Nyeri Punggung Kronis Bukan Sekadar Faktor Usia: Kenali Penyebabnya
RAU - Monday, 04 May 2026 | 12:42 PM


Nyeri punggung merupakan keluhan yang umum dialami banyak orang, terutama seiring bertambahnya usia. Namun, kondisi ini sering kali dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan, padahal tidak selalu demikian.
Menurut dokter spesialis ortopedi dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Aries Rakhmat Hidayat, nyeri punggung yang berlangsung lebih dari tiga bulan sudah termasuk kronis dan perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti degenerasi akibat penuaan, herniasi diskus (saraf terjepit), gangguan pada sendi tulang belakang, hingga melemahnya otot penopang tubuh.
Selain faktor medis, gaya hidup juga berperan besar. Kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan duduk terlalu lama, serta postur tubuh yang buruk dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri punggung kronis.
Gejala yang muncul biasanya berupa nyeri di bagian punggung bawah, rasa kaku pada tulang belakang, hingga nyeri yang menjalar ke bokong atau kaki. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Penanganan nyeri punggung kronis umumnya disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, sebagian besar kasus dapat ditangani tanpa operasi melalui pendekatan konservatif, seperti fisioterapi, latihan penguatan otot inti, serta perubahan gaya hidup menjadi lebih aktif.
Latihan untuk memperkuat otot inti sangat penting karena dapat membantu menjaga stabilitas tulang belakang dan mengurangi tekanan pada area tersebut. Selain itu, menjaga postur tubuh yang baik saat duduk maupun berdiri juga menjadi langkah sederhana yang efektif untuk meredakan dan mencegah nyeri.
Jika nyeri tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, pemeriksaan medis sangat disarankan agar penyebabnya dapat diketahui secara pasti dan penanganan yang tepat bisa diberikan.
Next News

Murid Ngantuk di Kelas? Kenali Penyebab dan Cara Guru Mengatasinya dengan Bijak
in 5 hours

Cara Mengatasi Ulat pada Tanaman Berbuah Tanpa Merusak Ekosistem Kebun
in 5 hours

Bolehkah Makan Acar Saat Maag? Kenali Pengaruhnya pada Lambung
in 5 hours

Makanan Fermentasi: Lezat, Kaya Tradisi, tetapi Tetap Perlu Bijak Mengonsumsinya
in 5 hours

Daun Binahong: Tanaman Herbal yang Kaya Senyawa dan Masih Terus Diteliti
in 5 hours

Srikaya, Buah Lokal Manis yang Kaya Nutrisi dan Punya Banyak Manfaat
in 5 hours

Cara Mencukur Kumis dengan Benar agar Rapi dan Kulit Tetap Nyaman
in 5 hours

Telur Ayam, Bebek, atau Puyuh: Mana yang Paling Baik untuk Kesehatan?
in 5 hours

Berkebun di Rumah: Hobi Sederhana yang Mendekatkan Kita dengan Alam
3 hours ago

Cara Menemukan Hobi yang Benar-Benar Sesuai dengan Minat
3 hours ago





