2026.

Apakah 2026 akan terjadi El Niño ekstrem?

Sampai akhir April 2026, BMKG menyebut tidak ada indikasi super El Niño / "Godzilla El Niño".



Namun ada peluang fase lemah hingga moderat mulai semester kedua tahun ini.

Peluang berkembangnya berada pada kisaran 50–80%, sedangkan kemungkinan menjadi sangat kuat dinilai kecil, di bawah 20%.

Apa yang harus dilakukan?

Tidak perlu panik, tapi perlu waspada.

Yang bisa dilakukan masyarakat:



•hemat penggunaan air

•siapkan cadangan air rumah

•hindari pembakaran sampah/lahan

•perhatikan kesehatan saat cuaca panas

•ikuti update BMKG