Selasa, 24 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Pola Cuaca Ekstrem di Indonesia: Mengapa Fenomena Ini Semakin Sering Terjadi?

RAU - Sunday, 22 February 2026 | 01:32 AM

Background
Pola Cuaca Ekstrem di Indonesia: Mengapa Fenomena Ini Semakin Sering Terjadi?

Apa Itu Pola Cuaca Ekstrem?

Pola cuaca ekstrem adalah kejadian cuaca yang berada jauh di luar rata-rata normal.

Contohnya:

Hujan lebat dalam waktu singkat → memicu banjir bandang

Kekeringan panjang → mempengaruhi pertanian dan sumber air

Gelombang panas → menimbulkan risiko kesehatan

Angin kencang atau badai tropis → kerusakan infrastruktur



Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), frekuensi hujan ekstrem di Indonesia meningkat sekitar 20–30% dalam 10 tahun terakhir.

Penyebab Utama

1.Perubahan Iklim Global

Pemanasan global meningkatkan kadar uap air di atmosfer → intensitas hujan lebih tinggi.

Suhu laut meningkat → menguatkan badai tropis.



Fenomena El Niño dan La Niña

El Niño → musim kemarau lebih panjang → risiko kekeringan.

La Niña → hujan lebat lebih sering → risiko banjir.

2.Urbanisasi dan Kerusakan Lingkungan

Hilangnya lahan resapan air karena pembangunan kota → banjir lebih mudah terjadi.



Deforestasi → mengurangi kemampuan tanah menahan air hujan.

3.Polusi dan Gas Rumah Kaca

Karbon dioksida dan metana → memerangkap panas → mempengaruhi pola curah hujan dan suhu ekstrem.

Dampak Pola Cuaca Ekstrem

1.Hujan ekstrem & banjir



Rumah terendam, tanah longsor, infrastruktur rusak.

2.Kekeringan

Kerugian pertanian, krisis air bersih

3.Gelombang panas

Risiko dehidrasi, penyakit kulit & jantung



4.Angin kencang

Pohon tumbang, kerusakan rumah dan kendaraan. Indonesia termasuk negara dengan risiko tinggi bencana terkait cuaca ekstrem akibat lokasi tropis dan kepulauan yang luas.

Mitigasi dan Adaptasi

1.Sistem peringatan dini dari BMKG untuk memberi info cuaca ekstrem dan banjir.

2.Urban planning ramah lingkungan memperhatikan resapan air, taman kota, dan jalur drainase.



3.Reboisasi dan konservasi tanah untuk mengurangi risiko longsor dan banjir.

4.Pendidikan masyarakat agar tahu cara menghadapi banjir, gelombang panas, dan kekeringan.

Adaptasi dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting agar lebih siap dan untuk menghindari korban jatuh lebih banyak karena bencana.

Kesimpulan

Pola cuaca ekstrem di Indonesia semakin sering terjadi karena kombinasi faktor global dan lokal. Dengan pemahaman ilmiah, mitigasi risiko, dan adaptasi, masyarakat bisa lebih siap menghadapi bencana yang mungkin datang.