Penyebab Air Laut Pasang dan Surut yang Wajib Kamu Ketahui
Laila - Sunday, 28 June 2026 | 12:05 AM


Kenapa Sih Air Laut Bisa Pasang Surut? Ternyata Bulan Itu Emang Agak Posesif
Pernah nggak sih kamu lagi asyik main ke pantai, taruh sandal di pinggir yang menurutmu aman, terus ditinggal lari-larian bentar, eh pas balik sandalnya udah hanyut kebawa air? Atau sebaliknya, pas dateng sore hari pengen liat ombak gede, malah air lautnya jauh banget di sana sampai kamu harus jalan kaki ratusan meter cuma buat nyentuh air. Fenomena ini emang sering bikin kita garuk-garuk kepala kalau nggak paham polanya. Orang-orang biasanya cuma bilang, "Oh, lagi pasang," atau "Lagi surut itu mah." Tapi pernah kepikiran nggak, kenapa sih air laut yang segede itu bisa maju mundur cantik kayak syahrini?
Kalau kita balik ke zaman sekolah dulu, guru IPA pasti pernah jelasin soal gravitasi. Tapi jujur aja, denger kata gravitasi bawaannya pengen ngantuk. Padahal kalau dibahas pakai gaya obrolan tongkrongan, fenomena pasang surut ini sebenarnya romansa kosmik yang lumayan dramatis antara Bumi, Bulan, dan Matahari. Yuk, kita bedah kenapa air laut kita hobi banget main petak umpet.
Bulan: Si Biang Kerok yang Posesif
Meskipun ukurannya jauh lebih kecil dari Bumi, Bulan itu punya kekuatan "magnet" yang luar biasa kuat buat narik benda-benda di Bumi. Nah, karena 70 persen permukaan Bumi itu isinya air yang sifatnya cair dan fleksibel, air laut jadi bagian yang paling gampang "tergoda" sama tarikan gravitasi Bulan. Bayangin aja Bulan itu kayak mantan yang posesif banget, dia pengen narik Bumi ke arah dia. Tapi karena Bumi itu padat dan berat, yang berhasil ketarik cuma lapisan air lautnya doang.
Pas posisi Bulan lagi tepat berada di atas suatu wilayah samudera, air di situ bakal "membengkak" atau naik. Inilah yang kita sebut sebagai pasang naik. Yang unik, air di sisi Bumi yang membelakangi Bulan juga ikut naik. Lho, kok bisa? Padahal kan Bulannya di sisi sebelah sana? Nah, ini gara-gara gaya sentrifugal atau gaya tolak karena Bumi itu berputar pada porosnya (rotasi). Jadi, air laut itu kayak lagi ditarik ke dua arah berlawanan, bikin bentuk air laut di Bumi jadi kayak bola rugby, lonjong di kedua ujungnya.
Matahari: Pemeran Pendukung yang Nggak Mau Kalah
Kalau Bulan adalah pemeran utamanya, Matahari itu kayak pemeran pendukung yang kadang ngebantu, kadang malah bikin kacau. Matahari emang gede banget, tapi karena jaraknya jauh minta ampun dari Bumi, tarikan gravitasinya nggak sekuat Bulan buat urusan pasang surut. Tapi, jangan salah, Matahari tetap punya peran penting dalam menentukan seberapa tinggi pasang yang bakal terjadi.
Ada momen yang namanya Pasang Purnama atau Spring Tide. Ini bukan berarti pasangnya terjadi pas musim semi ya, tapi pas posisi Bumi, Bulan, dan Matahari lagi sejajar satu garis lurus. Biasanya ini kejadian pas bulan purnama atau bulan baru. Di saat kayak gini, gravitasi Bulan dan Matahari bersatu buat narik air laut sekuat-kuatnya. Hasilnya? Air laut bakal pasang setinggi-tingginya dan surut serendah-rendahnya. Ini masanya para pemancing atau nelayan harus ekstra waspada karena arus biasanya jadi lebih kencang.
Kebalikannya, ada juga yang namanya Pasang Perbani atau Neap Tide. Ini terjadi pas posisi Bulan dan Matahari ngebentuk sudut siku-siku (90 derajat) terhadap Bumi. Mereka jadi kayak lagi tarik-tambakan dengan arah yang beda, jadinya kekuatannya saling melemahkan. Pasang yang terjadi pun jadi nggak terlalu tinggi, dan surutnya juga nggak terlalu rendah. Ya, istilahnya air laut lagi mode kalem-kalem aja.
Kenapa Setiap Pantai Pasangnya Beda-beda?
Mungkin kamu pernah nanya, kenapa di Pantai Parangtritis surutnya bisa jauh banget, tapi di pelabuhan kayak Tanjung Priok kelihatannya biasa aja? Ternyata bentuk pantai dan kedalaman laut itu ngaruh banget, gaes. Laut yang bentuknya kayak teluk atau corong biasanya bakal ngalamin pasang yang jauh lebih ekstrem karena air "kejebak" dan numpuk di satu area sempit.
Selain itu, gesekan air laut dengan dasar samudera dan adanya daratan benua juga bikin air nggak bisa langsung pindah secepat kilat ngikutin tarikan Bulan. Itulah sebabnya jadwal pasang surut di tiap daerah itu beda-beda. Kamu nggak bisa pakai jadwal pasang di Bali buat jadi patokan kalau mau main ke pantai di Aceh. Bisa-bisa rencana piknikmu gagal total gara-gara salah prediksi.
Bukan Cuma Urusan Air, Tapi Urusan Perut
Buat kita yang anak kota dan jarang ke laut, pasang surut mungkin cuma soal estetik buat foto Instagram. Tapi buat orang-orang yang hidup di pesisir, ini urusan nyawa dan perut. Nelayan tradisional biasanya nunggu air pasang buat bisa nambatin kapal ke darat atau nunggu air surut buat nyari kerang dan kepiting di sela-sela karang. Di dunia energi, pasang surut ini juga lagi dikembangin jadi sumber listrik alternatif yang ramah lingkungan. Keren, kan?
Jadi, kesimpulannya, pasang surut itu bukan sihir, bukan pula sekadar air yang lagi bosen. Itu adalah bukti betapa eratnya hubungan kita dengan benda-benda langit di luar sana. Alam itu punya iramanya sendiri, dan tugas kita cuma perlu memahami biar nggak jadi korban salah jadwal pas main ke pantai. Lain kali kalau kamu liat air laut lagi surut jauh banget, jangan cuma bengong, inget aja kalau di sisi lain dunia, Bulan lagi asyik "ngajak kencan" air laut ke arahnya.
Gimana? Ternyata fisika alam nggak sebosenin itu kalau kita liat dari perspektif yang lebih santai. Jadi, kapan rencana main ke pantai lagi? Jangan lupa cek jadwal pasang surut dulu ya, biar sandalnya nggak ilang lagi!
Next News

Mengapa Kita Sering Mengecek Ponsel Begitu Bangun Tidur? Ini Alasan Psikologisnya
13 hours ago

Mengapa Karakter Kartun Sering Terlihat Memiliki Mata yang Besar? Ini Alasannya
2 hours ago

Mengapa Kita Masih Suka Menonton Kartun Meski Sudah Dewasa? Ini Alasannya
2 hours ago

Apa Itu Digital Eye Strain dan Bagaimana Cara Mencegahnya?
3 hours ago

Apa Penyebab Sariawan yang Muncul Berulang Kali? Kenali Pemicu dan Kapan Harus Diperiksa
3 hours ago

Alat Dapur Tradisional yang Ternyata Masih Relevan hingga Sekarang
3 hours ago

Mengapa Matcha Terus Menjadi Tren di Kalangan Anak Muda? Ini Alasannya
4 hours ago

Suka Berbicara? Ini Jurusan Kuliah yang Bisa Kamu Pertimbangkan
4 hours ago

Pernah Merasa Waktu Berjalan Lambat? Ini yang Mungkin Terjadi di Otak
4 hours ago

Mengenal Pohon Karet, Tanaman Penghasil Getah yang Banyak Dimanfaatkan dalam Kehidupan
4 hours ago





